གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ibnu Septa Nugraha

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

Ibnu Septa Nugraha གིས-
Nama: Ibnu Septa Nugraha
NPM : 2211011072
MKU Pancasila Manajemen A

Analisis soal-1
A.Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs? pendapat saya agar dapat mengantisipasi penyabaran hoax, dapat dilakukan cara-cara berikut ini:
1.Tidak langsung menyebarkan berita yang diterima, mengecek dahulu kebenaran berita tersebut.
2. Melihat sumber yang mengeluarkan berita tersebut apakah sumber dapat dipercaya atau tidak.
3. Bersikap Objektif dan selalu menggunakan fakta-fakta bukan opini pribadi dalam menyebarkan berita.
4. Bersikap terbuka (Open Minded) menerima/mengambil berita dari berbagai sumber.

B.Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Media sosial yang dapat menyebarkan/memviralkan berita secara
cepat dan luas, baik berita yang benar ataupun hoax jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Solusi yang dapat dilakukan ialah
1. tidak langsung percaya terhadap sebuah berita yang viral, mengecek kebenaran berita tersebut dan tidak langsung ikut menyebarkannya sebelum mendapatkan fakta kebenarannya.
2. Penerapan UU ITE yang tidak tebang pilih.
3. Memberikan sosialisasi dan penerangan secara resmi oleh badan-badan atau media yang terverifikasi.
4.Meningkatkan literasi masyarkat Indonesia agar dapat lebih terbuka (open mindset)

C.Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
1. Mulai mengalokasikan sumber daya untuk meningkatkan iptek dan output produksi.
2. Mendukung usaha-usaha dan produk dalam negeri dengan cara membelinya, dan mensupport dana pada pasar modal (investasi) di dalam negeri agar kualitas produk dalam negeri dapat kompetitif dengan produk luar negeri.
3. Tidak boros/menjauhi hedonisme dan kosumerisme dan lebih senang kearah produktif, memulai usaha baik dibidang produksi barang dan jasa.
4. Tidak bermalas-malasan dalam mengembangkan iptek.
5. Membantu menganalisa pasar dan mencari celah/kesempatan produksi barang dan jasa yang dibutuhkan pasar.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

Ibnu Septa Nugraha གིས-
Nama: Ibnu Septa Nugraha
NPM : 2211011072
MKU Pancasila Manajemen A

Analisis Video-2
Dari video tersebut saya dapat menganalisis mengenai permasalahan penggunaan bom atom (penemuan iptek baru) untuk keperluan perang dan mengakibatkan ratusan ribu hingga jutaan manusia menderita. Penemuan Bom Atom adalah salah satu kemajuan dalam ilmu pengetahuan tetapi penggunaannya pada perang yang mana dijatuhkan di kota Hiroshima dan Nagasika telah melanggar Nilai-nilai normatif pancasila khususnya sila ke-2. Hal tersebut mencoreng nilai kemanusian dan jelas tidak berperikemanusiaan. Perkembangan dan penggunaan Ilmu pengetahuan seharusnya untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan, bukan malah mencorengnya. Walau dilema akan perang yang semakin berkepanjangan dan memakan korban lebih banyak juga di pertimbangkan.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-1

Ibnu Septa Nugraha གིས-
Nama: Ibnu Septa Nugraha
NPM : 2211011072
MKU Pancasila Manajemen A

Analisis Video-1
Dari video tersebut saya dapat menganalisis persoalan antara pabrik pembuat pakaian di Pekalongan,Jawa Tengah yang tidak dapat mengolah limbahnya dan membuangnya ke sungai, dengan warga disekitar pabrik yang protes akan hal tersebut. Dalam konteks ini pemilik pabrik pembuat pakaian telah melenceng dari nilai-nilai normatif Pancasila yang seharusnya diterapkan, khususnya sila ke-2. Pemilik pabrik seperti sewenang-wenang dan hanya mencari keuntungan dari usahanya tanpa berusaha keras mencari solusi pengolahan limbah. Ilmu pengetahuan dalam pembuatan pakaian yang berkembang tak diiringi dengan ilmu pengetahuan untuk menjaga lingkungan. Implikasi sila kedua yang mengembalikan ilmu pengetahuan pada fungsi semula yaitu kemanusiaan, bukan kelompok tertentu.pemilik pabrik dan warga diharapkan dapat bermusyawarah dalam menyelesaikan dan mencari solusi yang terbaik sesuai nilai-nilai sila ke 4.
Pemerintah juga harus dapat mengambil tindak tegas dalam menindaklanjuti hal tersebut agar norma-norma sosial pancasila dapat terimplementasi dengan baik.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi

Ibnu Septa Nugraha གིས-

Nama: Ibnu Septa Nugraha

NPM  : 2211011072

MKU Pancasila A 


Artikel A

saya dapat menganalisis dan merangkum dari artikel tersebut yang berjudul  Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi

Perkembangan IPTEK, dengan poin sebagai berikut:

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain dapat 

memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri juga perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang negatif. Oleh karena

itu IPTEK perlu menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangannya baik dari aspek nilai agama maupun budaya semua haruslah relevan dan senantiasa mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan manusia dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. 

Lalu untuk Pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dalam perkembangan IPTEK sangatlah penting dimana Pancasila dapat menjadi rambu-rambu normatif bagi pengembangan dan juga pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tetap sesuai dengan kepribadian masyarakat Indonesia yang luhur dan mulia. Pengembangan IPTEK juga harus senantiasa berakar pada budaya bangsa, serta IPTEK harus senantiasa menghormati dan terbuka dengan segala kritik yang ada dari masyarakat yang tentunya untuk arah yang lebih baik. Sebagai masyarakat Indonesia kita semua harus selalu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan IPTEK. Jadilah masyarakat yang cerdas yang dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal baik yang dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan dan juga bangsa Indonesia.


Artikel B

Saya dapat menganalisis dan merangkum dari artikel diatas yang berjudul Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu, poin-poin sebagai berikut:

Ilmu dengan metode ilmiahnya bertujuan untuk mencapai kebenaran. Karena yang berilmu itu 

manusia, maka kebenaran semata-mata tidak hanya murni memenuhi kriteria koherensi dan 

korespondensi saja tetapi kebenaran juga harus dikembalikan pada manusianya. Pengembangan ilmu di Indonesia juga harus dikembalikan pada manusia Indonesia, jati diri bangsa Indonesia. Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya. Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.

Filsafat Pancasila, menurut 

Notonagoro, menjadi penting sebab “tidak 

ada bahan yang resmi untuk mengetahui isi daripada lima asas yang dimaksudkan.”(Notonagoro, 1984). Berdasarkan pada pendapat Notonagoro dan tiga alasan tersebut, menjadikan setiap persolan mengenai segala hal dalam ranah ilmiah yang kemudian dikaitkan dengan Pancasila harus mengacu pada lima sila dalam Pancasila, termasuk mengenai kebenaran, yakni:

1.Ketuhanan

2.Kemanusiaan

3.Persatuan

4.Kerakyatan

5.Keadilan

Lalu teori Kebenaran Pancasila Dalam lingkup perbincangan kefilsafatan, sistem filsafat Pancasila harus memenuhi tiga teori kebenaran, yakni teori kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Sehingga sistem filsafat Pancasila menjadi tangguh di hadapan sistem filsafat yang lain.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Ibnu Septa Nugraha གིས-
Nama : Ibnu Septa Nugraha
NPM : 2211011072
Mata Kuliah Umum Pancasila A S1 Manajemen

dari jurnal yang berjudul URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK karya ka Setyorini dari
Fakultas Syari’ah dan Hukum UNSIQ.
saya merangkum beberapa poin penting diantaranya sebagai berikut:
Pancasila juga adalah dasar negara atau
pokok kaidah negara yang fundamental.Pancasila
sudah disepakati bersama sebagai cara
pandang hidup bangsa Indonesia (the way
of life) dan sekaligus sebagai dasar
negara maka kita harus menegaskan nilai-nilai pancasila dalam pengembangan IPTEK.
Pengembangan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi (Iptek) dewasa ini
mencapai kemajuan pesat sehingga
perdapan manusia mengalami perubahan
yang luar biasa . Pengembangan Iptek
tidak dapat terlepas dari stuasi yang
melengkapainya, artinya iptek selalu
berkembang dalam suatu ruang budaya.
Perkembangan iptek pada gilirannya
bersentuhan dengan nilai-nilai budaya
dan agama sehingga disatu pihak
dibutuhkan semangat obyektifitas
dipihak lain iptek perlu
mempertimbangkan nilai-nilai budaya
dan agama dalam pengembangannya agar
tidak merugikan umat manusia.
(Kementrian Riset Dikti Direktorat
Jenderal Pembelajaran dan
Kemahasiswaan, 2016: 97-98)

Terdapat beberapa nilai yang meliputi pancasila dan harus diterapkan dalam pengembangan IPTEK, yaitu:
1. nilai dasar (instrinsik) yaitu
pokok yang tidak terikat waktu dan
tempat dan bersifat abstrak, mencakup
cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang
telah ditetapkan oleh the founding
father.
2.nilai instrumental, yaitu
penjabaran nilai dasar sebagai arahan
kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu,
bersifat lebih kontekstual dan harus selalu
disesuaikan dengan tuntunan zaman
mencakup kebijakan, strtaegi organisasi,
sistem, rencana dan program berupa
peraturan perundang-undangan yang
dikembangkan oleh lembaga
penyelenggara negara.
3. nilai
praktis yaitu interaksi antara nilai
instrumental dengan situasi kongkrit
tempat dan situasi tertentu. lalu
Dalam pengertian Pancasila sebagai
dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman,
Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan
teknologi (iptek) yang dikembangkan di
Indonesia haruslah tidak bertentangan
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila.
Kedua,bahwa setiap
perkembangan iptek harus didasarkan
dengan nilai Pancasila sebagai faktor
internal pengembangan.
Ketiga, nilai-
nilai Pancasila berperan sebagai rambu
normatif bagi pengembangan iptek di
Indonesia.
Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harys berakar dari budaya dan idiologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal
indelegensasi ilmu (mempribumikan
ilmu) (Kementrian Riset Dikti Direktorat
Jenderal Pembelajaran dan
Kemahasiswaan), 2016: 97-98).