Nama : M. Alfian Jamal
Npm 2211011084
Kelas : Manajemen
A
a.) Perkembangan IPTEK di Indonesia
Ilmu pengetahuan dan teknologi atau yang
biasa dikenal dengan singkatan IPTEK
adalah suatu sumber yang mana seseorang
bisa mengelola dan juga menggunakannya
dalam kehidupannya baik dari penemuan
baru tentang suatu ilmu atau teknologi dan
juga perkembangan dari ilmu dan
teknologi itu sendiri (Sung,2017).b.) Dampak Positif dan Negatif
Perkembangan Iptek
Perkembangan IPTEK dapat memberikan
dampat positif bagi kehidupan
manusia diantaranya yaitu :
• Menunjang kegiatan produksi, dengan
adanya kemajuan IPTEK terciptalah
berbagai mesin-mesin canggih yang dapat
digunakan untuk menunjang dihasilkannya
suatu barang atau jasa tentunya dengan
hasil yang lebih baik, waktu yang lebih
cepat, dan hasil yang lebih banyak• Memudahkan komunikasi dengan orang
lain, contohnya yaitu dengan adanya
handphone dan berbagai sosial mediakita
semua bisa berkomunikasi dengan siapa
saja dengan mudah walau terpisah jarak
yang jauh.
• Memudahkan proses pembelajaran,
dimana guru dan siswa dapat mencari
lebih banyak informasi dan materi
pembelajaran di internet serta pada
pandemi seperti ini memudahkan untuk
melakukan pembelajaran jarak jauh
dengan tatap maya. c.) Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
Bangsa
Pancasila merupakan dasar negara dan
Ideologi bangsa kita, dimana Pancasila ini
lahir pada 1 Juni 1945. Pancasila ini
memuat lima sila yang berisikan cita-cita
negara Indonesia. Adapun pokok-pokok
nilai dalam Pancasila yaitu Ketuhanan,
Kemanusiaan, Persatuan, dan Kerakyatan,
serta Keadilan. Selain menjadi ideologi
dasar. Pancasila juga menjadi pandangan
hidup bangsa Indonesia dimana nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila
B
Berdasarkan uraian diatas maka dapat
disimpulkan bahwa:
1. Teori kebenaran Pancasila menghendaki,
bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus
memenuhi kebenaran koherensi,
korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal
tersebut secara simultan saling melengkapi
dalam kerja ilmiah. Artinya tidak
menonjolkan atau mementingkan salah
satunya.
2. Pemahaman filosofis tentang kebenaran
dalam konteks Pancasila dapat
digeneralisasikan bahwa dalam konteks
Pancasila, kebenaran adalah 1) tiadanya
pertentangan dengan Tuhan, 2) aktualisasi
atau perwujudan dan terpenuhinya
hakekat manusia, 3) suatu hal yang satu,
tidak dapat dibagi-bagi, 4) kemanfaatan
pada semua pihak, dan 5) terpenuhinya
hakekat keadilan (adil). Untuk
pengembangan ilmu di Indonesia nilai
kebenaran Pancasila harus dijadikan
dasarnya
3. Dengan berorientasi Pancasila secara
ilmiah dalam upaya mencari kebenaran
dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar
pengembangan ilmu di Indonesia serta
visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu
yang dikembangkan di Indonesia tidak
akan ada alienasi terhadap bangsa
Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan
sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa
Indonesia.