Kiriman dibuat oleh Laila Rhamadani 2211011084

Nama : Laila Rhamadani Tasliyah
NPM : 2211011084
Kelas : Pancasila A

A. Etika dalam kehidupan berbangsa adalah nilai-nilai yang berfungsi memberikan preferensi moral (moral preference) dan perekat bagi sendi - sendi kehidupan seluruh bangsa. Etika dalam kehidupan berbangsa harus diposisikan sebagai bangunan sinergis di atas preferensi ikatan-ikatan primordial. Etika perilaku politik sangatlah penting mengingat suatu sikap untuk menetapkan kebijakan negara sesuai dengan perkembangan masyarakat yang kemudian dipilih sesuai dengan prioritas dan juga diselaraskan dengan Pancasila dan UUD 1945 . Etika perilaku politik saat ini sudah sesuai dengan nilai - nilai pancasila jika kekuasaaan dalam negara dijalankan sesuai dengan :
1) asas legalitas (legitimasi hukum), yaitu dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku.
2) disahkan dan dijalankan secara demokratis (legitimasi demokratis).
3) dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral atau tidak bertentangan dengannya legitimasi moral.
Sumber : Hartati dan Putra,Firmansyah. 2019. Etika Politik dalam Politik Hukum di Indonesia (Pancasila Sebagai Suatu Sistem Etika). Jurnal Majelis Edisi 06 : 49 - 56.

B. Etika generasi muda saat ini masih jauh dari mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa indonesia atau disebut juga mengalami krisis moral. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah efek dari teknologi digital yang berkembang saat ini. Generasi muda saat ini cenderung jarang bersosialisasi, individualis, dan lebih banyak menghabiskan waktu didepan gadget. Solusi dekadensi moral yang saat ini terjadi adalah dengan mengadakan pendidikan moral, penyuluhan tentang kesadaran hukum bagi anak dan remaja, dan penanaman rasa tanggung jawab sosial.
Sumber : Sofa Muthohar. 2018. Antisipasi Degradasi Moral di Era Global. Jurnal Pendidikan Islam 7(2) : 322-334.
Nama : Laila Rhamadani Tasliyah
NPM : 2211011084
Kelas : Manajemen A

Pancasila sebagai Sistem Etika
Etika adalah hal yang sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan memiliki etika maka kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan baik untuk diwariskan dari satu generasi ke generasi lain.

Etika pancasila adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari sila sila pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Nilai nilai yang terkandung dalam etika pancasila
1. Sila ketuhanan mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta
2. Sila kemanusiaan mengandung dimensi humanus yang artinya menjadikan manusia menjadi manusiawi yaitu upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama.
3. Sila persatuan mengandung dimensi nilai solidaritas, rasa kebersamaan, dan cinta tanah air.
4. Sila kerakyatan mengandung nilai berupa sikap menghargai atau mau mendengarkan pendapat orang lain.
5. Sila keadilan mengandung dimensi nilai peduli atas nasib orang lain, kesetiaan membantu kesulitan orang lain.

Urgensi Pancasila dalam Sistem Etika
1. Meletakkan sila sila pancasila sebagai etika. Menempatkan pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap, tindakan, dan keputusan.
2. Pancasila sebagai sistem etika memberikan pedoman bagi setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan baik lokal, nasional, regional, dan internasional.
3. Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat negara berkebangsaan yang berjiwa pancasila.
Nama : Laila Rhamadani Tasliyah
NPM : 2211011084
Kelas : Manajemen A

Analisis Jurnal Hubungan antara Hukum dan Etika dalam politik Hukum di Indonesia

Moral merupakan suatu ajaran-ajaran atau
wejangan-wejangan, patokan-patokan, kumpulan peraturan, baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Etika adalah suatu cabang filsafat yaitu suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandanganpandangan moral tersebut.

Hubungan antara etika dengan hukum bisa
dilihat dari 3 (tiga) dimensi yakni dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasan cakupannya serta dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya.

Jimly Asshiddiqie, mengibaratkan hubungan antara hukum dengan etika dengan memberi catatan agama sebagai ruh/jiwa.Dimensi ketiga cakupan luasan atas hubungan etik dan hukum dimana etika lebih luas dari hukum, karena itu setiap pelanggaran hukum pasti merupakan pelanggaran etik, singkat kata pelanggaran hukum adalah pelanggaran etik. Namun tidak demikian sebaliknya, pebuatan yang dianggap melanggar etik belum tentu melanggar hukum.

Paulus Harsono mensitir tentang dimensi
ketiga ini, terkait kedudukan etika dimana etika juga berhubungan dengan hukum dalam hal bagaimana manusia mempertimbangkan untuk mematuhi peraturan dan kewajiban;tetapi dipatuhinya hukum serta peraturan dan kewajiban itu bukan karena takut akan dikenai sanksi, tetapi karena kesadaran diri bahwa hukum serta peraturan dan kewajiban tersebut baik dan perlu dipenuhi oleh dirinya sendiri. Masih relevan dengan pandangan Paulus Harsono, dalam hal perilaku manusia, etika berfungsi sebagai pagar
preventif atas perilaku baik dan buruk sebelum perilaku menjangkau ketentuan benar dan salah yang merupakan fungsi pagar perilaku bagi hukum. Dengan demikian, perilaku menyimpang manusia harus melewati sistem etika yang berfungsi sebagai koreksi dan sebisa mungkin tidak perlu memasuki mekanisme hukum dalam penyelesaian penyimpangan perilaku manusia tersebut. Dikaitkan dengan perilaku etik para pemangku jabatan-jabatan publik dan profesional yang sangat mengandalkan kepercayaan publik, pengendalian perilaku melaui sistem etika patut dipertimbangkan. Alasannya, apabila penyelesaian masalah penyimpangan perilaku para pejabat publik selama ini langsung menggunakan pendekatan hukum, maka organisasi publik langsung terkikis kepercayaannya sejalan dengan berlangsungnya proses hukum.
Nama : Laila Rhamadani Tasliyah
NPM : 2211011084
Kelas : Manajemen A

Pancasila adalah pedoman bagi bangsa Indonesia untuk mencapai cita cita masyarakat indonesia yg adil dan makmur. Banyaknya pulau di indonesia menunjukkan bahwa indonesia adalah negara yg luas. Setiap pulau di diami masyarakat yg beraneka ragam baik istiadat, budaya maupun kepercayaan. Sehingga keberagaman yg ada di Indonesia merupakan  kekuatan bagi bangsa indonesia.