Kiriman dibuat oleh M. Nashirul Haqq Cayaputra

Nama: M. Nashirul Haqq Cayaputra
NPM: 2217011123
Kelas: B Kimia 2022

Jurnal ini membahas urgensi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dalam membentuk karakter bangsa Indonesia yang berlandaskan pada nilai-nilai demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), dan masyarakat madani. Penulis, Aulia Rosa Nasution, menekankan pentingnya reformasi PKN pasca-reformasi 1998 untuk mengatasi tantangan demokrasi di Indonesia, seperti rendahnya pemahaman masyarakat tentang demokrasi, maraknya politik uang, dan kurangnya budaya demokrasi yang sehat. PKN diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teoritis tentang politik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Penulis menguraikan peran sentral PKN dalam membentuk karakter bangsa yang kritis, aktif, dan demokratis, serta menegaskan bahwa PKN harus direformasi agar sesuai dengan nilai-nilai demokrasi dan HAM, mengingat pada masa Orde Baru, pendidikan ini lebih bersifat indoktrinasi.

Selain itu, jurnal ini menguraikan bagaimana PKN dapat menjadi wadah pertemuan berbagai nilai dan prinsip, baik dari dalam negeri maupun luar, untuk membentuk konsep demokrasi yang sesuai dengan Indonesia. Penulis menekankan pentingnya empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—sebagai landasan demokrasi. PKN juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai HAM, yang dijelaskan sebagai hak kodrati yang diberikan oleh Tuhan, sebagaimana dikemukakan oleh John Locke. Prinsip-prinsip dasar HAM, seperti kebebasan, kemerdekaan, persamaan, dan keadilan, harus diintegrasikan dalam pembelajaran PKN. Dengan memahami HAM, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai perbedaan dan berpartisipasi aktif dalam demokrasi.

Meskipun penulis optimis tentang potensi PKN dalam membentuk karakter bangsa, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara teori dan praktik. Kurikulum PKN yang ada saat ini sering dianggap monoton dan kurang menarik bagi siswa. Penulis menyarankan agar PKN diimplementasikan secara humanis-partisipatoris, sehingga dapat menjadi laboratorium bagi penyemaian prinsip-prinsip demokrasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keindonesiaan. Dengan demikian, PKN diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih baik, sadar akan hak dan kewajibannya, serta mampu menghadapi tantangan demokrasi di masa depan. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan wawasan mendalam tentang urgensi Pendidikan Kewarganegaraan dalam konteks pembentukan karakter bangsa Indonesia.

Penulis berhasil menunjukkan bahwa PKN yang berbasis pada nilai-nilai demokrasi, HAM, dan masyarakat madani memiliki potensi besar untuk menciptakan generasi yang lebih baik. Namun, diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengatasi tantangan implementasi dan memastikan bahwa PKN dapat diterapkan secara efektif dalam sistem pendidikan Indonesia. Jurnal ini layak menjadi referensi bagi para pendidik, peneliti, dan pemangku kebijakan yang tertarik pada pengembangan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia.