Posts made by Ulfi Mira Sasmita 2217011057

Nama: Ulfi Mira Sasmita
NPM: 2217011057
Kelas : B

Jurnal ini ditulis oleh Aulia Rosa Nasution dan membahas pentingnya pendidikan kewarganegaraan (Civic Education) sebagai sarana untuk membentuk karakter bangsa Indonesia. Penelitian ini di latar belakangi oleh transisi Indonesia menuju sistem demokrasi pasca-rezim Orde Baru, yang menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan masyarakat madani. Dalam jurnal ini,menjelaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki banyak pengertian dan dimensi, termasuk sebagai ilmu kewarganegaraan yang membahas hubungan antara individu dan negara serta antar individu dalam masyarakat. Pendidikan ini bertujuan untuk menciptakan warga negara yang cerdas, aktif, dan kritis, serta memiliki kesadaran akan hak dan kewajibannya.Pendidikan kewarganegaraan harus melibatkan partisipasi aktif dari mahasiswa dan dosen dalam praktik berdemokrasi, sehingga dapat membangun kultur demokrasi yang berkeadaban. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan tidak hanya berfungsi sebagai pengajaran teori, tetapi juga sebagai praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan dari jurnal ini menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia yang demokratis dan beradab. Pendidikan ini harus diintegrasikan dengan nilai-nilai Pancasila dan prinsip-prinsip demokrasi untuk menciptakan sintesis kreatif yang sesuai dengan konteks Indonesia. Selain itu,perlunya dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk mengimplementasikan pendidikan kewarganegaraan secara efektif. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pembangunan masyarakat madani dan penguatan demokrasi di Indonesia
Nama: Ulfi Mira Sasmita
NPM: 2217011057
Kelas:B

Jurnal ini membahas konsep integrasi nasional sebagai solusi untuk meredam etnosentrisme dan berbagai konflik sosial-politik di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa sejak kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mengalami berbagai perubahan sistem politik yang berdampak pada stabilitas nasional. Perubahan dari Orde Lama ke Orde Baru serta pergeseran menuju reformasi menunjukkan bagaimana konflik politik dan sentralisasi kekuasaan mempengaruhi rasa kebangsaan. Ketika reformasi memberikan lebih banyak kebebasan dan otonomi daerah, justru terjadi perpecahan dan ketidakpastian, yang memicu berbagai masalah sosial, termasuk meningkatnya etnosentrisme. Identitas nasional menjadi fokus utama dalam jurnal ini. Menurut saya identitas bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terbentuk melalui proses sosial dan budaya. Identitas individu dan kelompok dapat berubah seiring dengan perubahan zaman dan lingkungan. Dalam konteks Indonesia, identitas nasional dibangun melalui faktor-faktor seperti bahasa, budaya, dan sejarah bersama. Namun, dalam era modern, media massa terutama televisi juga memainkan peran penting dalam membentuk identitas kolektif. Media menciptakan pola pikir dan kebiasaan yang seragam, yang secara tidak langsung mempercepat proses integrasi nasional.

Selanjutnya, jurnal ini membandingkan integrasi nasional dengan otonomi daerah. Tentang bagaimana kebijakan otonomi daerah justru memperkuat sentimen etnosentrisme. Dengan adanya otonomi daerah, banyak wilayah yang lebih mementingkan kepentingan lokal daripada kepentingan nasional. Contohnya adalah kecenderungan daerah untuk hanya mengangkat putra daerah dalam jabatan pemerintahan, yang justru mempersempit ruang interaksi antarbudaya. Hal ini berpotensi memperlemah persatuan bangsa karena masyarakat lebih fokus pada identitas daerahnya dibandingkan identitas nasional.Sebagai kesimpulan, bahwa integrasi nasional harus dijadikan strategi kebudayaan untuk menjaga persatuan bangsa.Masyarakat Indonesia perlu memiliki kesadaran untuk menembus batas identitas etnis dan daerah mereka demi kepentingan yang lebih luas. Integrasi nasional dapat tercapai jika seluruh elemen masyarakat bersedia berpartisipasi dalam membangun visi bersama sebagai bangsa Indonesia. Tanpa kesadaran tersebut, etnosentrisme dan perpecahan akan terus menjadi ancaman bagi stabilitas negara.
Nama: Ulfi Mira Sasmita
Npm : 2217011057
Kelas : B

Jurnal "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa "membahas peran kearifan lokal dalam memperkuat identitas bangsa Indonesia di tengah tantangan globalisasi. Jurnal ini menjelaskan tentang bagaimana perubahan sosial, ekonomi, dan politik pasca-reformasi menimbulkan tekanan yang dapat mengancam integrasi nasional. Dalam menghadapi tantangan ini, kearifan lokal dianggap sebagai elemen budaya yang harus dikaji dan direvitalisasi agar tetap relevan sebagai perekat identitas bangsa. Konsep Bhineka Tunggal Ika menjadi landasan dalam memahami keberagaman budaya yang ada di Indonesia, sehingga nilai-nilai lokal dapat menjadi fondasi dalam membangun kesatuan bangsa.
Jurnal ini juga mengkaji berbagai teori tentang identitas dan multikulturalisme, termasuk pandangan dari tokoh-tokoh seperti Benedict Anderson, Anthony Giddens, dan Samuel Huntington.Bahwa kearifan lokal bukan sekadar tradisi yang diwarisi dari generasi ke generasi, tetapi juga merupakan hasil adaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan mempertahankan nilai-nilai budaya yang khas, masyarakat dapat menghadapi arus globalisasi tanpa kehilangan jati dirinya. Selain itu, jurnal ini menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi integrasi sosial, seperti ketahanan budaya, nilai solidaritas, dan kesadaran kolektif masyarakat.
Dalam kesimpulannya, jurnal ini menegaskan bahwa kearifan lokal dapat menjadi modal sosial yang memperkuat identitas nasional. Dengan menghargai dan mengembangkan kearifan lokal, bangsa Indonesia dapat membangun kesadaran nasional yang kuat tanpa mengorbankan keberagaman budaya yang ada. Oleh karena itu, revitalisasi budaya lokal menjadi langkah strategis dalam menjaga harmoni sosial serta menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi. Selain itu, pentingnya pendidikan dan diplomasi budaya dalam mengukuhkan posisi Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya tinggi di kancah internasional.