Dwi Pauliyanna Safitri
2217011061
1. Dalam materi dan video di bahas Pancasila sebagai ideologi negara, Pancasila dipahami sebagai filosofi dasar yang menjadi panduan bagi bangsa Indonesia, baik secara normatif maupun realitas di lapangan. Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hal pemerintahan, sosial, maupun politik. Secara khusus, Pancasila sebagai ideologi terbuka menunjukkan fleksibilitasnya dalam menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, namun tetap mempertahankan nilai-nilai dasar.
2. Menurut saya, Pemahaman tentang Pancasila sebagai ideologi terbuka sangat penting. Pancasila dianggap tidak hanya sebagai sistem nilai yang tetap, tetapi juga terbuka untuk diinterpretasikan sesuai dengan perkembangan zaman. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh beberapa ahli dalam materi, seperti pandangan Soerjanto Poespowardojo, Pancasila bersifat integral, etis, dan religius. Pancasila menolak ideologi yang ekstrem seperti materialisme, pragmatisme, dan spiritualisme yang otoriter. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki dimensi idealitas (berisi nilai-nilai dasar), normatif (dijabarkan dalam peraturan perundangan), dan realitas (mencerminkan kehidupan nyata di masyarakat).
2217011061
1. Dalam materi dan video di bahas Pancasila sebagai ideologi negara, Pancasila dipahami sebagai filosofi dasar yang menjadi panduan bagi bangsa Indonesia, baik secara normatif maupun realitas di lapangan. Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hal pemerintahan, sosial, maupun politik. Secara khusus, Pancasila sebagai ideologi terbuka menunjukkan fleksibilitasnya dalam menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, namun tetap mempertahankan nilai-nilai dasar.
2. Menurut saya, Pemahaman tentang Pancasila sebagai ideologi terbuka sangat penting. Pancasila dianggap tidak hanya sebagai sistem nilai yang tetap, tetapi juga terbuka untuk diinterpretasikan sesuai dengan perkembangan zaman. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh beberapa ahli dalam materi, seperti pandangan Soerjanto Poespowardojo, Pancasila bersifat integral, etis, dan religius. Pancasila menolak ideologi yang ekstrem seperti materialisme, pragmatisme, dan spiritualisme yang otoriter. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki dimensi idealitas (berisi nilai-nilai dasar), normatif (dijabarkan dalam peraturan perundangan), dan realitas (mencerminkan kehidupan nyata di masyarakat).