Kiriman dibuat oleh Zahra Aulia

Nama : Zahra Aulia
NPM : 2213041009


konvensi adalah sebuah kesepakatan yang sudah di terima orang banyak dan telah menjadi tradisi dan menyebabkan timbulnya berbagai macam aturan yang harus dipenuhi oleh pengarang.

Sebenarnya konvensi ini tidak ada yang tahu siapa yang menciptakan terlebih dahulu, seperti konvensi dalam sebuah puisi memiliki rima dan bersajak a-a atau ab-ab.
ketika melihat sebuah puisi tanpa rima maka kita memandang nya menjadi sebuah ke anehan dan kejanggalan karena dari awal kita sudah di kenalkan puisi memiliki rima dan lain-lain. Namun bukan berarti ketika dalam sebuah karya sastra tanpa konvesi itu adalah pelanggaran, karena di dalam sebuah penciptaan karya sastra juga ada sebuah inovasi yang tidak dapat di pisahkan dengan konvensi.

Jika konvensi adalah kesepakatan yang sudah di terima orang banyak dan telah menjadi tradisi dan Inovasi adalah gagasan baru atau pembaruan yang di ciptakan pengarang sesuai keadaan saat ini dan mengikuti zaman nya. Jadi ketika seorang pengarang ingin menciptakan karya sastra tanpa mempedulikan konvensi atau kaidah, menurut saya bukanlah sebuah pelanggaran selama karya itu dapat di terima dan di nikmati masyarakat.
Ketika dalam sebuah sastra selalu memperhatikan konvensi tanpa inovasi maka sebuah karya sastra tidak akan pernah berkembang. Menurut saya walaupun konvensi dan inovasi adalah sebuah perbedaan, namun kedua nya tidak dapat di pisahkan karena kedua nya saling melengkapi.
Assalamu'alaikum Pak, izin menjawab pertanyaan.
Nama: Zahra Aulia
NPM: 2213041009
Kelas: 1A


Sastra memiliki unsur-unsur pikiran, pengalaman, ide, perasaan, semangat, keyakinan, ekspresi, bentuk dan bahasa. Jadi sastra adalah karya yang di hasilkan oleh manusia (seseorang) dari buah pikiran, ide, perasaan, semangat dan lain nya.

Hubungan sastra dengan studi sastra. Sastra adalah karya atau ciptaan yang di hasilkan oleh seseorang, sedangkan studi sastra adalah kajian yang berfokus pada ilmu yang yang di pelajari sebelum menciptakan karya sastra.

contoh nya adalah, ketika saya ingin membuat karya sastra maka saya perlu mempelajari teori-teori nya terlebih dahulu melalui studi sastra agar menciptakan karya yang dapat sampai oleh penikmat nya.