Berikan pandangan Anda kepada sejumlah karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya sastra? Apakah ini sebuah pelanggaran? Apa yang dimaksud inovasi dalam penciptaan karya sastra?
Nama : Mira Fitri Yani
NPM : 2213041031
Konvensi merupakan aturan-aturan atau norma sosial ynag sudah disetujui dalam masyarakat terutama mengenai tradisi adat dan lain sebagainya. Konvensi dalam sastra terbagi menjadi tiga yaitu: konvensi bahasa, konvensi sastra, dan konvensi budaya.
Menurut pandangan saya, sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi diibaratkan "sayur tanpa garam", karena kedudukan konvensi dalam sastra sangat penting, hal ini disebabkan agar pembaca dapat mengambil makna yang sesuai dan tepat yang terkandung dalam karya sastra itu sendiri. Menurut saya karya sastra yang tidak menggunakan konvensi dalam penciptaannya tidak bisa dikatakan pelanggaran, hanya saja karya sastra tersebut kurang sesuai dengan kaidah penciptaan karya sastra. Dalam penciptaan karya sastra seorang sastrawan harus memperhatikan konvensi, baik konvensi bahasa, konvensi sastra, dan konvensi budaya dalam penciptaan sebuah sastra. Karena pada hakikatnya sastra diciptakan untuk dinikmati, dipahami dan dimanfaatkan.
Inovasi adalah proses pembaharuan berupa ide, gagasan, dan praktik yang dilandasi dan dapat diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diaplikasikan atau diadopsi. Inovasi sastra berarti pembaharuan dalan karya sastra yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Contohnya Kakawin Bali Dwipa, tergolong sebagai suatu inovasi dalam karya sastra kakawin.
Npm: 2213041003
Konvensi sastra dapat diartikan sebagai aturan dalam bidang sastra yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi. konvensi sastra itu juga perlu dan penting, tetapi sifatnya tidak membatasi.
Konvensi dalam KBBI memiliki pengertian permufakatan atau kesepakatan, dalam pengertian yang lebih luas, konvensi merupakan aturan-aturan atau norma-norma sosial yang sudah di setujui dalam sebuah masyarakat terutama mengenai tradisi adat. konvensi dalam sastra dibagi menjadi tiga bagian, yakni, konvensi bahasa, sastra, dan budaya.
Sastrawan juga perlu konvensi bahasa sebagai pertimbangan sebuah karyanya. Apabila sastrawan tidak memperhatikan konvensi dalam menciptakan karya, maka batasan bahasa yang digunakannya bisa melampaui kebebasan. Hasil karyanya menjadi sulit untuk mengetahui maknanya. Hal ini disebabkan sastrawan menggunakan bahasa yang abstrak, inajinatif, serta inkonvensional.Karena perlu kita ketahui bahwa sebuah sastra biasanya, diciptakan untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan.
Inovasi dalam penciptaan karya sastra adalah pengembangan atau penciptaan sebuah karya sastra yang di inovatifkan menjadi karya yang lebih baru,atau lebih meningkatkan sebuah karya. Sejatinya, Inovasi yang hadir dengan gagasan serta ide baru diharapkan mampu membuat suatu karya menjadi lebih bernilai dan berkualitas dari sebelumnya.
Npm :2213041016
Konvensi masuk pada ranah sastra pada abad ke-19 yang dimana, itu menyebabkan adanya aturan-aturan yang wajib dipenuhi oleh seorang pengarang. Dalam bidang sastra konvensi bahasa dapat diartikan sebagai aturan-aturan bahasa dalam sebuah masyarakat yang sudah disepakati bersama, karna dalam sebuah karya sastra bahasa yang digunakan memiliki bahasa yang berbeda dengan bahasa yang biasa dipakai masyarakat pada umumnya.
Menurut saya karya sastra yang lahir tanpa memperdulikan konvensi atau kaidah itu hambar, Karena konvensi atau kaidah dalam karya sastra itu sangat penting.Sastrawan harus memperhatikan konvensi setiap ingin membuat karya sastra agar nanti nya sastrawan tidak melampaui batasan saat membuat karya sastra.Menurut pandangan saya karya sastra tanpa menggunakan konvensi tersebut sah sah saja,hanya saja karya tersebut kurang sesuai dengan kaidah.Bahasa yang digunakan dalam karya nya juga akan kurang dipahami dan dinikmati apabila tidak menggunakan konvensi atau kaidah.
inovasi dalam karya sastra merupakan suatu proses untuk mewujudkan, mengkombinasikan, atau mengembangkansuatu pengetahuan/gagasan ide, yang kemudian disesuaikan guna mendapat nilai baru suatu karya sastra.
NPM: 2213041032
Menurut saya jika karya sastra lahir tanpa adanya konvensi atau kaidah seperti ada yang kurang, seperti yang di katakan mira ibaratkan sayur tanpa garam. Konvensi adalah norma yang pastinya berkaitan erat dengan karya sastra. Apa lagi kalau karya sastra tersebut membahas tentang budaya jelas norma tidak terpisahkan dari budaya itu sendiri. Dan menurut saya itu bukan suatu pelanggaran hanya saja terasa seperti ada yang kurang dengan karya sastra tersebut bagaimana pun juga sekarang banyak karya sastra yang mengikuti perkembangan zaman.
Inovasi adalah pembaharuan, seperti yang saya katakan karya sastra pastinya akan selalu berkembang mengikuti zaman.
NPM: 2213041015
konvensi yakni suatu kesepakatan yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi. sedangkan konvensi sastra adalah sebagai aturan dalam bidang sastra yang diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi m artinya suatu kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.
menurut pandangan saya, karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi sama saja melupakan hal paling dasar dalam menulis karya sastra. konvensi memiliki peranan penting dalam karya sastra dan sebaiknya tidak dapat dipisahkan dalam penulisan karya sastra. sastrawan dalam menulis karya sastranya terikat oleh hakikat sastra dan konvensi-konvensi sastra, tanpa demikian karya sastra tidak akan direbut(direkuperasi) maknanya secara optimal. sebab bila menyimpang sama sekali dalam konveksi maka karya sastra tersebut tidak akan dikenal oleh masyarakat atau tidak dimengerti oleh masyarakat. dan menurut saya, karya sastra yang tidak menggunakan konvensi dalam penulisan karya sastra tidak bisa dikatakan sebagai pelanggaran. karena walaupun tidak mengikuti konvensi, bukan berarti dapat dikatakan pelanggaran. hanya saja tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dalam penulisan karya sastra. penulisan dalam karya sastra yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran contohnya adalah pembajakan terhadap karya sastra orang lain. dan sebaiknya sastrawan dalam menulis karya sastra, harus seimbang baik antara konvensi dan inovasinya. sehingga masyarakat mudah mengerti dan dapat dan dapat dikenal oleh masyarakat, dan memenuhi aturan atau kaidah yang berlaku dalam penulisan karya sastra.
inovasi adalah sesuatu yang baru atau pembaharuan dari yang sudah ada pada sebelumnya. inovasi dalam karya sastra artinya adalah ide dan gagasan yang baru atau pembaharuan dan merupakan hasil kreativitas sastrawan untuk menciptakan karya sastra yang unik dan berbeda dari karya sastra yang sudah ada pada sebelumnya. karya sastra yang diciptakan akan lebih identik dengan diri sastrawan itu sendiri.
NPM : 2213041037
Menurut pendapat saya, tujuan dari adanya konveksi sastra yaitu untuk kepentingan estetika atau keindahan dari sebuah karya sastra, dimana konveksi tersebut juga sudah disepakati bersama. Karya sastra yang lahir tanpa memperhatikan konveksi atau aturan menurut saya sebuah pelanggaran dari sebuah aturan penulisan karya sastra, karya tersebut tidak bisa disebut karya sastra. Selain itu karya tersebut juga kurang indah, karena tidak ada nilai estetika.
Inovasi itu sebuah perubahan atau pembaharuan, jadi inovasi dalam sastra merupakan sebuah perubahan dari zaman ke zaman, secara kreatif sastrawan mengubah batasan-batasan yang sudah diterima dalam masyarakat.
NPM : 2213041009
konvensi adalah sebuah kesepakatan yang sudah di terima orang banyak dan telah menjadi tradisi dan menyebabkan timbulnya berbagai macam aturan yang harus dipenuhi oleh pengarang.
Sebenarnya konvensi ini tidak ada yang tahu siapa yang menciptakan terlebih dahulu, seperti konvensi dalam sebuah puisi memiliki rima dan bersajak a-a atau ab-ab.
ketika melihat sebuah puisi tanpa rima maka kita memandang nya menjadi sebuah ke anehan dan kejanggalan karena dari awal kita sudah di kenalkan puisi memiliki rima dan lain-lain. Namun bukan berarti ketika dalam sebuah karya sastra tanpa konvesi itu adalah pelanggaran, karena di dalam sebuah penciptaan karya sastra juga ada sebuah inovasi yang tidak dapat di pisahkan dengan konvensi.
Jika konvensi adalah kesepakatan yang sudah di terima orang banyak dan telah menjadi tradisi dan Inovasi adalah gagasan baru atau pembaruan yang di ciptakan pengarang sesuai keadaan saat ini dan mengikuti zaman nya. Jadi ketika seorang pengarang ingin menciptakan karya sastra tanpa mempedulikan konvensi atau kaidah, menurut saya bukanlah sebuah pelanggaran selama karya itu dapat di terima dan di nikmati masyarakat.
Ketika dalam sebuah sastra selalu memperhatikan konvensi tanpa inovasi maka sebuah karya sastra tidak akan pernah berkembang. Menurut saya walaupun konvensi dan inovasi adalah sebuah perbedaan, namun kedua nya tidak dapat di pisahkan karena kedua nya saling melengkapi.
NPM: 2213041029
Sastra sangat berkaitan dengan konvensi dan inovasi, konvensi merupakan aturan yang sudah di sepakati orang banyak dan sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan orang secara terus menerus dari waktu ke waktu.Kesepakatan tersebut dapat diartikan sebagai norma yang dianut dan ditaati oleh masyakat yang menyepakatinya.
Sedangkan inovasi adalah pengembangan dari karya sastra. Sastra harus ada inovasi dalam semua hal. Itu sebabnya perkembangan karya sastra selalu berada dalam ketegangan antara konvensi dan inovasi. Maksud ketegangan di sini ialah terjadi perubahan. Seiring dengan perkembangan zaman, konvensi sastra mengalami perubahan sesuai dengan dorongan untuk berkreativitas dan keinginan untuk berinovasi yang muncul dari si pengarang.
Re: Konvensi dan Inovasi Sastra
Nama: Chaterin Olivia
NPM: 2213041002
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konvensi adalah permufakatan atau kesepakatan (terutama mengenai adat, tradisi, dan sebagainya).
Apa yang dimaksud konvensi sastra?
Konvensi sastra pada awalnya mengandung pengertian atau aturan-aturan sosial yang sudah disetujui oleh masyarakat. Konvensi tersebut kemudian masuk dalam bidang sastra pada abad ke-19. Konvensi sastra menyebabkan timbulnya berbagai macam aturan yang harus dipenuhi oleh pengarang. Saya ambil contoh, seorang pengarang yang akan menulis pantun, maka dia terikat dengan konvensi seperti persajakan, jumlah baris, sampiran, dan isi.
Jadi Konvensi sastra merupakan aturan-aturan yang telah di sepakati bersama demi kepentingan estetika sebuah karya sastra, dimana didalamnya terdapat peraturan bagi pengarang untuk membuat karya sastra nya.
Inovasi merupakan proses pengembangan untuk menciptakan atau memperbaiki suatu produk menjadi perubahan atau pembaharuan. Dengan melakukan inovasi ada banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil yaitu meningkatkan efisiensi, meningkatkan produktifitas, dan menghemat waktu.
NPM: 2213041022
Menurut pandangan saya, peranan konvensi dalam sastra dan karya sastra itu sangat penting, karena sering kali konvensi itu menjadi tembok dalam pencipptaan karya sastra. Tetapi karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi tidak dapat dikatakan sebuah pelanggaran karena bukan suatu hal yang salah jika membuat karya sastra yang keluar dari konvensi sastra yang ada, tetapi mungkin hal tersebut kurang sesuai dalam penciptaan karya sastra. Jadi, konvensi merupakan suatu kesepakatan yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi. Sedangkan konvensi sastra dapat diartikan sebagai aturan dalam bidang sastra yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi.
Sedangkan inovasi dalam penciptaan karya sastra adalah pemasukan atau pengenalan hal hal yang baru, atau pembaharuan dalam karya sastra sesuai dengan perkembangan zaman. Berkembangnya konvensi sastra disebabkan oleh inovasi yang dibuat oleh para pengarang. Berdasarkan pembahasan dapat diketahui bahwa sastra tidak dapat dibatasi begitu saja karena pengarang memiliki inovasi. Konvensi dan inovasi tidak dapat dipisahkan karena jika karya sastra terlalu terpaku dengan konvensi tanpa memikirkan inovasi, maka sastra tidak akan berkembang.
NPM : 2213041004
Konvensi adalah suatu kesepakatan yang sudah diterima orang banyak. Maksudnya adalah sesuatu yang memang sudah menjadi tradisi dan kebiasaan secara terus - menerus. Sedangkan Inovasi adalah suatu pembaharuan berupa ide dan gagasan yang diikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurut pandangan saya, sastra taboa konveksi adalah hal yang mustahil karena jika karya sastra tidak memakai konveksi maka hasil karya tersebut belum tentu benar dalam isi bahasa maupun teksnya. Konveksi juga memiliki tahta tertinggi karena seorang sastrawan pun membutuhkan konveksi sebagai pertimbangan. Dan juga kita membutuhkan inovasi di setiap karya sastra karena inovasi tersebut bisa membuat karya atau hal baru dalam karya sastra.
Npm : 2213041035
Konvensi merupakan suatu kesepakatan yang sudah diterima oleh orang banyak dan sudah menjadi tradis, yang artinya kebiasaan itu dilakukan secara terus menerus dari waktu ke waktu.
Satra juga berkaitan dengan konvensi semacam itu.
Menurut pandangan saya, sastra selalu berubah dari zaman ke zaman karena sastrawan secara kreatif selalu mengubah batasan-batasan yang sudah diterima dalam masyarakat, dan dimana dinamika sastra juga terkait dengan konteks budaya. Sastra tanpa menggunakan konvensi akan tidak teratur yang bisa melampaui kebebasan. Karnanya, dalam sastra sudah di bagi aturan-aturan dan norma-norma sosial yang sudah disetujui dalam masyarakat yakni tentang konvensi bahasa, sastra, dan budaya. Tanpa adanya konvensi tidak adanya keindahan dan tidak akan dikenal oleh masyarakat. Akan tetapi, bukan berarti tidak menggunakan konvensi dalam karya sastra disebut pelanggran hanya saja sedikit adanya kekurangan pada karya sastra tersebut.
Inovasi adalah pembaharuan, yang sudah di jelaskan di atas inovasi dalam karya sastra yaitu pembahruan karya sastra yang selalu mengikuti perkembangannya dari zaman ke zaman.
Re: Konvensi dan Inovasi Sastra
Npm:2213041005
Menurut pandangan saya jika sebuah karya sastra yang lahir tidak memedulikan Konvensi atau kaidah maka,Karya sastra tersebut sebuah pelanggaran sebab,Konvensi itu untuk kepentingan estetika atau keindahan sebuah karya sastra atau aturan aturan yang ada di sebuah karya sastra,jika karya sastra tidak memedulikan Konvensi maka karya sastra tersebut menjdi susah untuk di pahami maknanya
Inovasi adalah suatu proses untuk mengubah kesempatan menjadi ide yang dapat dipakai dakam sebuah karya sastra.
Inovasi juga adalah suatu kombinasi visi untuk menciptakan suatu gagasan yang baik dan keteguhan serta dedikasi untuk mempertahankan konsep melalui implementasi.
Npm : 2213041024
Konvensi yakni suatu kesepakatan yang sudah diterima oleh orang banyak dan sudah menjadi tradisi.Artinya, kebiasaan ini dilakukan orang secara terus menerus dari waktu ke waktu.
Menurut pendangan saya, karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi sama saja hal nya dengan karya sastra yang kurang lengkap.konvensi sastra itu tentu perlu dan penting karena terdapat unsur estetika dan keindahan didalamnya.
Menurut KBBI, inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru; pembaruan.Inovasi dalam penciptaan karya sastra merupakan pembaruan atau pengembangan karya sastra yang diciptakan supaya lebih kreatif dan menarik dari sebelumnya.
Re: Konvensi dan Inovasi Sastra
Npm : 2213041021
Konvensi merupakan hukum dasar tak tertulis yang didalamnya terdapat kebiasaan ketatanegaraan dalam sebuah negara. Hukum dasar tak tertulis seperti konvensi memiliki sifat melengkapi, menyempurnakan serta menghidupkan kaidah hukum perundang-undangan.
Konvensi bahasa adalah kesepakatan atau aturan dalam masyarakat yang telah disepakati bersama. Dalam sastra perlu adanya konvensi bahasa karena banyak masyarakat yang sulit untuk mencerna bahasa sastra.
konvensi sastra ialah tidak lain untuk kepentingan estetika atau keindahan. Dengan demikian, konvensi sastra sifatnya tidak membatasi. Pasti ada kreativitas dan inovasi dari si pengarang. Sastra harus ada inovasi dalam semua hal.
Inovasi merupakan bentuk perwujudan sesuatu yang baru atau membuat pembaruan terhadap sesuatu yang sudah ada. Inovasi dapat diartikan juga sebagai bentuk kreativitas yang bukan hanya sekedar membuat sebuah ide yang baru dan berguna, tetapi dapat diimplementasikan dan dikomersilkan serta mempunyai dampak yang besar.
Karya inovatif adalah karya yang bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru. Sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi, dan seni.
Nama : Alia Niroshi
NPM : 2213041020
Konvensi adalah aturan-aturan sosial yang sudah disetujui oleh masyarakat. Konvensi tersebut kemudian masuk dalam bidang sastra pada abad ke-19. Adanya konvensi sastra menyebabkan timbulnya berbagai macam aturan yang harus dipenuhi oleh pengarang.
Menurut pandangan saya jika karya sastra tidak memedulikan konvensi ibarat seperti masakan tanpa bumbu, makanannya jadi tapi hambar. Sama seperti sastra tanpa konvensi tidaklah sedap. Namun, ketidaksesuaian bukan berarti melanggar, justru membuat karya sastra menjadi berkembang. Berkembangnya konvensi disebabkan oleh inovasi yang dibuat oleh para pencipta/pengarang sastra. Dari inovasi itulah memunculkan konvensi-konvensi baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
NPM : 2213041006
Konvensi merupakan kesepakatan aturan yang dapat diterima oleh masyarakat luas dan telah menjadi sebuah kebiasaan. konvensi tidak hanya berubah dari zaman ke zaman, namun berkaitan juga dengan konteks budaya pada masanya. Secara garis besar, konvensi sastra yang paling dasar adalah penggolongan jenis-jenis teks sastra menjadi tiga, yaitu genre prosa, puisi, dan drama. Masing-masing genre tersebut masih dibagi lagi menjadi sub-sub genre. Namun konvensi yang berlaku disuatu masyarakat tertentu pada waktu tertentu menentukan klasifikasi sub semacam ini. Dalam masyarakat yang mengenal perubahan dari masyarakat tradisional dan modern, masyarakat yang menggunakan bahasa daerah dan bahasa nasional, masih terdapat lagi pembagian kelompok sastra tradisional dan sastra modern.
Inovasi sastra adalah pembaharuan berupa ide, gagasan, dan pemikiran terhadap sastra. Inovasi akan sangat dibutuhkan demi memperoleh sesuatu yang baru dan lebih baik. Sebuah inovasi dapat dikatakan berhasil apabila penciptaan dan pelaksanaan proses, produk, jasa, dan metode yang baru dapat menghasilkan perbaikan kualitas hasil yang efektif dan efisien. Karya sastra akan menjadi nilai jual tinggi apabila kualitas bahasa yang digunakan semakin tinggi.
NPM : 2213041026
Menurut saya karya sastra tanpa memperdulikan konvensi itu kurang tepat, karena bahasa yang digunakan dalam sebuah karya sastra haruslah sesuai dengan sistem konvensi. Ketika sastrawan menulis sebuah karya sastra perlu menghindari hal-hal yang menggunakan bahasa menyimpang, sastrawan harus mengaitkan ruang lingkup konvensi bahasa, konvensi sastra, dan konvensi budaya, agar karya sastra yang dihasilkan menjadi baik dan benar, Jadi konvensi dalam karya sastra sangat lah penting agar para pembaca dapat mengambil makna yang sesuai dan tepat yang terkandung dalam sebuah karya sastra itu.
Inovasi adalah memperkenalkan sesuatu yang baru atau bersifat pembaruan atau kreasi baru. Perlunya inovasi dalam penciptaan karya sastra adalah untuk membuat ide-ide baru yang menarik dan kreatif dan pasti nya untuk membuat sebuah karya sastra itu memiliki makna dan ada nilai-nilai di dalam nya.
NPM : 2213041010
Secara umum, konvensi merupakan hukum dasar tak tertulis yang didalamnya terdapat kebiasaan ketatanegaraan dalam sebuah negara. Hukum dasar tak tertulis seperti konvensi memiliki sifat melengkapi, menyempurnakan serta menghidupkan kaidah hukum perundang-undangan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, konvensi adalah permufakatan atau kesepakatan terutama mengenai adat, tradisi dan sebagainya. Konvensi juga bisa diartikan sebagai aturan dasar yang bisa timbul serta terpelihara jika dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang.
Menurut pandangan saya, kovensi pada sebuah karya sastra itu sangat penting, karena karya sastra sendiri lahir pada masyarakat yang memiliki konvensi, tradisi, pandangan tentang estetika, dan tujuan berseni yang kemungkinan justru merupakan rekaman masyarakat tentang seni. karena sastrawan saja perlu konvensi untuk mempertimbangkan sebuah karya sastranya. seperti contoh puisi, puisi jika tanpa konvensi maka bait-bait pada puisi tersebut akan kurang tepat atau terdapat sebuah kesalahan pada penggalan puisi tersebut. jadi, konvensi pada karya sastra itu sangat penting, baik dalam penulisan teks atau kalimat, pandangan tentang estetikanya dan lain sebagainya.
Inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal baru atau pembaruan. atau bisa diartikan inovasi adalah penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya ( gagasan, metode, atau alat ).
NPM: 2213041011
Pandangan saya terhadap sejumlah karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya adalah tidak masalah karena di jaman sekarang tidak semuanya memakai konvensi atau kaidah dalam sastra dan itu disebut dengan inovasi sastra, mereka membuat inovasi karya sastra dan itu tidak melanggar selagi masih ada unsur keestetikannya.
Inovasi dalam penciptaan karya sastra adalah membuat atau menciptakan suatu karya sastra yang baru atau mengembangkan sebuah karya sastra agar menjadi karya sastra yang baru atau inovasi sastra.
Re: Konvensi dan Inovasi Sastra
NPM. : 2213041019
konvensi merupakan aturan-aturan sosial yang sudah disetujui oleh masyarakat. Adanya konvensi sastra menyebabkan timbulnya berbagai macam aturan yang harus dipenuhi oleh pengarang. Kita ambil contoh,seorang pengarang yang akan menulis pantun, maka dia terikat dengan konvensi seperti persajakan, jumlah baris, sampiran, dan isi.Jadi menurut pandangan saya karya sastra yang tidak mempedulikan konveksi atau kaidah itu sangat disayangkan karena karya sastra tersebut menjadi seperti ada yang kurang,tetapi tidak mempedulikan konveksi dalam karya sastra bukanlah sebuah pelanggaran seperti yang dikemukakan oleh Prof. A.Teeuw bahwa dalam ilmu sastra modern peranan konvensi dalam sastra dan karya sastra sangat ditekankan,bukan sebagai sistem yang begitu baku dan ketat, tetapi sistem yang luwes dan dinamis. Dengan demikian, konvensi sastra sifatnya tidak statis,melainkan terus berkembang. Berkembangnya konvensi sastra disebabkan oleh inovasi yang dibuat oleh para pengarang.
Inovasi adalah proses pengembangan, pengetahuan,keterampilan dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk, proses, atau sistem yang baru,menjadi lebih baik atau signifikan.
Izin menjawab Pak
Nama : Siti Hardila
NPM : 2213041036
Konvensi adalah suatu aturan-aturan atau kesepakatan yang telah di setujui dan di terima oleh masyarakat. Contoh konvensi sastra adalah pantun yang terdiri dari empat baris, terdiri dari sampiran dan isi, bersajak a-b-a-b ialah disebut konvensi pantun. Artinya, pantun memiliki aturan-aturan seperti di dalam penciptaannya.
Seperti yang di kemukakan oleh Ahmad Bahtiar, M.Hum. bahwa konvensi sastra merupakan suatu hal yang perlu dan penting, tetapi sifatnya tidak membatasi suatu karya sastra itu sendiri. Pasti ada kreativitas dan inovasi dari si pengarang.
Tujuan dari aturan-aturan itu sendiri adalah untuk menunjukkan kaidah penulisan yang baik sebagaimana semestinya sastra di ciptakan.
Menurut pendapat saya apabila sebuah karya sastra lahir tanpa mempedulikan konvensi tentu saja tidak akan lengkap dan sempurna,selain itu di khawatirkan juga karya sastra tersebut tidak mengikuti kaidah penulisan yang baik dan memiliki kebebasan sendiri karena tidak terikat oleh aturan-aturan atau yang di sebut konvensi itu sendiri, tetapi hal itu tidak dapat dikatakan sebuah pelanggaran dalam penciptaan sebuah karya sastra, karena konvensi sastra memang bersifat penting tetapi tidak membatasi suatu karya sastra itu sendiri.
Inovasi adalah ide ide baru yang belum ada sebelumnya atau sebuah pembaruan terhadap ide ide yang berbeda dengan yang telah ada sebelumnya. Sastra harus ada inovasi dalam semua hal. Itulah sebabnya perkembangan karya sastra selalu berada dalam ketegangan antara konvensi dan inovasi. Maksud ketegangan di sini ialah terjadi perubahan. Seiring dengan perkembangan zaman, konvensi sastra mengalami perubahan sesuai dengan dorongan untuk berkreativitas dan keinginan untuk berinovasi yang muncul dari si pengarang.
Npm: 2213041013
konvensi yaitu kesepakatan yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi. sastra berkaitan dengan konvensi semacam itu. Artinya, apabila anda mau menulis puisi, anda harus tahu bagaimana cara menuliskannya.
Menurut pandangan saya karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya sastra yaitu akan menimbulkan perbedaan dan pertentangan seperti arti ditingkatkan kepada makna, perbedaan arti dan makna semiotik sastra merupakan yang paling penting.
inovasi dapat diartikan sebagai sesuatu yang baru dan belum ada secara umumnya yang ada pada ide, gagasan, yang dilandasi dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seorang pencipta karya sastra/pengembang karya sastra untuk diaplikasikan.
Npm : 2213041018
Kelas: 1 A
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konvensi adalah permufakatan atau kesepakatan (terutama mengenai adat, tradisi, dan sebagainya).
Menurut pandangan saya jika sastra tidak memperdulikan konvensi maka hasil karya sastra tidak akan di hasilkan secara efektif, maka dari itu konvensi dalam sastra sangat penting untuk dikuasai oleh para pembaca karya sastra, baik itu konvensi bahasa, sastra maupun budaya, hal itu disebabkan agar para pembaca dapat mengambil makna yang sesuai dan tepat yang terkandung dalan karya sastra itu sendiri.
Inovasi ialah sebagai sebuah gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbarui suatu produk atau proses dan jasa. Inovasi ialah sebuah ide, gagasan, ojek, dan praktik yang dilandasi dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau pun kelompok tertentu untuk diaplikasikan atau pun diadopsi.
Npm: 2213041014
Konvensi merupakan aturan yang disepakati oleh masyarakat dan sudah menjadi sebuah tradisi. Konvensi dalam sastra itu penting sebagai nilai estetika, keindahan, dan keunikan dalam sebuah karya sastra. Meskipun demikian, jika sebuah karya sastra lahir tanpa memperdulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya sastra itu tidak disebut sebuah pelanggaran sebab karena konvensi bukanlah halangan bagi para pengarang dalam membuat karya sastra, dan juga konvensi dalam sastra ini sifatnya tidak membatasi, tetapi tetap mengikuti aturan yang telah disepakati. Contohnya pada puisi “Hyang?” dan “Tragedi Winka dan Sihka” yang sebagian dari kita beranggapan bahwa karya di atas bukanlah puisi karena tidak sama dengan puisi-puisi yang biasa ditemukan. Akan tetapi, karya Sutardji ini adalah karya sastra berupa puisi, namun dengan konsep penulisan yang berbeda. Inilah yang menjadi pembeda dengan puisi-puisi lain di luaran sana. Walaupun puisi tersebut tidak sesuai dengan konvensi puisi yang ada di zamannya, terutama pada konvensi visual dengan karya-karya pada umumnya. Akan tetapi, ketidak sesuaian karya dengan konvensi yang ada bukan berarti karya itu salah. Justru dengan karya yang demikian membuat sastra menjadi berkembang.
Penulis memang perlu memiliki konvensi bahasa untuk mempertimbangkan karya yang akan dibuatnya. Konvensi bahasa ini adalah bentuk kreativitas dan inovasi dari penulis. Seiring dengan perkembangan zaman, karya sastra akan mengalami perubahan. Oleh karena itu, penulis harus memiliki inovasi untuk mengembangkan karya yang akan dibuatnya. Walaupun konvensi bahasa ini memiliki sifat tidak membatasi, tetapi jika penulis tidak memperhatikan konvensi bahasa dalam menulis sebuah karya, maka sifat tidak membatasi itu bisa melampaui kebebasan. Sehingga karya yang ditulisnya menjadi sulit untuk diketahui maknanya. Selain penulis sastra, pembaca sastra juga harus menguasai konvensi bahasa, agar pembaca dapat mengapresiasi karya sastra yang dibacanya. Sebab, setiap karya sastra memiliki keunikan bahasanya masing-masing.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan pengertian inovasi adalah penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada dan sudah dikenal. Gambaran dari pengertian inovasi bisa berupa karya baru, entah itu gagasan, metode, atau alat. Berpikir inovasi adalah cara berpikir seseorang dengan tujuan untuk membuat, menciptakan, atau memperbaharui penemuan-penemuan yang sudah ada dan sesuai dengan perkembangan zaman agar menghasilkan penemuan yang jauh lebih baik daripada penemuan sebelumnya. Dalam penciptaan karya sastra inovasi diperlukan untuk menciptakan sebuah karya sastra yang baru yang berbeda dari karya sastra sebelumnya serta yang dapat mengikuti sesuai dengan perkembangan zaman yang ada pada saat ini.
Re: Konvensi dan Inovasi Sastra
Npm : 2213041033
Kelas : PBSI 1A
Konvensi merupakan suatu kesepakatan yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi. Artinya kebiasaan itu dilakukan oleh orang secara terus-menerus dari waktu ke waktu.
Menurut saya karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi masih bisa disebut sebagai karya sastra. Namun karya tersebut tidak bisa dipastikan kebenarannya karena tidak mengikuti kaidah konvensi yang telah disepakati. Bagi orang awam yang memandang karya sastra tanpa konvensi mungkin beranggapan bahwa karya tersebut sudah benar dan tepat, namun beda pandangan dengan para ahli bahasa yang menganggap karya tersebut kurang tepat karena tidak mengikuti aturan konvensi yang telah menjadi kesepakatan. Jadi, menurut saya karya sastra yang ditulis tidak berdasarkan konvensi bukan termasuk pelanggaran.
Inovasi adalah pengembangan atau pembaharuan. Dalam penciptaan karya sastra sama sekali tidak diberikan batasan. Orang bebas menciptakan karya sastra sekreatif mungkin. Semakin majunya zaman maka semakin banyak pula inovasi yang lahir dalam bidang sastra.
Re: Konvensi dan Inovasi Sastra
NPM : 2213041001
Konvensi merupakan suatu kesepakatan yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi (Surastina, 2018: 6). Sedangkan konvensi sastra dapat diartikan sebagai aturan dalam bidang sastra yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi. Menurut saya, karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya sastra dapat berdampak negatif dan positif. Dampak negatifnya tidak adanya aturan membuat tiap pengarang dapat membuat karya sastra sesuka hati mereka tetapi karya tersebut sulit dipahami oleh pembaca karena tidak adanya aturan dan bisa saja tidak menyesuaikan konteks pada masa itu dikarenakan kebebasan sang pengarang. Dampak positif, kebebasan dalam penulisan suatu karya membuat para pengarang terus berinovasi dan pembaca bebas memaknai suatu karya berdasarkan sudut pandang mereka. Dan kita tidak bisa menjadikan hal tersebut sebuah pelanggaran karena karya sastra bersifat dinamis dan akan berubah sesuai masanya . Inovasi dalam karya sastra adalah suatu pembaharuan atau perkembangan dari suatu karya yang terus berubah sesuai masanya.
Npm : 2213041027
Menurut pandangan saya, karya sastra yang lahir tanpa mempedulikan konvensi atau kaidah dalam pembuatan karya sastra itu seperti karya sastra yang kurang lengkap atau karya sastra yang kurang sempurna seperti ada yang kurang dalam karya sastra tersebut, namun ini bukan suatu pelanggaran hanya saja karya sastra nya tidak sempurna jika tidak mempedulikan konvensi dan kaidah dalam pembuatan sastra. inovasi dalam penciptaan karya sastra penciptaan atau pengembangan karya sastra yang di inovatifkan menjadi karya yang lebih baru, atau lebih baik. inovasi yang hadir dengan gagasan serta ide baru di harapkan mampu membuat suatu karya yang lebih bernilai dan lebih berkembang dari sebelumnya .
Re: Konvensi dan Inovasi Sastra
NPM : 2213041060
Menurut saya karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya sastra itu seperti karya yang kurang lengkap. Kenapa saya berpendapat seperti ini, karena menurut saya yang disebut karya sastra adalah sebuah karya yang dibuat dengan penuh keindahan, kaidah dan aturan-aturan tertentu tang membentuk sebuah karya sastra.
Apakah karya yang tidak mempedulikan konvensi atau kaidah merupakan pelanggan? Ya. Mengapa? Karena menurut saya sebuah karya sastra itu harus mengikuti konvensi atau kaidah yang berlaku dalam konteks tertentu. Contoh karya sastra novel sejarah, dalam sebuah novel harus memenuhi kaidah novel yang berupa unsur-unsur novel. Yang mana unsur-unsur novel itu ada unsur intrinsik (tema, penokohan, alur, gaya bahasa, latar, sudut pandang, amanat) dan unsur ekstrinsik (keadaan subjektivitas dari pengarang, biografi pengarang, keadaan psikologi, dan keadaan sosial dan lingkungan pengarang.)
Inovasi adalah pengembangan atau pembaharuan. Dalam penciptaan karya sastra sama sekali tidak diberikan batasan. Orang bebas menciptakan karya sastra sekreatif mungkin. Semakin majunya zaman maka semakin banyak pula inovasi yang lahir dalam bidang sastra.
NPM : 2213041008
Konvensi menurut KBBI adalah permufakatan atau kesepakatan (terutama mengenai adat, tradisi, dan sebagainya). Dalam konsep ini, konvensi sastra merupakan aturan-aturan yang sudah disepakati. Jadi, menurut saya karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi atau kaidahnya merupakan karya yang tidak tepat/sesuai dengan aturan yang berlaku dan tentu saja melanggar ketentuan yang ada.
Inovasi dalam penciptaan karya sastra merupakan pengembangan ide atau gagasan gagasan dalam penciptaan karya sastra.
Npm : 2213041007
Konvensi adalah tradisi yang sudah turun temurun dan telah disepakati bersama-sama. Menurut saya apabila sebuah karya tidak memedulikan konvensi dalam pembuatannya berarti sastrawan itu tidak membuat karya sastra sebagaimana mestinya, karena jika kita akan membuat suatu karya sastra kita harus tau bagaimana cara menuliskannya dengan benar dan sesuai dengan apa yang telah disepakati, tetapi pada saat ini sudah banyak sastrawan yang menambahkan perubahan baru pada sastra.
tidak menggunakan konvensi pada karya sastra tidak dapat dikatakan sebagai pelanggaran karena pada saat ini sastrawan sudah banyak yang memodifikasi karya sastranya.
Inovasi dalam penciptaan karya sastra adalah suatu perubahan, pengembangan, pembaharuan karya sastra oleh sastrawan yang dikreasikan menjadi lebih menarik dan lebih bervariasi dari karya sastra yang sebelumnya.
Npm : 2213041017
Konvensi merupakan aturan-aturan atau norma sosial yang sudah disetujui dalam masyarakat terutama mengenai tradisi adat dan lain sebagainya. Konvensi dalam sastra terbagi menjadi tiga yaitu: konvensi bahasa, konvensi sastra, dan konvensi budaya.
Menurut saya karya sastra yang tidak menggunakan konvensi dalam penciptaannya tidak bisa dikatakan pelanggaran, hanya saja karya sastra tersebut kurang sesuai dengan kaidah penciptaan karya sastra. Dalam penciptaan karya sastra seorang sastrawan harus memperhatikan konvensi, baik konvensi bahasa, konvensi sastra, dan konvensi budaya dalam penciptaan sebuah sastra. Karena pada hakikatnya sastra diciptakan untuk dinikmati, dipahami dan dimanfaatkan.
inovasi dalam karya sastra merupakan suatu proses untuk mewujudkan, mengkombinasikan, atau mengembangkansuatu pengetahuan/gagasan ide, yang kemudian disesuaikan guna mendapat nilai baru suatu karya sastra.
Re: Konvensi dan Inovasi Sastra
Npm : 2213041039
Kelas : 1A
Konvensi mengandung aturan-aturan sosial yang sudah di setujui oleh masyarakat.
Menurut saya, karya sastra yang lahir tanpa konvensi tidak bisa, karena konvensi sangat penting dalam karya sastra. Sastrawan harus melihat atau mempertimbangkan konvensi dalam pembuatan suatu karya sastra. Inovasi merupakan suatu proses untuk mewujudkan pengetahuan atau ide-ide yang kemudian dikembangkan menjadi suatu karya sastra.