Prabu Sriwijaya Soedjadi
2217011077
C
Tulisan ini ditulis oleh Galih Puji Mulyono dan Rizal Fatoni yang membahas penerapan sila keempat Pancasila terhadap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di Indonesia. Penulis menitikberatkan pada aspek bahwa pemilihan umum harus melibatkan norma-norma demokrasi yang ditetapkan oleh Pancasila sebagai rakyat yang menuju oleh hikmat Konstitusi dalam permusyawaratan dan perwakilan. Namun, dalam praktiknya, pemilihan umum di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan, yaitu konflik internal partai politik, kecurangan suara, dan ketidakpuasan masyarakat terhadap hasil pemilihan umum. Artinya, meskipun Indonesia telah membentuk sistem demokrasi, penerapannya masih jauh dari standar yang diinginkan.
Lebih jauh, jurnal ini juga mengecam perilaku partai politik dalam proses demokrasi Indonesia. Penulis memaparkan bahwa terdapat berbagai partai politik yang gagal memperkaya nilai-nilai demokrasi Pancasila, di mana pilihan-pilihan yang diambil umumnya tanpa menggerakkan aspirasi anggotanya oleh ketua umum partai semata. Selain itu, penulis menggarisbawahi bahwa menjadi kepala daerah yang independen memerlukan persyaratan yang sangat ketat dan karenanya menghindari partisipasi politik yang luas. Oleh karena itu, jurnal ini memberikan informasi yang jelas tentang perlunya reformulasi sistem kepartaian dan pemilihan umum Indonesia untuk lebih menekankan nilai-nilai Pancasila dan untuk memenuhi harapan masyarakat akan demokrasi yang lebih baik.