Posts made by Prabu Sriwijaya S

Pkn Mipa kimia 2025 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Prabu Sriwijaya S -
Prabu Sriwijaya Soedjadi
2217011077
C

Tulisan ini ditulis oleh Galih Puji Mulyono dan Rizal Fatoni yang membahas penerapan sila keempat Pancasila terhadap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di Indonesia. Penulis menitikberatkan pada aspek bahwa pemilihan umum harus melibatkan norma-norma demokrasi yang ditetapkan oleh Pancasila sebagai rakyat yang menuju oleh hikmat Konstitusi dalam permusyawaratan dan perwakilan. Namun, dalam praktiknya, pemilihan umum di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan, yaitu konflik internal partai politik, kecurangan suara, dan ketidakpuasan masyarakat terhadap hasil pemilihan umum. Artinya, meskipun Indonesia telah membentuk sistem demokrasi, penerapannya masih jauh dari standar yang diinginkan.

Lebih jauh, jurnal ini juga mengecam perilaku partai politik dalam proses demokrasi Indonesia. Penulis memaparkan bahwa terdapat berbagai partai politik yang gagal memperkaya nilai-nilai demokrasi Pancasila, di mana pilihan-pilihan yang diambil umumnya tanpa menggerakkan aspirasi anggotanya oleh ketua umum partai semata. Selain itu, penulis menggarisbawahi bahwa menjadi kepala daerah yang independen memerlukan persyaratan yang sangat ketat dan karenanya menghindari partisipasi politik yang luas. Oleh karena itu, jurnal ini memberikan informasi yang jelas tentang perlunya reformulasi sistem kepartaian dan pemilihan umum Indonesia untuk lebih menekankan nilai-nilai Pancasila dan untuk memenuhi harapan masyarakat akan demokrasi yang lebih baik.

Pkn Mipa kimia 2025 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Prabu Sriwijaya S -
Prabu Sriwijaya Soedjadi
2217011077
C

Majalah ini, yang ditulis oleh R. Siti Zohr, mengkaji masalah konsolidasi demokrasi pasca pemilihan presiden Indonesia tahun 2019. Dalam kasus ini, penulis menegaskan bahwa meskipun Indonesia telah menyelenggarakan pemilihan umum langsung sejak 2004, proses konsolidasi demokrasi masih menghadapi berbagai tantangan. Masalah utama yang kami temukan adalah ketidakmampuan pemilihan presiden 2019 untuk membangun suksesi kepemimpinan yang berkualitas dan mendapatkan kepercayaan publik. Hal itu terlihat dari merebaknya keresahan masyarakat pasca pengumuman hasil pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum, karena sejumlah calon menolak hasil pemilu. Penulis juga menunjukkan bahwa Mahkamah Konstitusi bertindak sebagai hakim tertinggi atas hasil pemilihan presiden, yang merupakan indikator skeptisisme terhadap proses demokrasi.

Lebih jauh, jurnal ini menekankan pentingnya partai politik dan masyarakat sipil dalam mendorong konsolidasi demokrasi. Penulis menunjukkan bahwa partai politik jarang menjalankan fungsi kaderisasi dan mediasi, sehingga keinginan masyarakat tidak terwakili dalam pengambilan keputusan. Selain itu, isu agama dan politisasi identitas juga menjadi sorotan saat kedua calon presiden bersaing untuk mendapatkan dukungan umat Islam. Jurnal ini memberikan gambaran yang jelas tentang tantangan yang saat ini dihadapi demokrasi Indonesia dan perlunya upaya bersama dari semua sektor masyarakat untuk memperkuat sistem demokrasi yang ada.