Kiriman dibuat oleh Al May Ijlal Hammam_2211011058 -

Nama : Al May Ijlal Hammam
NPM : 2211011058

Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 menandai berakhirnya Perang Dunia II. Amerika Serikat melancarkan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki terhadap Jepang pada Agustus 1945. Penghancuran kedua kota ini merupakan bentuk pembalasan Amerika Serikat atas serangan militer Jepang.

Tujuan penghancuran Hiroshima dan Nagasaki saat itu adalah untuk melemahkan Jepang. Karena keduanya menjadi pusat militer Jepang yang kuat saat itu. Ini karena lokasi Hiroshima sebagai markas militer dan pusat industri Jepang.
Penjatuhan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki menimbulkan banyak akibat negatif bagi masyarakat Jepang, antara lain hancurnya bangunan akibat kebakaran, luka bakar yang parah, dan efek radiasi yang dialami oleh korban, membuat korban terpapar radiasi dari bom atom. Dua tragedi ledakan itu membuat kota-kota hangus dan ratusan ribu orang tewas.

Pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki membuat penyintas terpapar radiasi, yang menyebar dan menyebabkan penyakit seperti kanker, leukemia, kerusakan organ, risiko tinggi keguguran, dan dampak psikologis jangka panjang.

Karena kita tahu bahwa nilai-nilai Pancasila berikut harus dijadikan landasan nilai-nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi:
1. Bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri.
3. Bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
4. Bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu (mempribumian ilmu).
Nama : Al May Ijlal Hammam
NPM : 2211011058

Dari video tersebut saya dapat menganalisis bahwa:

Masyarakat desa di Jawa tengah melakukan aksi demo kepada pabrik pakaian diakrenakan pabrik tersebut
melakukan pembuangan limbah dengan tidak efektif, seharusnya limbah diolah menjadi
limbah yang ramah lingkungan terlebih dahulu kemudian bisa dialirkan atau dibuang ke lingkungan
sekitar.

Warga juga melakukan demo karena perusahaan telah lama melakukan kesalahan tersebut,
yaitu selama duapuluh lima tahun perusahaan meakukan kesalahan. Warga juga resah dengan kesalahan
yang dilakukan oleh perusahaan.

Dari situ kita dapat melihat bahwa pabrik tersebut tidak menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Jik apabrik tersebut memerhatikan nilai-nilai yang ada dai dalam Pancasila
maka kejadian tersebut tidak akan timbul, atau pabrik tersebut tidak dapat memberikan dampak negatif
terhadap lingkungan sekitar.

Karena kita tahu bahwa terdapat beberapa nilai Pancasila yang harus dijadikan dasar nilai dalam pengmebangan
ilmu pengetahuan teknologi, sebagai berikut:

1. Bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri.
3. Bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
4. Bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu (mempribumian ilmu).
Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi
Perkembangan IPTEK (Artikel 14 a)

Indonesia kini telah memasuki era modern dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, yang membawa perubahan yang sangat signifikan dalam peradaban manusia.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini tidak hanya dapat membawa dampak positif dan berbagai kemudahan bagi kehidupan manusia, tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga dapat membawa berbagai hal negatif.

TINJAUAN PUSTAKA
a.) Perkembangan IPTEK di Indonesia
Ilmu pengetahuan dan teknologi atau yang biasa dikenal dengan singkatan IPTEK adalah suatu sarana yang dapat dikuasai seseorang dari dirinya sendiri dan dari penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan atau teknologi dan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kegunaannya dalam kehidupan = (Sung, 2017). Ilmu pengetahuan dan teknologi ini dikembangkan dengan tujuan untuk mempermudah kehidupan manusia di berbagai lingkungan hidup.

b.) Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Iptek
• Untuk menunjang kegiatan produksi, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka lahirlah berbagai mesin-mesin kompleks yang dapat mendukung produksi barang atau jasa, tentunya dengan hasil yang lebih baik, lebih cepat dan lebih banyak hasilnya.
• Memfasilitasi komunikasi dengan orang lain, mis. B. melalui penggunaan ponsel dan berbagai media sosial. Kita semua dapat dengan mudah berkomunikasi dengan siapa pun, bahkan jika kita berada jauh.
• Memfasilitasi proses pembelajaran dimana guru dan siswa dapat menemukan lebih banyak informasi dan materi pembelajaran secara online, dan di masa pandemi seperti ini lebih mudah untuk menyelesaikan pembelajaran jarak jauh melalui virtualisasi.

c.) Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa kita, dimana Pancasila ini lahir pada tanggal 1 Juni 1945. Pancasila ini memuat lima sila yang mewujudkan cita-cita negara Indonesia. Nilai-nilai utama Pancasila adalah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan demokrasi, serta keadilan. Kecuali bahwa itu adalah ideologi dasar.
Kedudukan Pancasila sebagai pedoman hidup suatu bangsa adalah sebagai berikut:
a. Pancasila sebagai sumber solusi penyelesaian masalah.
b. Pancasila sebagai pembangun karakter.
c. Pemersatu Bangsa Pancasila memiliki kedudukan sebagai alat pemersatu bangsa.

d.) Makna Tiap Sila Pancasila
Tentunya setiap warga negara Indonesia harus memahami pentingnya pancasila sebagai dasar negara.
Makna Pancasila dan lambangnya akan dijelaskan sebagai berikut :
• Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai keimanan yang dijadikan sebagai perintah pertama, menunjukkan bahwa Tuhan adalah petunjuk pertama bagi setiap orang yang hidup bersama orang tersebut, selalu bersikap sesuai dengan ajaran agamanya, harus mengambil sikap, mencari keluar, apa yang disyariatkan oleh agama dan hal-hal baik yang diajarkan oleh agama tersebut, serta menghindari perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama.
• Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Pentingnya Amanat Pancasila keduanya menyampaikan nilai-nilai adil dan manusiawi Urusan keperadaban dapat dicapai dengan mengakui persamaan hak, persamaan hak dan kewajiban dasar semua orang tanpa memandang asal suku, keturunan, agama, ideologi, jenis kelamin, status sosial, warna kulit, dll. dan bekerja sama tanpa diskriminasi. Dengan itu, Indonesia menjadi bangsa yang harmonis di tengah perbedaan.
• Sila ketiga: Persatuan Indonesia, makna sila ketiga Pancasila, yaitu meskipun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan unsur-unsur yang berbeda latar belakang, namun tetap dapat bersatu untuk negara. Hal ini juga menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah halangan atau masalah untuk mencapai masyarakat yang damai dan sejahtera.
• Sila keempat:Demokrasi yang dipandu oleh kebijaksanaan Kebijaksanaan yang mendalam Tujuan konseling/representasi, sila keempat Pancasila, adalah menjadikan konseling sebagai solusi atas perbedaan atau konflik yang muncul dalam kehidupan. Ajaran ini juga mengajarkan bahwa tidak semua masalah dan konflik dalam masyarakat harus diselesaikan dengan paksa atau sewenang-wenang.
• Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, arti dari sila kelima pancasila adalah keadilan sosial, dimana keadilan sosial dapat dicapai oleh setiap masyarakat tanpa memandang status atau status, dan negara ini menjamin kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Indonesia.

e.) Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari berarti mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam diri setiap orang, setiap individu, setiap warga negara, setiap individu, setiap penduduk, setiap bangsa Indonesia. Implementasi dalam perilaku sehari-hari lebih berkaitan dengan standar moral.

HASIL DAN PEMBAHASAN
a.) Alasan Pentingnya Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Perkembangan IPTEK
Ilmu pengetahuan dan teknologi sebenarnya memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai budaya dan agama yang menjadi pedoman dalam proses pembangunan. Dimana perkembangan iptek harus selalu dilandasi oleh nilai-nilai tersebut, dan iptek menempatkan nilai-nilai budaya dan agama tersebut sebagai lawan bicara sebagai faktor eksternal perkembangan iptek.

b.) Substansi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Perkembangan IPTEK
Sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Pancasila berupaya menjamin kesejahteraan masyarakat dan melindungi bangsa dari pengaruh buruk. Hasil budaya iptek masyarakat harus dilandasi oleh nilai-nilai luhur pancasila. Pancasila sebagai sumber pemikiran menunjukkan sistem etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini terlihat dan hadir dalam setiap tatanan Pancasila. Berikut penyempurnaan dari amanat Pancasila dalam Pedoman Pengembangan Iptek.

c.) Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Perkembangan IPTEK Dan Kehidupan Masyarakat Modern
Dalam kehidupan saat ini, perkembangan, penggunaan dan pemanfaatan teknologi telah menjadi isu penting bahkan keharusan agar manusia tidak menjadi individu yang terbelakang.

d.) Upaya Pengimplementasian NilaiNilai Pancasila Kepada Masyarakat
Pancasila sebagai ideologi negara memiliki nilai-nilai luhur yang mencerminkan masyarakat Indonesia dan harus selalu dilestarikan.


Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu (Artikel 14 b)

Pancasila ditemukan dari budaya bangsa Indonesia, oleh karena itu Pancasila memiliki tugas dan peran yang sangat luas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Fungsi dan peran tersebut akan terus berkembang seiring dengan perubahan kebutuhan zaman. Oleh karena itu Pancasila berbagai predikat seperti nama yang menggambarkan fungsi dan perannya.

Pengertian dan Ciri-ciri Ilmu

Epistemologi adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal pengetahuan, batasan, sifat, metode dan validitas pengetahuan.

Pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie (2000; 127-130) mempunyai 5 ciri pokok:
1. Empiris
2. Sistematis
3. Obyektif
4. Analitis
5. Verifikatif

Van Melsen (1985; 65-67) mengemukakan ada delapan ciri yang menandai ilmu, yaitu :
1. Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang secara logis koheren
2. Ilmu pengetahuan tanpa pamrih, karena hal itu erat kaitannya dengan tanggung jawab ilmuwan
3. Universalitas ilmu pengetahuan
4. Obyektivitas, artinya setiap ilmu terpimpin oleh obyek dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subyektif
5. Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah yang bersangkutan
6. Progresivitas artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh
7. Kritis
8. Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertauan antara teori dengan praktis

Teori Kebenaran Pancasila
1. Teori koherensi
2. Teori korespondensi
3. Teori pragmatik
Nama: Al May Ijlal Hammam
NPM: 2211011058

Pancasila adalah pokok kaidah negara yang fundamental yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Pancasila sudah disepakati bersama sebagai cara
pandang hidup bangsa Indonesia (the way of life) dan sekaligus sebagai dasar negara.

Pancasila sebagai ideologi negara
merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia meliputi seluruh kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta kegiatan ilmiah. Oleh karena itu, perlu dirumuskan Pancasila sebagai paradigma keilmuan bagi kegiatan keilmuan Indonesia. Sebab, perkembangan ilmu pengetahuan di luar ideologi Pancasila justru bisa mengarah pada sekularisme, seperti yang terjadi di Eropa pada masa Renaisans.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) saat ini telah mengalami kemajuan pesat, sehingga peradaban manusia telah mengalami perubahan yang luar biasa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak lepas dari situasi yang melengkapinya, yaitu. ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dalam ruang budaya. Di sisi lain, perkembangan iptek bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama, sehingga di satu sisi diperlukan semangat objektivitas, di sisi lain iptek harus memperhatikan pertimbangan budaya dan nilai-nilai religi.

1. Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan berpikir. sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional.

Nilai-nilai Pancasila:
1) Nilai dasar (instrinsik), yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak
2) Nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu
3) Nilai praktis, yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu

Pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
Pertama, tidak boleh ada IPTEK (Iptek) yang dikembangkan di Indonesia harus bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Kedua, itu semuaPengembangan iptek harus dilandasi nilai-nilai Pancasila sebagai faktor pembangunan internal.
Ketiga, nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman normatif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Keempat, bahwa setiap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berakar pada budaya dan ideologi bangsa Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan kemandirian ilmu pengetahuan.

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi
sila-sila Pancasila yang merupakan sebuah sistem etik:
a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan,yangmempertimbangjan rasional, antara akal, rasa dan kehendak.
b. Sila Kemanusahteraan bersaiaan Yang Adil dan Beradab
Memberikan dasar moralitas bagi manusia dalam mengembangkan iptek.
c. Sila Persatuan Indonesia
Memberikan rasa kesadaran akan nasionalisme dari bangsa Indonesia akan sumbnagsihnya iptek
d. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaa dalam permusyarawatan/perwakilan
Dalam pengembangan iptek didasarkan atas kepentingan demokrasi
e. Sila Keadilan soial bagi seluruh rakyat Indonesia
Kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia

Peran Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembanagan iptek

Pertama, bahwa perkembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan agama masyarakat, karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi belum tentu sesuai dengan keyakinan agama mereka, tetapi tidak ada alasan untuk memperdebatkan hal ini, karena keduanya memiliki logikanya masing-masing. Kedua, sains bertujuan untuk pengembangan umat manusia, dan nilai-nilai etis berdasarkan kemanusiaan membutuhkannya.
Ketiga, iptek menyeragamkan kebudayaan sehingga dapat mempersatukan manusia dan memperkokoh pembangunan dan jati diri bangsa.
Keempat, prinsip demokrasi mensyaratkan agar penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dibagi secara merata di semua lapisan masyarakat, karena pendidikan merupakan kebutuhan masyarakat. Kelima, kesenjangan penguasaan iptek harus terus dipersempit agar lebih merata sebagai prinsip keadilan.

3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek
Sumber historis
Pancasila sebagai dasar nilai pembangunan iptek Indonesia dapat ditelusuri kembali ke pembukaan UUD 1945.

Sumber sosiologis
dapat ditemukan dalam sikap orang-orang yang peka terhadap Tuhan dan kemanusiaan di balik peristiwa-peristiwa di masyarakat. Misalnya pembangunan PLTN di semenanjung Muria beberapa tahun lalu.

Sumber politik
Hal ini dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang diterapkan oleh penyelenggara negara.
Nama: Al May Ijlal Hammam
NPM: 2211011058

- Banyak aspek-aspek yang mengalami perkembangan yang signifikan
- Perkembangan → kemajuan di berbagai bidang
- Globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, ruang dan waktu
- Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan

Materi dan Metode yang digunakan di Perguruan Tinggi

1. Dasar-dasar Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi:
1. Dasar filosofis
2. Dasar sosiologis
Bangsa Indonesia yang plural secara sosiologis membutuhkan ideologi pemersatu Pancasila
3. Dasar yuridis

2. Tujuan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi:
1. Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa
2. Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila
3. Mahasiswa menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan berdasarkan nilai² pancasila dan UUD NRI 1945
4. Mahasiswa mampu mengapresiasi nilai-nilai Pancasila

Sikap

Secara garis besar sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari ), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai), dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten)

Ciri-ciri Sikap

Menurut Heri Purwanto:
1. Terbentuk
2. Dipelajari
3. Berubah
Senantiasa berkenaan dengan suatu obyek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas

Tingkatan Sikap

Menurut Notoadmojo:
1. Menerima (Receiving)
2. Merespon (Responsing)
3. Menghargai (Valuing)
4. Bertanggung jawab (Responsible)

Fungsi Sikap

Menurut Katz:
1. Fungsi instrumental, fungsi penyesuaian, atau fungsi manfaat
Sikap dapat digunakan sebagai sarana atau alat dalam rangka mencapai tujuan
2. Fungsi pertahanan ego
3. Fungsi ekspresi nilai
Individu dapat mengekspresikan sistem nilai yang dimiliki dengan menggunakan sikapnya
4. Fungsi pengetahuan
Individu mempunyai dorongan untuk ingin mengerti dengan pengalaman-pengalamannya

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

IPTEK selalu menjadi bagian terpenting dalam mendorong perkembangan sebuah negara.

Laju perkembangan iptek tersebut semakin hari semakin pesat perkembangannya disebabkan adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang.

1. Secara etimologis “Ilmu”: “Ilmu” → “Science” → “Scientia” → “Sciere”= to know dan to learn
2. Secara terminologi “Ilmu”: tiga aspek
1. Pengetahuan
2. Aktivitas
3. Metode untuk mendapatkan pemahaman terhadap pengertian ilmu

Ilmu terbentuk oleh aktivitas (activity) manusia yang dilakukan dengan cara atau metode tertentu sehingga pada akhirnya menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis.

3. Untuk mendapatkan pengetahuan yang sistematis
a. Kemampuan rasional
b. Aktivitas kognitif
c. Tujuan keilmuan

Singkatnya, ilmu merupakan rangkaian aktivitas berpikir yang bersifat sistematis, objektif, bermetode agar menghasilkan pengetahuan yang objektif pula.

1. Secara etimologis, “Teknologi”:
“Techne” dan “Logos”. Techne, serangkaian prinsip atau metode rasional. Logos, tata pikir

2. Secara terminologi, “Teknologi”:
Kemampuan manusia (masyarakat) untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan alam guna kepentingan hidupnya.

Teknologi merupakan aplikasi dari kreativitas manusia berkaitan dengan alat dan bahan, serta diwujudkan dalam bentuk materi yang digunakan untuk membantu tercapainya kebutuhan manusia.