Nama : May Linda Maya sari
NPM : 2217011048
Kelas : B
Analisis saya menyatakan bahwa Jurnal ini membahas pentingnya integrasi nasional dalam menghadapi ancaman etnosentrisme di Indonesia. Integrasi nasional diartikan sebagai proses penyatuan berbagai kelompok sosial dengan latar belakang budaya, agama, dan kepentingan yang berbeda agar merasa menjadi bagian dari satu bangsa, yaitu Indonesia. Salah satu tantangan utama dalam mencapai integrasi nasional adalah munculnya etnosentrisme, yaitu sikap yang menganggap budaya atau kelompok sendiri lebih unggul dibandingkan kelompok lain. Sikap ini diperparah oleh otonomi daerah yang terkadang justru memperkuat identitas kesukuan dan mengurangi rasa persatuan nasional. Dalam jurnal ini, dijelaskan bahwa integrasi nasional dapat terwujud jika masyarakat mampu menyeimbangkan identitas lokal dengan kesadaran sebagai bagian dari bangsa yang lebih besar.
Selain itu, jurnal ini juga menyoroti peran media dan globalisasi dalam membentuk identitas nasional. Media massa, khususnya televisi, memiliki pengaruh besar dalam menyatukan atau justru memperkuat perbedaan di antara masyarakat. Tayangan media dapat menciptakan kesamaan pandangan dan gaya hidup, tetapi di sisi lain juga dapat menjadi alat propaganda yang memperdalam perpecahan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, strategi kebudayaan nasional yang menekankan pluralisme dan toleransi menjadi kunci dalam menciptakan integrasi nasional yang kuat. Dengan memahami dan menghormati keberagaman, bangsa Indonesia dapat menghindari konflik berbasis identitas dan membangun persatuan yang lebih kokoh.
NPM : 2217011048
Kelas : B
Analisis saya menyatakan bahwa Jurnal ini membahas pentingnya integrasi nasional dalam menghadapi ancaman etnosentrisme di Indonesia. Integrasi nasional diartikan sebagai proses penyatuan berbagai kelompok sosial dengan latar belakang budaya, agama, dan kepentingan yang berbeda agar merasa menjadi bagian dari satu bangsa, yaitu Indonesia. Salah satu tantangan utama dalam mencapai integrasi nasional adalah munculnya etnosentrisme, yaitu sikap yang menganggap budaya atau kelompok sendiri lebih unggul dibandingkan kelompok lain. Sikap ini diperparah oleh otonomi daerah yang terkadang justru memperkuat identitas kesukuan dan mengurangi rasa persatuan nasional. Dalam jurnal ini, dijelaskan bahwa integrasi nasional dapat terwujud jika masyarakat mampu menyeimbangkan identitas lokal dengan kesadaran sebagai bagian dari bangsa yang lebih besar.
Selain itu, jurnal ini juga menyoroti peran media dan globalisasi dalam membentuk identitas nasional. Media massa, khususnya televisi, memiliki pengaruh besar dalam menyatukan atau justru memperkuat perbedaan di antara masyarakat. Tayangan media dapat menciptakan kesamaan pandangan dan gaya hidup, tetapi di sisi lain juga dapat menjadi alat propaganda yang memperdalam perpecahan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, strategi kebudayaan nasional yang menekankan pluralisme dan toleransi menjadi kunci dalam menciptakan integrasi nasional yang kuat. Dengan memahami dan menghormati keberagaman, bangsa Indonesia dapat menghindari konflik berbasis identitas dan membangun persatuan yang lebih kokoh.