Nama: May Linda Maya Sari
NPM: 2217011048
Kelas: B
Refleksi terhadap Jurnal “Demokrasi sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum Daerah di Indonesia”
Dalam jurnal karya Galih Puji Mulyono dan Rizal Fatoni, terdapat pembahasan penting mengenai hubungan antara demokrasi lokal dan nilai-nilai luhur sila keempat Pancasila. Pandangan mereka menyoroti bahwa demokrasi di Indonesia tidak semestinya dipahami secara sempit sebagai sekadar sistem pemilihan langsung. Sebaliknya, demokrasi di tanah air harus dilandasi oleh semangat deliberatif, sebagaimana terkandung dalam prinsip "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan".
Sayangnya, implementasi pemilihan kepala daerah di berbagai wilayah masih jauh dari nilai ideal tersebut. Fenomena politik transaksional seperti politik uang, kampanye bernuansa negatif, serta penyebaran disinformasi telah mencemari proses demokrasi. Di samping itu, masih terlihat rendahnya partisipasi warga dalam menentukan pemimpin mereka, yang menunjukkan belum tumbuhnya kesadaran politik yang sehat.
Permasalahan tidak berhenti di situ. Partai politik, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mendidik masyarakat berdemokrasi, justru kerap menunjukkan praktik yang elitis. Penentuan calon kepala daerah lebih sering bersifat top-down, tanpa keterlibatan yang bermakna dari akar rumput. Padahal, keterbukaan dan keadilan dalam proses pencalonan adalah elemen penting dalam mewujudkan demokrasi yang sesuai dengan cita-cita Pancasila.
Jurnal ini juga menyorot hambatan besar yang dihadapi oleh calon independen. Syarat administrasi yang rumit dan tingginya ambang dukungan menjadikan ruang partisipasi politik bagi individu di luar partai sangat terbatas. Hal ini menciptakan ketimpangan akses terhadap hak konstitusional untuk dipilih.
Dari seluruh uraian tersebut, penulis jurnal menggarisbawahi bahwa demokrasi Indonesia, khususnya dalam konteks Pilkada, belum sepenuhnya mencerminkan sila keempat Pancasila secara utuh. Diperlukan upaya sistematis berupa perbaikan regulasi, penguatan pendidikan politik masyarakat, serta reformasi partai politik agar nilai-nilai musyawarah, keadilan, dan kebijaksanaan dapat benar-benar hidup dalam praktik demokrasi kita.
NPM: 2217011048
Kelas: B
Refleksi terhadap Jurnal “Demokrasi sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum Daerah di Indonesia”
Dalam jurnal karya Galih Puji Mulyono dan Rizal Fatoni, terdapat pembahasan penting mengenai hubungan antara demokrasi lokal dan nilai-nilai luhur sila keempat Pancasila. Pandangan mereka menyoroti bahwa demokrasi di Indonesia tidak semestinya dipahami secara sempit sebagai sekadar sistem pemilihan langsung. Sebaliknya, demokrasi di tanah air harus dilandasi oleh semangat deliberatif, sebagaimana terkandung dalam prinsip "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan".
Sayangnya, implementasi pemilihan kepala daerah di berbagai wilayah masih jauh dari nilai ideal tersebut. Fenomena politik transaksional seperti politik uang, kampanye bernuansa negatif, serta penyebaran disinformasi telah mencemari proses demokrasi. Di samping itu, masih terlihat rendahnya partisipasi warga dalam menentukan pemimpin mereka, yang menunjukkan belum tumbuhnya kesadaran politik yang sehat.
Permasalahan tidak berhenti di situ. Partai politik, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mendidik masyarakat berdemokrasi, justru kerap menunjukkan praktik yang elitis. Penentuan calon kepala daerah lebih sering bersifat top-down, tanpa keterlibatan yang bermakna dari akar rumput. Padahal, keterbukaan dan keadilan dalam proses pencalonan adalah elemen penting dalam mewujudkan demokrasi yang sesuai dengan cita-cita Pancasila.
Jurnal ini juga menyorot hambatan besar yang dihadapi oleh calon independen. Syarat administrasi yang rumit dan tingginya ambang dukungan menjadikan ruang partisipasi politik bagi individu di luar partai sangat terbatas. Hal ini menciptakan ketimpangan akses terhadap hak konstitusional untuk dipilih.
Dari seluruh uraian tersebut, penulis jurnal menggarisbawahi bahwa demokrasi Indonesia, khususnya dalam konteks Pilkada, belum sepenuhnya mencerminkan sila keempat Pancasila secara utuh. Diperlukan upaya sistematis berupa perbaikan regulasi, penguatan pendidikan politik masyarakat, serta reformasi partai politik agar nilai-nilai musyawarah, keadilan, dan kebijaksanaan dapat benar-benar hidup dalam praktik demokrasi kita.