Nama: Heny Agnes Nurlita
NPM: 2217011040
Kelas: B
Analisis saya terhadap video tersebut tentang Perkembangan Demokrasi di Indonesia menguraikan perjalanan demokrasi sejak kemerdekaan hingga era reformasi. Setelah Proklamasi 1945, Indonesia memasuki masa demokrasi parlementer dengan sistem multi partai, namun masa ini ditandai oleh ketidakstabilan politik akibat seringnya pergantian kabinet. Pada tahun 1959, Presiden Soekarno memberlakukan Demokrasi Terpimpin yang menandai era sentralisasi kekuasaan dan melemahnya peran parlemen. Selanjutnya, masa Orde Baru di bawah Presiden Soeharto mengedepankan stabilitas dengan sistem politik yang otoriter dan kontrol ketat terhadap kebebasan berpendapat. Reformasi 1998 menjadi titik balik demokrasi Indonesia, ditandai dengan pemilu langsung, kebebasan pers, dan pembentukan lembaga-lembaga independen seperti KPK dan KPU. Meskipun demokrasi kini lebih terbuka, tantangan baru terus muncul seperti politik identitas, polarisasi, dan pengaruh oligarki. Oleh karena itu, penguatan institusi demokrasi dan peningkatan literasi politik masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kualitas demokrasi di masa depan.
NPM: 2217011040
Kelas: B
Analisis saya terhadap video tersebut tentang Perkembangan Demokrasi di Indonesia menguraikan perjalanan demokrasi sejak kemerdekaan hingga era reformasi. Setelah Proklamasi 1945, Indonesia memasuki masa demokrasi parlementer dengan sistem multi partai, namun masa ini ditandai oleh ketidakstabilan politik akibat seringnya pergantian kabinet. Pada tahun 1959, Presiden Soekarno memberlakukan Demokrasi Terpimpin yang menandai era sentralisasi kekuasaan dan melemahnya peran parlemen. Selanjutnya, masa Orde Baru di bawah Presiden Soeharto mengedepankan stabilitas dengan sistem politik yang otoriter dan kontrol ketat terhadap kebebasan berpendapat. Reformasi 1998 menjadi titik balik demokrasi Indonesia, ditandai dengan pemilu langsung, kebebasan pers, dan pembentukan lembaga-lembaga independen seperti KPK dan KPU. Meskipun demokrasi kini lebih terbuka, tantangan baru terus muncul seperti politik identitas, polarisasi, dan pengaruh oligarki. Oleh karena itu, penguatan institusi demokrasi dan peningkatan literasi politik masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kualitas demokrasi di masa depan.