NAMA: RORO REZAMITA HAPSARI
NPM: 2217011047
KELAS: A
PRODI: KIMIA
Analisis video YouTube:
GEOPOLITIK INDONESIA
by Yesa Creative
Video ini menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep geopolitik Indonesia, mulai dari pengertian dasar hingga penerapan praktisnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Geopolitik, sebagaimana disampaikan, merupakan ilmu penyelenggaraan negara yang berkaitan erat dengan kondisi geografis suatu wilayah. Geopolitik pada fokus utama Indonesia tidak sekadar berfokus pada perebutan atau dominasi wilayah sebagaimana ditekankan dalam teori-teori geopolitik klasik dari tokoh-tokoh dunia seperti Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, Karl Haushofer, Halford Mackinder, Alfred Mahan, dan Giulio Douhet, tetapi lebih menitikberatkan pada pembangunan kesatuan dan persatuan bangsa di atas wilayah kepulauan yang luas dan majemuk.
Pada video tersebut dijelaskan bahwa konsep geopolitik Indonesia berakar pada Pancasila sebagai ideologi nasional yang menjadi dasar dalam menentukan arah politik nasional, terutama ketika dihadapkan pada tantangan geografis negara kepulauan. Konsep ini diperkenalkan pertama kali oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945, yang menunjukkan bahwa sejak awal kemerdekaan, fondasi geopolitik Indonesia telah dibangun berdasarkan prinsip nilai-nilai kebangsaan, bukan kekuasaan militer atau ekspansi wilayah.
Salah satu pilar utama dalam geopolitik Indonesia adalah wawasan nusantara, yang diartikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya sebagai satu kesatuan yang utuh dalam aspek politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Empat perwujudan wawasan nusantara ini—kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan—menegaskan bahwa kekuatan geopolitik Indonesia bersumber dari integrasi nasional dan kebhinekaan yang bersatu dalam kerangka NKRI.
Secara konstitusional, semangat ini ditegaskan dalam Pasal 1 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk republik”. Hal ini bermakna bahwa seluruh komponen bangsa, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote, merupakan satu kesatuan hukum, politik, dan sosial yang tidak dapat dipisahkan.
Pada bagian penutup, video ini juga menyoroti keunggulan strategis Indonesia, seperti jumlah penduduk yang besar sebagai kekuatan demografis, keberagaman budaya sebagai kekayaan bangsa, serta posisi geografis yang sangat strategis karena berada di jalur perdagangan dunia dan di antara dua benua dan dua samudera. Keunggulan-keunggulan ini bila dikelola dengan tepat dalam kerangka geopolitik nasional akan menjadi kekuatan besar dalam menghadapi tantangan global.
Kesimpulan:
Video ini memberikan pemahaman bahwa 'geopolitik Indonesia bukan sekadar strategi kekuasaan', melainkan pendekatan yang 'berbasis nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kedaulatan rakyat' dalam konteks geografi kepulauan yang kompleks. Dengan menjadikan Pancasila dan wawasan nusantara sebagai landasan geopolitik, Indonesia memiliki arah pembangunan yang berorientasi pada integrasi nasional, bukan dominasi kekuatan militer. Pendekatan ini sangat relevan di tengah dinamika global yang menuntut negara untuk tetap kokoh menjaga identitas, kedaulatan, dan stabilitas nasional dalam keberagaman.
NPM: 2217011047
KELAS: A
PRODI: KIMIA
Analisis video YouTube:
GEOPOLITIK INDONESIA
by Yesa Creative
Video ini menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep geopolitik Indonesia, mulai dari pengertian dasar hingga penerapan praktisnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Geopolitik, sebagaimana disampaikan, merupakan ilmu penyelenggaraan negara yang berkaitan erat dengan kondisi geografis suatu wilayah. Geopolitik pada fokus utama Indonesia tidak sekadar berfokus pada perebutan atau dominasi wilayah sebagaimana ditekankan dalam teori-teori geopolitik klasik dari tokoh-tokoh dunia seperti Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, Karl Haushofer, Halford Mackinder, Alfred Mahan, dan Giulio Douhet, tetapi lebih menitikberatkan pada pembangunan kesatuan dan persatuan bangsa di atas wilayah kepulauan yang luas dan majemuk.
Pada video tersebut dijelaskan bahwa konsep geopolitik Indonesia berakar pada Pancasila sebagai ideologi nasional yang menjadi dasar dalam menentukan arah politik nasional, terutama ketika dihadapkan pada tantangan geografis negara kepulauan. Konsep ini diperkenalkan pertama kali oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945, yang menunjukkan bahwa sejak awal kemerdekaan, fondasi geopolitik Indonesia telah dibangun berdasarkan prinsip nilai-nilai kebangsaan, bukan kekuasaan militer atau ekspansi wilayah.
Salah satu pilar utama dalam geopolitik Indonesia adalah wawasan nusantara, yang diartikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya sebagai satu kesatuan yang utuh dalam aspek politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Empat perwujudan wawasan nusantara ini—kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan—menegaskan bahwa kekuatan geopolitik Indonesia bersumber dari integrasi nasional dan kebhinekaan yang bersatu dalam kerangka NKRI.
Secara konstitusional, semangat ini ditegaskan dalam Pasal 1 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk republik”. Hal ini bermakna bahwa seluruh komponen bangsa, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote, merupakan satu kesatuan hukum, politik, dan sosial yang tidak dapat dipisahkan.
Pada bagian penutup, video ini juga menyoroti keunggulan strategis Indonesia, seperti jumlah penduduk yang besar sebagai kekuatan demografis, keberagaman budaya sebagai kekayaan bangsa, serta posisi geografis yang sangat strategis karena berada di jalur perdagangan dunia dan di antara dua benua dan dua samudera. Keunggulan-keunggulan ini bila dikelola dengan tepat dalam kerangka geopolitik nasional akan menjadi kekuatan besar dalam menghadapi tantangan global.
Kesimpulan:
Video ini memberikan pemahaman bahwa 'geopolitik Indonesia bukan sekadar strategi kekuasaan', melainkan pendekatan yang 'berbasis nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kedaulatan rakyat' dalam konteks geografi kepulauan yang kompleks. Dengan menjadikan Pancasila dan wawasan nusantara sebagai landasan geopolitik, Indonesia memiliki arah pembangunan yang berorientasi pada integrasi nasional, bukan dominasi kekuatan militer. Pendekatan ini sangat relevan di tengah dinamika global yang menuntut negara untuk tetap kokoh menjaga identitas, kedaulatan, dan stabilitas nasional dalam keberagaman.