Posts made by Rovi Janitra Alvaro

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Rovi Janitra Alvaro -
Nama : Rovi Janitra Alvaro
NPM : 2211011054
MKU PANCASILA KELAS A

Analisis Jurnal
Dampak Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila Dalam Penerapan IPTEK

Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila sangat penting di era globalisasi sekarang ini.
Ketika kemajuan teknologi cukup besar, perubahan dunia berupa modernisasi dapat menimbulkan dampak positif dan negatif.
Oleh karena itu, mata kuliah ini diperlukan untuk mengembangkan kepribadian peserta didik agar dapat merespon dengan baik perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Metode pembelajarannya adalah:

1. Evaluasi
2. Analisis
3. Pemecahan Masalah
Berdasarkan sila-sila dasar Pancasila:

1. Landasan filosofis (sejarah Pancasila)
2. Landasan sosiologis (kehidupan sosial)
3 Landasan hukum (legal)
Bagi mahasiswa yang dapat melakukan perbuatan
1. Menerima perubahan sebelum dampak iptek
2. Merespon perkembangan iptek dengan merespon perubahan yang terjadi
3. Menghargai perubahan yang terjadi
4. Bertanggung jawab atas pilihan yang diambil

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

by Rovi Janitra Alvaro -
Nama : Rovi Janitra Alvaro
NPM : 2211011054

A. “Menurut Frans Magnus Suseno Bahwa Etika politik memberikan patokan-patokan, orientasi dan pegangan normatif bagi mereka yang ingin menilai kualitas tatanan dan kehidupan politik dengan tolak ukur martabat manusia”.

Etika politik erat kaitannya dengan sikap, nilai, maupun moral yang pada dasar fundamentalnya hanya dimiliki oleh manusia. Dasar tersebut yang kemudian akan lebih menguatkan bahwa etika politik senantiasa didasarkan pada manusia sebagai mahluk yang beradab dan berbudaya.
Sebuah penyimpangan etika politik pada hakikatnya bisa kita jumpai didalam hidup dan kehidupan bernegara dalam hal ini penerapan politik praktis di lapangan.

Merujuk akan hal diatas maka dapat dilihat dalam realitasnya kehidupan perpolitikan secara umum yang terjadi sekarang, justru banyak dari para elit politik yang kemudian tidak menyadari atau bahkan menyadari bahwa, sikap atau etika dalam berpolitiknya sebenarya bertentangan dengan norma dan etika politik, baik  dipandang secara normatif maupun dipandang secara regulasi atau aturan.

Hal ini dapat terlihat ketika para elit politik yang berkuasa pada saat ini lebih mudah untuk menghalalkan segala cara apapun untuk mewujudkan kepentingnya. Mereka pun tidak lagi melihat maupun mengindahkan nilai etika maupun moralitas didalam sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut yang kemudian menjadi menjadi catatan tersendiri terhadap dunia perpolitikan Indonesia sekaligus menjadi kekhawatiran untuk bangsa.

Simpulan :

Masyarakat khususnya kalangan muda harus bisa mengontrol diri dalam menghadapi budaya asing , dan harus menanamkan jiwa nasionalisme dan menjunjung tinggi budaya budaya lokal dan bisa melestarikan budaya budaya lokal agar budaya lokal tidak luntur

https://hulondalo.id/etika-politik-yang-tidak-mencerminkan-realitas-budaya-politik/amp/



B. Fenomena kehidupan saat ini sangat beragam dan pastinya menarik untuk dicermati, salah satunya adalah fenomena dekadensi moral. Di era globalisasi saat ini banyak budaya dari luar baik itu yang positif atau negative masuk ke Negara kita ini. 

Budaya ini secara otomatis mempengaruhi moral dan perilaku masyarakat dan bisa mengarah ke arah yang dapat menimbulkan dekadensi moral di kalangan umat manusia di era globalisasi ini, hingga fenomena dekadensi moral sudah menjadi hal yang umum yang ada di tengah masyarakat dunia sekarang. 

Kalangan yang sangat rentan mengalami dekadensi moral adalah anak-anak remaja. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya,salah satu faktor yang mempunyai pengaruh paling besar adalah media informasi mulai dari televisi,media internet dsb. Media internet memberikan dampak yang luar biasa di kalangan anak remaja saat ini, baik dampak positif ataupun dampak negatif. Budaya-budaya lokal saat ini sudah mulai luntur dan bahkan malah remaja saat ini tidak tahu budaya asli kita sendiri.

Salah satu contoh yang sangat ironis yang melanda masyarakat sekarang adalah banyak nya masyarakat yang megikuti budaya luar seperti budaya korea (k-pop).Hal yang di khawatir kan sekarang adalah mulai berkurangnya rasa nasionalsime masyarakat di karena kan masuknya budaya luar yang lebih menarik.

Solusinya :

Masyarakat khususnya kalangan muda harus bisa mengontrol diri dalam menghadapi budaya asing , dan harus menanamkan jiwa nasionalisme dan menjunjung tinggi budaya budaya lokal dan bisa melestarikan budaya budaya lokal agar budaya lokal tidak luntur.

Simpulan
Yang saya simpulkan bahwa masyarakat dan kalangan remaja sangat mudah dipengaruhu oleh media internet dan televisi, Budaya ini secara otomatis mempengaruhi moral dan perilaku masyarakat dan bisa mengarah ke arah yang dapat menimbulkan dekadensi moral di kalangan umat manusia di era globalisasi ini, hingga fenomena dekadensi moral sudah menjadi hal yang umum yang ada di tengah masyarakat dunia sekarang. 


https://www.kompasiana.com/maghfirofatichatul1450/5ef7f6ae097f3645793dec72/dekadensi-moral-dan-strategi-untuk-menanggulangi-dekadensi-moral?page=2&page_images=1

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Rovi Janitra Alvaro -
Nama : Rovi Janitra Alvaro
NPM : 2211011054
Kelas: A (S1 Manajemen)

Dalam jurnal ini, penulis bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hukum dan etika serta posisinya dalam kebijakan hukum Indonesia. Etika sendiri berasal dari ajaran agama yang bersifat abstrak karena didasarkan pada keyakinan. Dalam perkembangannya, sistem etika telah berkembang melalui lima tahapan: etika teologis, etika antologis, etika positif, etika fungsional tertutup, dan etika fungsional terbuka. Selanjutnya, kebijakan hukum didefinisikan oleh berbagai profesional hukum yang memiliki setidaknya karakteristik yang sama dalam kebijakan hukum. Artinya, pedoman dasar yang dibuat oleh penguasa melalui pilihan nilai, yang berisi arah kemana hukum itu diambil, yang berkembang dalam masyarakat dan direduksi menjadi norma-norma yang mengatur perilaku masyarakat. , bersifat konstruktif. Penulis menyimpulkan bahwa yurisprudensi adalah sikap memilih apa yang sedang berkembang di masyarakat, memprioritaskannya, menyelaraskannya dengan pemilih, dan menegakkannya sebagai undang-undang. Hubungan antara etika dan hukum dalam kebijakan hukum Indonesia sendiri dapat dilihat dari tiga dimensi: dimensi entitas-wadah, dimensi hubungan, keluasan cakupannya, dan dimensi akal manusia untuk mengikuti atau melanggarnya.