Nama : Rovi Janitra Alvaro
Npm : 2211011054
Kelas : S1 Manajemen A
14. A
Ilmu pengetahuan dan teknologi atau disingkat dengan iptek adalah sumber yang digunakan manusia untuk suatu penemuan baru maupun mengembangkan ilmu dan teknologi itu sendiri.
Iptek sudah berkembang pesat dan memiliki dampak positif dan negatif terhadap dunia
Contoh dampak positif nya adalah :
1. Menunjang kegiatan produksi
2. Memudahkan komunikasi dengan orang
3. Memudahkan proses pembelajaran
Contoh dampak negatif
1. Carding, pembobolan kartu credit melalui internet
2. Ketergantungan dan kemalasan
3. Mengandung unsur pornografi
Agar terhindar dari dampak buruk yang di sebabkan oleh iptek, manusia harus lah dapat mengimplementasikan pandangan hidup dan nilai nilai pancasila dalam menghadapi perkembangan iptek :
Kedudukan pancasila sebagai pandangan hidup :
1. Sebagai sumber solusi
2. Sebagai pembangun karakter
3. Pemersatu bangsa
Nilai nilai pancasila :
1. Ketuhanan , iptek harus dipikirkan secara rasional agar memiliki dampak positif
2. Kemanusiaan, bersikap adil dan beradab, persamaan derajat dan menghargai perbedaan
3. Persatuan, iptek dapatdikembangkan persatuan
4. Kerakyatan, menjadikan musyawarah sebagai solusi menghadapi perkembangan iptek
5. Keadilan, mewujudkan iptek harus adil tanpa membeda bedakan suku ras agama.
14. B
Menurut Notonagoro, sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa mengandung isi arti mutlak, bahwa dalam Negara Republik Indonesia tidak ada tempat bagi pertentangan dalam hal ke-Tuhanan atau keagamaan, bagi sikap dan perbuatan anti-Ketuhanan atau anti keagamaan dan bagi paksaan agama.
Kemanusiaan
Kebenaran adalah aktualisasi atau
perwujudan dan terpenuhinya hakekat
manusia. Notonagoro menyatakan, sila kedua dari Pancasila mengandung cita-cita kemanusiaan, yang lengkap sempurna memenuhi hakekat manusia. (Notonagoro, 1995: 93) Hakekat yang dimaksud dalam hal ini meliputi: bhinneka-tunggal dan majemuk-tunggal atau monopluralis.
Persatuan
Notonagoro menyatakan, sifat mutlak
kesatuan bangsa, wilayah dan Negara
Indonesia yang terkandung dalam sila ketiga, dengan segala perbedaan dan pertentangan di dalamnya, memenuhi sifat hakekat daripada satu, yaitu mutlak tidak dapat dibagi. Segala perbedaan dan pertentangan adalah hal yang biasa yang justru pasti dapat disalurkan untuk memelihara dan mengembangkan kesatuan kebangsaan. (Notonagoro, 1995: 120)
Kerakyatan
Menurut Notonagoro, sila keempat terdiri atas dua cita-cita kefilsafatan, yaitu: 1. Kerakyatan yang mengandung cita-cita bahwa negara adalah alat bagi keperluan seluruh rakyat serta pula cita-cita demokrasi sosial-ekonomi. 2. Musyawarah atau demokrasi politik yang dijelmakan dalam asas politik negara, ialah Negara Berkedaulatan Rakyat.
Keadilan
Kebenaran adalah terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Inilah makna kebenaran dalam Pancasila yang bersumber dari sila kelima. Hakekat daripada adil menurut pengertian ilmiah, yaitu terpenuhinya segala sesuatu yang telah merupakan suatu hak dalam hidup bersama sebagai sifat hubungan antara satu dengan yang lain, mengakibatkan bahwa memenuhi tiap-tiap hak di dalam hubungan antara satu dengan yang lain adalah wajib. Sehingga, kebenaran dalam konteks Pancasila merupakan kebenaran
Teori kebenaran
Dalam lingkup perbincangan
kefilsafatan, sistem filsafat Pancasila harus memenuhi tiga teori kebenaran, yakni teori kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Sehingga sistem filsafat Pancasila menjadi tangguh di hadapan sistem filsafat yang lain.
1.Teori kohersi
Hubungan logis sebagai pengakuan
atau cerminan teori koherensi terlihat pada susunan Pancasila yang menurut Notonagoro bersifat hirarkhis dan berbentuk piramidal (Suhadi, 1980: 14). Artinya, kelima sila Pancasila itu menunjukkan satu rangkaian
yang bertingkat, sehingga tidak boleh
dibolak-balik tata urutannya.
2. Teori korespondensi
Menurut teori korespondensi ini, satu
pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan
dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori pragmatik
Pancasila sebagai pemersatu bangsa
Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filsafat Pancasila berfungsi secara praktis.
Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai, kerangka berpikir serta asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Oleh karena itu sila-sila dalam Pancasila menunjukkan sistem etika dalam pembangunan iptek yakni :
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa,
mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antara rasional dengan irrasional, antara akal, rasa, dan
kehendak.
Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral.
Sila Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsaasyarakat internasional.
Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, mendasari pengembangan iptek secara demokratis.
Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia, kemajuan iptek harus dapat
menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan,