Posts made by Rovi Janitra Alvaro

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

by Rovi Janitra Alvaro -
Rovi Janitra Alvaro
2211011054
Manajemen A

Pada tanggal 15 Agustus, Jepang menyerah kepada Sekutu, membuka jalan bagi Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya dua hari kemudian.

Pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan Amerika di Pearl Harbor, menyebabkan aliansi Amerika Serikat, Inggris Raya, Belanda, Hindia Belanda dan koloni Inggris, serta beberapa negara negara Amerika Latin saling bekerja sama. melawan Jepang, Jerman dan Italia bergabung kemudian.

Puncak dari perlawanan Sekutu terhadap Jepang adalah dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima Jepang pada tanggal 6 Agustus 1945. Hampir separuh penduduk Hiroshima tewas seketika, kemudian bom atom kedua dijatuhkan oleh Sekutu tiga hari kemudian. di kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.

Enam hari setelah pengeboman Nagasaki, pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu. Ini menandai berakhirnya Perang Dunia II di kawasan Pasifik. Momen ini menyebabkan Indonesia, yang saat itu merupakan negara non-kolonial Jepang, mengalami kekosongan kekuasaan, memanfaatkan hal tersebut.Dua hari kemudian, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-1

by Rovi Janitra Alvaro -
Rovi Janitra Alvaro
2211011054
Manajemen A

Berdasarkan video tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi konflik antara masyarakat lokal dengan 6 pabrik di kawasan Pekalongan, Jawa Barat. konflik adalah
Pembuangan limbah pabrik ke saluran air menyebabkan pencemaran air di sungai dan lingkungan sekitar rumah penduduk. Hal ini membuat warga sekitar marah dan akhirnya mereka melakukan aksi protes dengan menutup jalur limbah pabrik dan warga melakukan aksi protes karena perusahaan melakukan kesalahan sejak dulu. Akhirnya pemilik pabrik mengakui kesalahannya. Selain itu, pemilik pabrik akan melakukan pengolahan limbah yang efektif, sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah pabrik di kawasan desa kerajinan, sehingga terlihat bahwa pabrik tersebut tidak mengambil pancasila sebagai landasan ilmu pengetahuan. dan perkembangan teknologi. Seandainya pabrik peduli terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, maka kejadian ini tidak akan terjadi atau pabrik tidak akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Rovi Janitra Alvaro -
Nama : Rovi Janitra Alvaro
Npm : 2211011054
Kelas S1 Manajemen

URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Pancasila sebagai idiologi negara
merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya
dan agama dari bangsa Indonesia.
Pengembangan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi (Iptek) dewasa ini
mencapai kemajuan pesat sehingga
peradapan manusia mengalami perubahan
yang luar biasa . Pengembangan Iptek
tidak dapat terlepas dari situasi yang
melengkapinya, artinya iptek selalu
berkembang dalam suatu ruang budaya.

Kepemilikan iptek ini juga mendehumanisasikan manusia itu sendiri, karena penggunaan iptek ini dapat mengarah ke arah positif dan negatif.

Dalam pengertian Pancasila sebagai
dasar nilai pengembangan ilmu ,
dapat disampaikan pemahaman,
Pertama,
bahwa setiap ilmu pengetahuan dan
teknologi (iptek) yang dikembangkan di
Indonesia haruslah tidak bertentangan
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila.
Kedua,bahwa setiap
perkembangan iptek harus didasarkan
dengan nilai Pancasila sebagai faktor
internal pengembangan.
Ketiga, nilai-
nilai Pancasila berperan sebagai rambu
normatif bagi pengembangan iptek di
Indonesia.
Keempat, bahwa setiap
pengembangan iptek harus berakar dari
budaya dan idiologi bangsa Indonesia
sendiri.


Hal lain yang menegaskan peran
Pancasila sebagai sumber nilai dalam
pengembangan iptek adalah,
Pertama
bahwa pengembangan iptek
harus menghormati keyakinan religius
masyarakat,
Kedua, iptek ditujukan bagi
pengembangan kemanusiaan .
Ketiga, iptek merupakan hal
yang menghomogenisasikan budaya
sehingga dapat mempersatukan
masyarakat.
Keempat, Prinsip demokrasi akan
menuntut bahwa pengusaan iptek harus
merata kesemua lapisan masyarakat
karena pendidikan adalah tuntutan
masyarakat.
Kelima, Kesenjangan
dalam penguasaan iptek harus
dipersempit terus menerus sehingga semakin merata sebagai salah satu prinsip
keadilan.

Dasar nilai pengembangan pancasila juga didukung oleh sumber historis, sosiologis, dan politis.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi

by Rovi Janitra Alvaro -
Nama : Rovi Janitra Alvaro
Npm : 2211011054
Kelas : S1 Manajemen A

14. A
Ilmu pengetahuan dan teknologi atau disingkat dengan iptek adalah sumber yang digunakan manusia untuk suatu penemuan baru maupun mengembangkan ilmu dan teknologi itu sendiri.
Iptek sudah berkembang pesat dan memiliki dampak positif dan negatif terhadap dunia
Contoh dampak positif nya adalah :
1. Menunjang kegiatan produksi
2. Memudahkan komunikasi dengan orang
3. Memudahkan proses pembelajaran
Contoh dampak negatif
1. Carding, pembobolan kartu credit melalui internet
2. Ketergantungan dan kemalasan
3. Mengandung unsur pornografi
Agar terhindar dari dampak buruk yang di sebabkan oleh iptek, manusia harus lah dapat mengimplementasikan pandangan hidup dan nilai nilai pancasila dalam menghadapi perkembangan iptek :
Kedudukan pancasila sebagai pandangan hidup :
1. Sebagai sumber solusi
2. Sebagai pembangun karakter
3. Pemersatu bangsa
Nilai nilai pancasila :
1. Ketuhanan , iptek harus dipikirkan secara rasional agar memiliki dampak positif
2. Kemanusiaan, bersikap adil dan beradab, persamaan derajat dan menghargai perbedaan
3. Persatuan, iptek dapatdikembangkan persatuan
4. Kerakyatan, menjadikan musyawarah sebagai solusi menghadapi perkembangan iptek
5. Keadilan, mewujudkan iptek harus adil tanpa membeda bedakan suku ras agama.
14. B
Menurut Notonagoro, sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa mengandung isi arti mutlak, bahwa dalam Negara Republik Indonesia tidak ada tempat bagi pertentangan dalam hal ke-Tuhanan atau keagamaan, bagi sikap dan perbuatan anti-Ketuhanan atau anti keagamaan dan bagi paksaan agama.

Kemanusiaan
Kebenaran adalah aktualisasi atau
perwujudan dan terpenuhinya hakekat
manusia. Notonagoro menyatakan, sila kedua dari Pancasila mengandung cita-cita kemanusiaan, yang lengkap sempurna memenuhi hakekat manusia. (Notonagoro, 1995: 93) Hakekat yang dimaksud dalam hal ini meliputi: bhinneka-tunggal dan majemuk-tunggal atau monopluralis.

Persatuan
Notonagoro menyatakan, sifat mutlak
kesatuan bangsa, wilayah dan Negara
Indonesia yang terkandung dalam sila ketiga, dengan segala perbedaan dan pertentangan di dalamnya, memenuhi sifat hakekat daripada satu, yaitu mutlak tidak dapat dibagi. Segala perbedaan dan pertentangan adalah hal yang biasa yang justru pasti dapat disalurkan untuk memelihara dan mengembangkan kesatuan kebangsaan. (Notonagoro, 1995: 120)

Kerakyatan
Menurut Notonagoro, sila keempat terdiri atas dua cita-cita kefilsafatan, yaitu: 1. Kerakyatan yang mengandung cita-cita bahwa negara adalah alat bagi keperluan seluruh rakyat serta pula cita-cita demokrasi sosial-ekonomi. 2. Musyawarah atau demokrasi politik yang dijelmakan dalam asas politik negara, ialah Negara Berkedaulatan Rakyat.

Keadilan
Kebenaran adalah terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Inilah makna kebenaran dalam Pancasila yang bersumber dari sila kelima. Hakekat daripada adil menurut pengertian ilmiah, yaitu terpenuhinya segala sesuatu yang telah merupakan suatu hak dalam hidup bersama sebagai sifat hubungan antara satu dengan yang lain, mengakibatkan bahwa memenuhi tiap-tiap hak di dalam hubungan antara satu dengan yang lain adalah wajib. Sehingga, kebenaran dalam konteks Pancasila merupakan kebenaran

Teori kebenaran
Dalam lingkup perbincangan
kefilsafatan, sistem filsafat Pancasila harus memenuhi tiga teori kebenaran, yakni teori kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Sehingga sistem filsafat Pancasila menjadi tangguh di hadapan sistem filsafat yang lain.
1.Teori kohersi
Hubungan logis sebagai pengakuan
atau cerminan teori koherensi terlihat pada susunan Pancasila yang menurut Notonagoro bersifat hirarkhis dan berbentuk piramidal (Suhadi, 1980: 14). Artinya, kelima sila Pancasila itu menunjukkan satu rangkaian
yang bertingkat, sehingga tidak boleh
dibolak-balik tata urutannya.
2. Teori korespondensi
Menurut teori korespondensi ini, satu
pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan
dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori pragmatik
Pancasila sebagai pemersatu bangsa
Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filsafat Pancasila berfungsi secara praktis.

Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai, kerangka berpikir serta asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Oleh karena itu sila-sila dalam Pancasila menunjukkan sistem etika dalam pembangunan iptek yakni :
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa,
mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antara rasional dengan irrasional, antara akal, rasa, dan
kehendak.
Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral.
Sila Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsaasyarakat internasional.
Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, mendasari pengembangan iptek secara demokratis.
Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia, kemajuan iptek harus dapat
menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan,

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

by Rovi Janitra Alvaro -
Nama : Rovi Janitra Alvaro
NPM : 2211011054
Kelas : S1 Manajemen A

Pancasila dan iptek
Pancasila sebagai dasar pengembangan iptek

Iptek adalah hasil kerja manusia. Karya pada dasarnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mengatur kehidupannya.
Hanya orang yang menggunakannya untuk keuntungan tertentu, baik positif maupun negatif.
Pada dasarnya Pancasila adalah resep dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini dan di masa yang akan datang sangat pesat.
Dasar ketuhanan YME bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika Anda mengambil pandangan sekuler dunia Barat, di mana ilmu dipelajari dan menjadi referensi bagi para sarjana, tampaknya sebaliknya.

Sila-sila pancasila yang menjadi sisitem etika dalam pengembangan IPTEK :

1. Sila ke tuhanan yang maha esa
Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK
tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan di ciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia
manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.

2. Sila Kemanusiaan yang beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah hasil budaya manusia yang
beradab dan bermoral.

3. Sila Persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan
rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.

4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis,artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati
dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.

5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam
hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara,
serta manusia dengan alam lingkungannya.