Nama : Naswan Fachri Ramadhan Zain
NPM : 2255061011
Kelas : PSTI B
Prodi : Teknik Informatika
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Berdasarkan artikel “Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya”, dapat disimpulkan bahwa konflik tersebut merupakan konflik yang kompleks di perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang diperparah oleh faktor-faktor seperti agama, budaya dan berbagai perbedaan yang ditimbulkan. Bisnis. Namun, pemerintah, masyarakat dan organisasi berusaha untuk menyelesaikan konflik tersebut, misalnya melalui dialog antar negara, kebijakan pembangunan ekonomi dan pendidikan. Menyelesaikan konflik membutuhkan tindakan yang terus menerus dan kooperatif oleh berbagai pihak, serta pemahaman yang baik antara masyarakat dan negara. Dan hal positif yang dapat saya ambil dari artikel tersebut adalah bahwa pemerintah Indonesia dan Timor-Leste bekerja untuk menyelesaikan masalah tersebut dan komunitas serta organisasi lokal berperan aktif dalam membawa perdamaian ke wilayah tersebut. Pasal tersebut juga memberikan harapan agar konflik komunal di perbatasan antara Indonesia dan Timor Timur dapat diselesaikan secara damai.
2.Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Menurut saya, jika tidak ada konsep pulau, wilayah Indonesia mudah menjadi sasaran klaim sepihak oleh negara lain dan konflik antar wilayah di dalam negeri. Tanpa konsep perspektif picik, Indonesia juga tidak dapat menerima dukungan dari negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, yang membahayakan kedaulatan dan keamanan nasional serta menghambat pembangunan di kawasan Indonesia.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Pandangan pulau adalah pandangan atau pandangan tentang keberadaan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang berdaulat, kebhinekaan dan keutuhan wilayah yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya dan bahasa. Dalam konteks konflik masyarakat di perbatasan Indonesia-Timor Leste, perspektif picik dapat menjadi dasar pencegahan konflik dan menjaga keamanan di perbatasan Indonesia. Memahami perspektif nusantara dapat menjadi pedoman pemerintah Indonesia dalam mencegah konflik di perbatasan Indonesia-Timor Timur. Dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah, serta mempererat kerjasama antar negara diharapkan kondisi di perbatasan Indonesia dan Timor Leste tetap aman dan stabil.
NPM : 2255061011
Kelas : PSTI B
Prodi : Teknik Informatika
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Berdasarkan artikel “Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya”, dapat disimpulkan bahwa konflik tersebut merupakan konflik yang kompleks di perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang diperparah oleh faktor-faktor seperti agama, budaya dan berbagai perbedaan yang ditimbulkan. Bisnis. Namun, pemerintah, masyarakat dan organisasi berusaha untuk menyelesaikan konflik tersebut, misalnya melalui dialog antar negara, kebijakan pembangunan ekonomi dan pendidikan. Menyelesaikan konflik membutuhkan tindakan yang terus menerus dan kooperatif oleh berbagai pihak, serta pemahaman yang baik antara masyarakat dan negara. Dan hal positif yang dapat saya ambil dari artikel tersebut adalah bahwa pemerintah Indonesia dan Timor-Leste bekerja untuk menyelesaikan masalah tersebut dan komunitas serta organisasi lokal berperan aktif dalam membawa perdamaian ke wilayah tersebut. Pasal tersebut juga memberikan harapan agar konflik komunal di perbatasan antara Indonesia dan Timor Timur dapat diselesaikan secara damai.
2.Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Menurut saya, jika tidak ada konsep pulau, wilayah Indonesia mudah menjadi sasaran klaim sepihak oleh negara lain dan konflik antar wilayah di dalam negeri. Tanpa konsep perspektif picik, Indonesia juga tidak dapat menerima dukungan dari negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, yang membahayakan kedaulatan dan keamanan nasional serta menghambat pembangunan di kawasan Indonesia.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Pandangan pulau adalah pandangan atau pandangan tentang keberadaan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang berdaulat, kebhinekaan dan keutuhan wilayah yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya dan bahasa. Dalam konteks konflik masyarakat di perbatasan Indonesia-Timor Leste, perspektif picik dapat menjadi dasar pencegahan konflik dan menjaga keamanan di perbatasan Indonesia. Memahami perspektif nusantara dapat menjadi pedoman pemerintah Indonesia dalam mencegah konflik di perbatasan Indonesia-Timor Timur. Dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah, serta mempererat kerjasama antar negara diharapkan kondisi di perbatasan Indonesia dan Timor Leste tetap aman dan stabil.