Nama : Jhon V Nababan
NPM : 2217051087
Kelas : D
Hal yang dapat saya analisis dari video tersebut bahwa perkembangan demokrasi di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dari masa Revolusi hingga saat ini. Meskipun terdapat beberapa periode yang ditandai dengan otoritarianisme dan pembatasan terhadap hak-hak demokratis, Indonesia saat ini telah mengadopsi sistem politik yang lebih demokratis dan memberikan perlindungan terhadap hak-hak dasar. Namun, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi agar Indonesia dapat menjadi negara yang lebih demokratis dan inklusif.
1. Revolusi 1945
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, sistem politik yang diadopsi adalah demokrasi parlementer. Namun, hal ini tidak berlangsung lama karena terjadinya konflik politik antara partai-partai politik. Pada akhirnya, terjadilah kudeta militer pada tahun 1965 dan terciptalah era Orde Baru yang dikenal dengan otoritarianisme.
2. Era Orde Baru (1965-1998)
Selama era Orde Baru, demokrasi di Indonesia diabaikan dan mengalami pembatasan yang signifikan. Partai politik dilarang dan kebebasan pers dibatasi. Selain itu, pemilihan umum hanya diadakan sebagai formalitas dan tidak adil. Namun, pada akhir 1990-an, terdapat tekanan internasional dan nasional yang memaksa Orde Baru untuk membuka ruang politik bagi oposisi.
3. Reformasi 1998
Pada tahun 1998, terjadi reformasi politik di Indonesia yang ditandai dengan jatuhnya rezim Orde Baru dan terbentuknya era baru yang lebih demokratis. Pembatasan terhadap kebebasan pers dihapuskan dan pemilihan umum menjadi lebih adil. Lebih dari 48 partai politik juga didirikan, dan kebebasan berserikat dan berkumpul diizinkan.
4. Era Reformasi (1998-Sekarang)
Setelah reformasi, Indonesia mengadopsi sistem politik yang lebih demokratis dengan pemilihan umum yang diadakan secara berkala. Selain itu, hak asasi manusia, kebebasan pers, dan kebebasan berpendapat diberikan perlindungan oleh konstitusi. Namun, meskipun telah ada perbaikan dalam demokrasi di Indonesia, masih terdapat tantangan yang harus diatasi, seperti korupsi, kekerasan politik, dan intoleransi.