NAMA : SALMA AMALIA ZHAFIRA
NPM : 2207051032
KELAS : D3MI
PRODI : D3MI
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
. Artikel tersebut membahas tentang kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019. Terdapat catatan buruk terkait pelanggaran HAM berat di masa lalu, pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama, diskriminasi gender, kegagalan dalam menghadirkan keadilan dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM masa lalu, serta pelanggaran HAM yang masih berlangsung di Papua. Artikel ini menyoroti tantangan dan kekurangan dalam penegakan HAM di Indonesia.
- Hal positif yang dapat diperoleh dari artikel ini adalah adanya kesadaran dan pengawasan terhadap penegakan HAM di Indonesia. Lembaga seperti Komnas HAM dan Amnesty International terus berupaya untuk mengadvokasi perlindungan HAM yang lebih baik dan mendorong reformasi.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Demokrasi di Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia. Pendapat mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa dapat bervariasi tergantung pada perspektif dan pandangan individu. Beberapa masyarakat Indonesia mungkin melihat hubungan erat antara agama dan nilai-nilai demokrasi, sementara yang lain mungkin lebih fokus pada prinsip-prinsip demokrasi yang lebih sekuler.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Praktik demokrasi Indonesia saat ini tidak selalu sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 serta nilai-nilai hak asasi manusia. Meskipun demokrasi adalah sistem yang dijunjung tinggi di Indonesia, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya. Beberapa masalah yang muncul termasuk adanya pelanggaran HAM, korupsi, politik identitas, dan ketidaksetaraan dalam akses dan perlindungan hak asasi manusia.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Sikap terhadap anggota parlemen yang mengutamakan agenda politik pribadi dan tidak sejalan dengan kepentingan nyata masyarakat dapat bervariasi tergantung pada pandangan individu. Secara umum, sikap yang mungkin muncul adalah kekecewaan dan ketidakpuasan terhadap perilaku tersebut. Masyarakat dapat mengharapkan perwakilan mereka di parlemen untuk bertindak sesuai dengan kepentingan rakyat dan memperjuangkan kebijakan yang mensejahterakan.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab :
Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik dan memanfaatkannya untuk mempengaruhi loyalitas dan emosi rakyat dapat menjadi masalah dalam konteks demokrasi dewasa saat ini. Hal ini dapat mengancam prinsip-prinsip demokrasi yang seharusnya berlandaskan pada kebebasan, keadilan, dan partisipasi aktif masyarakat. Ketika kekuasaan kharismatik digunakan untuk tujuan yang tidak jelas atau untuk kepentingan pribadi, dapat terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan kebebasan individu. Diperlukan kewaspadaan dan pemantauan terhadap penyalahgunaan kekuasaan semacam itu untuk menjaga integritas demokrasi.