NAMA: Widia Oktavani Br Tarigan
NPM: 2217011095
KELAS: C
Jurnal ini membahas dinamika sosial politik menjelang Pemilu Serentak 2019 di Indonesia, dengan fokus pada berbagai isu seperti penguatan sistem presidensial, mobilisasi perempuan melalui narasi simbolik, netralitas Polri, dan populisme. Artikel-artikel dalam jurnal ini mengeksplorasi bagaimana pemilu serentak pertama yang menggabungkan pemilihan presiden dan legislatif memengaruhi koalisi partai politik, polarisasi masyarakat, serta tantangan dalam konsolidasi demokrasi. Salah satu temuan penting adalah bahwa pemilu serentak belum sepenuhnya mendorong pendalaman demokrasi substansial karena masih adanya praktik pragmatis dan lemahnya pelembagaan partai politik.
Selain itu, jurnal ini juga menyoroti upaya mobilisasi pemilih perempuan melalui narasi seperti "emak-emak" dan "ibu bangsa," yang justru dinilai mendomestikasi peran perempuan dan mencerminkan budaya patriarki yang masih kuat. Di sisi lain, netralitas Polri dalam pemilu menjadi sorotan karena peran ganda mereka sebagai penjaga keamanan dan aktor politik. Artikel lain mengkritisi politisasi identitas agama yang memicu polarisasi dan mengancam harmoni sosial, serta menilai bahwa pemilu 2019 belum mampu membangun kepercayaan publik secara penuh.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan gambaran komprehensif tentang kompleksitas pemilu serentak 2019 dan tantangan demokrasi di Indonesia. Meskipun pemilu berjalan lancar, masalah seperti politisasi birokrasi, fragmentasi partai politik, dan ketidakpercayaan publik terhadap hasil pemilu menunjukkan bahwa konsolidasi demokrasi masih membutuhkan perbaikan. Jurnal ini menekankan pentingnya reformasi sistemik dan peningkatan kualitas partai politik serta lembaga penyelenggara pemilu untuk mencapai demokrasi yang lebih substansial di masa depan.