Nama : Anisa Dwi Pratiwi
NPM : 2216031153
Kelas : Reg A
IDENTITAS NASIONAL
1. Pengertian Identitas Nasional
Identitas Nasional berasal dari bahasa Yunani kemudian identitas nasionalnya secara harfiah merupakan ciri-ciri tanda atau Jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang dekat dengan orang lain sedangkan "sional" merupakan identitas siap melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan baik fisik maupun budaya agama bahasa maupun nonfisik seperti keinginan cita-cita dan tujuan istilah identitas nasional secara terminologi saat ini adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa satu dengan bangsa lainnya.
2.Unsur-Unsur Pembentukan Identitas Negara
Unsur-unsur pembentukan identitas negara adalah Suku bangsa, Agama, Kebudayaan, dan Bahasa
Adapun pembagian identitas nasional yakni:
1. Identitas Fundamental, yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa, Dasar Negara dan Ideologi Negara.
2. Identitas Instrumental, berisi UUD 1945, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara dan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.
3. Identitas alamiah, meliputi Negara Kepulauan dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya serta agama dan kepercayaan.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional bangsa
1. Primordial ikatan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa daerah bahasa dan adat istiadat merupakan faktor primordial yang dapat membentuk Bank negara bangsa.primordialisme tidak hanya menimbulkan pola perilaku yang sama tetapi juga melahirkan persepsi yang sama tentang masyarakat negara yang dicita-citakan.
2. Sakral, kesamaan agama yang dianut oleh suatu masyarakat atau ikatan ideologi yang kuat dalam masyarakat juga merupakan faktor yang dapat membentuk negara bangsa namun kadang terjadi kesamaan agama dan ideologi suatu masyarakat juga menjadi faktor yang mempersulit proses pembentukan negara bangsa.
3. Tokoh, kepemimpinan dari seorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas oleh masyarakat dapat menjadi faktor yang menyatukan suatu negara
4. Sejarah, resep yang sama tentang soal asal usul atau tentang pengalaman Masa Lalu seperti penderitaan yang sama akibat dari penjajahan tidak hanya melahir melahirkan solidaritas tetapi juga tekad dan tujuan yang sama antar kelompok suku bangsa.
5. Bhineka tunggal ika, prinsip bersatu dalam perbedaan merupakan salh satu faktor yang dapat membentuk bangsa negara. Bersatu dalam perbedaan artinya kesediaan warga masyarakat untuk bersama dalam suatu lembaga yang disebut negara atau pemerintahan walaupun mereka memiliki suku bangsa adat istiadat atau agama yang berbeda.
Faktor pembentuk identitas nasional :
1. aktor objektif meliputi faktor geografis ekologis dan demografis.
2. aktor subjektif secara historis, sosial, politik, dan kebudayaan
Menurut Robert de Ventos, teori tentang munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil empat faktor penting, yaitu:
1. Faktor Primer : Faktor ini mencakup etnisitas, teritorial, bahasa, agama dan yang Sejenisnya.
2. Faktor Pendorong : Faktor ini terdiri dari pembangunan komunikasi dan teknologi, lahirnya Angkatan bersenjata modern dan pembangunan lainnya dalam kehidupan negara.
3. Faktor Penarik : Faktor ini mencakup kodifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantaan sistem pendidikan nasional.
4. Faktor Reaktif: Faktor ini meliputi penindasan, dominasi, dan pencatian identitas alternatif melalui memori kolektif rakyat.
Tujuan dan fungsi identitas nasional :
1. Sebagai alat pemersatu bangsa
2. Sebagai pembeda dengan bangsa lainnya
3. Merupakan landasan negara
4. Identitas nehara tersebut
5. Nilai potensi bangsa
Peran identitas nasional sendiri antara lain :
1. Sebagai bahan atau objek dalam integrasi nasional contoh : integrasi nasional identitas nasional berperan sebagai bahan atau objek
2. Pengontrol sumber daya ekonomi.
Hal ini termasuk mengelaborasi pembagian kerja serta mendorong persebaran dan mobilitas barang dan tenaga kerja
3. Menjadi penanda ikatan solidaritas, contoh : indonesia yang terdiri dari begitu banyak unsur-unsur identitas nasional suku, ras, bahasa daerah, tradisi dan agama, memiliki sejarah kemerdekaan yang sama, lagu kebangsaan yang sama, serta bahasa negara yang sama.
4. Menjadi definisi territorial
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, identitas nasional terikat pada wilayah. Maka, identitas nasional jika dilihat dari perspektif teritori juga berperan sebagai definisi sebuah ruang yang pasti. Di dalam ruang inilah para warga hidup, bekerja dan melakukan segala aktivitasnya.
NPM : 2216031153
Kelas : Reg A
IDENTITAS NASIONAL
1. Pengertian Identitas Nasional
Identitas Nasional berasal dari bahasa Yunani kemudian identitas nasionalnya secara harfiah merupakan ciri-ciri tanda atau Jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang dekat dengan orang lain sedangkan "sional" merupakan identitas siap melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan baik fisik maupun budaya agama bahasa maupun nonfisik seperti keinginan cita-cita dan tujuan istilah identitas nasional secara terminologi saat ini adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa satu dengan bangsa lainnya.
2.Unsur-Unsur Pembentukan Identitas Negara
Unsur-unsur pembentukan identitas negara adalah Suku bangsa, Agama, Kebudayaan, dan Bahasa
Adapun pembagian identitas nasional yakni:
1. Identitas Fundamental, yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa, Dasar Negara dan Ideologi Negara.
2. Identitas Instrumental, berisi UUD 1945, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara dan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.
3. Identitas alamiah, meliputi Negara Kepulauan dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya serta agama dan kepercayaan.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional bangsa
1. Primordial ikatan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa daerah bahasa dan adat istiadat merupakan faktor primordial yang dapat membentuk Bank negara bangsa.primordialisme tidak hanya menimbulkan pola perilaku yang sama tetapi juga melahirkan persepsi yang sama tentang masyarakat negara yang dicita-citakan.
2. Sakral, kesamaan agama yang dianut oleh suatu masyarakat atau ikatan ideologi yang kuat dalam masyarakat juga merupakan faktor yang dapat membentuk negara bangsa namun kadang terjadi kesamaan agama dan ideologi suatu masyarakat juga menjadi faktor yang mempersulit proses pembentukan negara bangsa.
3. Tokoh, kepemimpinan dari seorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas oleh masyarakat dapat menjadi faktor yang menyatukan suatu negara
4. Sejarah, resep yang sama tentang soal asal usul atau tentang pengalaman Masa Lalu seperti penderitaan yang sama akibat dari penjajahan tidak hanya melahir melahirkan solidaritas tetapi juga tekad dan tujuan yang sama antar kelompok suku bangsa.
5. Bhineka tunggal ika, prinsip bersatu dalam perbedaan merupakan salh satu faktor yang dapat membentuk bangsa negara. Bersatu dalam perbedaan artinya kesediaan warga masyarakat untuk bersama dalam suatu lembaga yang disebut negara atau pemerintahan walaupun mereka memiliki suku bangsa adat istiadat atau agama yang berbeda.
Faktor pembentuk identitas nasional :
1. aktor objektif meliputi faktor geografis ekologis dan demografis.
2. aktor subjektif secara historis, sosial, politik, dan kebudayaan
Menurut Robert de Ventos, teori tentang munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil empat faktor penting, yaitu:
1. Faktor Primer : Faktor ini mencakup etnisitas, teritorial, bahasa, agama dan yang Sejenisnya.
2. Faktor Pendorong : Faktor ini terdiri dari pembangunan komunikasi dan teknologi, lahirnya Angkatan bersenjata modern dan pembangunan lainnya dalam kehidupan negara.
3. Faktor Penarik : Faktor ini mencakup kodifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantaan sistem pendidikan nasional.
4. Faktor Reaktif: Faktor ini meliputi penindasan, dominasi, dan pencatian identitas alternatif melalui memori kolektif rakyat.
Tujuan dan fungsi identitas nasional :
1. Sebagai alat pemersatu bangsa
2. Sebagai pembeda dengan bangsa lainnya
3. Merupakan landasan negara
4. Identitas nehara tersebut
5. Nilai potensi bangsa
Peran identitas nasional sendiri antara lain :
1. Sebagai bahan atau objek dalam integrasi nasional contoh : integrasi nasional identitas nasional berperan sebagai bahan atau objek
2. Pengontrol sumber daya ekonomi.
Hal ini termasuk mengelaborasi pembagian kerja serta mendorong persebaran dan mobilitas barang dan tenaga kerja
3. Menjadi penanda ikatan solidaritas, contoh : indonesia yang terdiri dari begitu banyak unsur-unsur identitas nasional suku, ras, bahasa daerah, tradisi dan agama, memiliki sejarah kemerdekaan yang sama, lagu kebangsaan yang sama, serta bahasa negara yang sama.
4. Menjadi definisi territorial
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, identitas nasional terikat pada wilayah. Maka, identitas nasional jika dilihat dari perspektif teritori juga berperan sebagai definisi sebuah ruang yang pasti. Di dalam ruang inilah para warga hidup, bekerja dan melakukan segala aktivitasnya.