Nama : Anisa Dwi Pratiwi
NPM : 2216031153
Kelas : Reguler A
Analisis Soal
1. Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut dan hal apa yang harus dibenahi dalam konsep berbangsa dan bernegara sesuai dengan artikel tersebut!
Hal positif yang dapat kita peroleh dari artikel tersebut adalah pentingnya mempertimbangkan urgensi atau 'sense of crisis', dalam pembentukan peraturan perundang-undangan yang ada. Selain itu pentingnya transparansi dan partisipasi public dalam pembentukan undang undang yang menjadi unsur penting dalam demokrasi. Hal yang harus dibenahi adalah UU Cipta Kerja UU tersebut bermasalah tidak hanya secara formil atau dalam pembentukannya saja, tapi juga dalam materialnya atau dalam substansi yang dimuatnya. Menurut Siaran Pers Koalisi Save Mahkamah Konstitusi tahun 2020, UU itu dibentuk secara terburu-buru, tanpa mempertimbangkan urgensi di masa pandemi yang menunjukan tidak adanya 'sense of crisis', tidak ada urgensi yang jelas untuk mengubah ketentuan-ketentuan di dalamnya, serta bertentangan dengan asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2011.
2. Apa sebenarnya hakikat dari konstitusi itu dan apa pentingnya konstitusi bagi suatu negara, seperti halnya Indonesia dengan adanya UUD NRI 1945?
Konstitusi adalah suatu dokumen yang berisi aturan-aturan dasar yang mengatur tata cara berpemerintahan, hak dan kewajiban rakyat, serta hubungan antara pemerintah dan rakyat. Konstitusi juga dapat disebut sebagai undang-undang dasar yang menjadi pedoman bagi suatu negara dalam menjalankan pemerintahan dan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pentingnya konstitusi bagi suatu negara adalah karena konstitusi memberikan kepastian hukum dan keadilan dalam berbagai hal, seperti hak asasi manusia, hak-hak politik, dan kebijakan pemerintah. Konstitusi juga membantu mengatur hubungan antara pemerintah dan rakyat, serta memberikan batasan kekuasaan pemerintah agar tidak melampaui batas-batas yang telah ditetapkan.
Di Indonesia, UUD NRI 1945 memiliki peran penting sebagai konstitusi yang mengatur tata cara berpemerintahan, hak dan kewajiban rakyat, serta hubungan antara pemerintah dan rakyat. UUD NRI 1945 juga menjadi landasan bagi hukum-hukum yang ada di Indonesia, serta menjadi acuan dalam membangun dan mengembangkan negara Indonesia. Melalui UUD NRI 1945, Indonesia memiliki kepastian hukum dan keadilan dalam berbagai hal, seperti hak asasi manusia, hak-hak politik, dan kebijakan pemerintah.
3. Sebutkan contoh perilaku pejabat negara yang tidak konstitusional! Layakkah mendapat hukuman yang maksimal atau di beri kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya?
Contoh perilaku pejabat negara yang tidak konstitusional antara lain:
1. Penyalahgunaan kekuasaan dalam pengambilan kebijakan yang merugikan masyarakat.
2. Tidak menjalankan aturan yang telah ditetapkan dalam konstitusi.
3. Korupsi dan penyelewengan anggaran negara.
4. Melakukan diskriminasi atau pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
Perilaku-perilaku di atas merugikan masyarakat dan bertentangan dengan prinsip-prinsip konstitusi. Oleh karena itu, pejabat negara yang melakukan perilaku seperti itu seharusnya mendapat hukuman yang sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Namun, hukuman tersebut harus diberikan setelah melalui proses hukum yang adil dan terbuka, sehingga ada kesempatan bagi pejabat negara tersebut untuk membela diri dan membuktikan kesalahannya atau kesalahan yang telah dilakukan.
Sementara itu, apabila pejabat negara tersebut mengakui kesalahannya dan bersedia memperbaiki perilakunya, maka sebaiknya diberikan kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya. Pemerintah dan masyarakat perlu memberikan pendidikan dan pelatihan agar pejabat negara tersebut bisa memahami dan menghormati prinsip-prinsip konstitusi, sehingga tidak melakukan pelanggaran konstitusional di masa depan. Hal ini penting untuk memastikan pemerintahan yang baik dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.