Nama : Anisa Dwi Pratiwi
NPM : 2216031153
Kelas : Reguler A
Prodi : S-1 Ilmu Komunikasi
Analisis soal 1
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Tanggapan saya terhadap isi artikel tersebut adalah bahwa adanya konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste yang telah terjadi pada tahun 2012 dan 2013. Hal tersebut menunjukkan adanya masalah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah Indonesia. Artikel ini memberikan gambaran kronologis konflik, faktor penyebabnya, serta mengajukan pertanyaan mengenai konsepsi wawasan nusantara sebagai salah satu upaya penyelesaiannya. Kepulauan besar yang berbatasan langsung dengan negara lain, konflik seperti yang disebutkan dalam artikel di atas sering terjadi. Selain itu, masih ada sengketa wilayah yang belum terselesaikan yang memperparah konflik. Batasan-batasan yang jarang dipublikasikan dan sulit dicapai menghasilkan konflik yang mereda dan tidak pernah terselesaikan. Konflik bertahun-tahun telah mengakibatkan cedera yang membutuhkan perhatian segera. Konflik yang terus berlangsung sangat menuntut perhatian pemerintah. Sengketa wilayah yang masih menjadi sumber konflik harus segera diselesaikan secara diplomatis, karena jika konflik ini terus berlanjut, bentrokan di masyarakat perbatasan akan semakin meningkat. Namun di sisi lain, dapat diapresiasi semangat masyarakat perbatasan Indonesia untuk mempertahankan wilayahnya, dan juga harus memperhatikan upaya penyelesaian konflik TNI, mereka terjun langsung ke warga yang berkonflik dan memperjuangkannya. bangsa Indonesia untuk melindungi rakyat.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Menurut saya, Pentingnya wawasan nusantara bagi bangsa Indonesia sebagai pedoman, motivator, motivator dan rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan, keputusan, prakarsa dan tindakan di tingkat pemerintahan pusat dan daerah dan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan. masyarakat, bangsa dan negara. Jika generasi suatu bangsa tidak memiliki perspektif pulau, bangsa lain dapat mengkolonisasi kembali tanah tersebut. Bahkan mungkin menjadi negara yang hancur. Ini karena rasa memiliki warga negara telah hilang dan tidak ada gunanya melindungi seluruh bangsa.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Pendekatan pulau dapat membantu mencegah konflik, misalnya di perbatasan antara Indonesia dan Timor Timur. Pandangan picik adalah pandangan bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut, dan udara sebagai landasan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan. dan keselamatan. . Konsep ini dapat membantu memandang perbatasan sebagai kawasan yang harus dijaga dan dikelola dengan baik, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Selain itu, visi nusantara juga menganut nilai-nilai iman dan taqwa, keadilan dan kesopanan, musyawarah dan kesejahteraan, untuk mewujudkan suasana damai dan tenteram bagi kebahagiaan dan kelangsungan hidup rakyat dan negara Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan konflik perbatasan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan menerapkan konsep perspektif kepulaun. Konsep Wawasan Nusantara mengajarkan cara pandang persatuan melawan perbedaan yang menyelimuti bangsa. Memperkokoh rasa persatuan hanya menjadikan perbedaan daerah sebagai dasar bagi warga negara untuk mempertahankan persatuan bukan perpecahan. Wawasan Nusantara juga tidak menggunakan kekerasan di suatu wilayah yang dapat merugikan suatu bangsa. Alangkah baiknya jika konflik dapat dihindari dengan menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mufakat.