Posts made by Rauzhan Masagus rauzhan athaya

Nama : Masagus Rauzhan Athaya
NPM : 2256031004
Kelas : MAN B/Paralel
Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Kearifan lokal merupakan pendoman hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai cara kehidupan yang berbentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat lokal dalam mengatasi berbagai masalah yang muncul dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Kearifan lokal menjadi salah satu identitas nasional sebab Identitas nasional adalah rasa memiliki terhadap suatu negara atau bangsa. Selain itu kearifan budaya lokal dapat diciptakan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti seni budaya, adat, bahasa, serta sistem nilai dan agama. Pentingnya kearifan budaya lokal juga diperjelas dalam rangka menjaga macam-macam budaya di Indonesia, serta membangun rasa saling menghargai dan toleransi sesama masyarakat indonesia.

Sebagai negara bangsa yang memiliki banyak suku adat serta budaya Indonesia memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Diskriminasi yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air pada akhirnya telah membuat terjadinya ketimpangan sosial dan konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi sejarah kelam yang sulit dilupakan. Namun sering juga kita dapat saksikan adanya tuntutan berlebihan baik dalam skala mikro maupun skala makro, sehingga dapat menjadi masalah besar yang dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini kebijakan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak pada persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata

Berkaitan dengan itu perlu sangat penting pemahaman rasa persatuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan Indonesia untuk memahaminya lewat pendekatan kebudayaan se-Indonesia. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, sehingga tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia berada dalam kehidupan dengan beraneka budaya di dalamnya, seperti: budaya dari bermacam-macam suku yang hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain. Dengan berpegang pada prinsip bahwa tidak ada masyarakat dan kebudayaan yang bersifat statis, maka dalam perspektif kultural, secara garis besar masyarakat dan kebudayaan lokal telah bergerak secara dinamis.
Nama : Masagus Rauzhan Athaya
NPM : 2256031004
Kelas : MAN B/Paralel

-Identitas nasional tertuju pada identitas kolektif yang terbentuk secara nasional dan disengaja serta disepakati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Terdapat empat unsur pembentukan identitas negara, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa. Berikut pembagian identitas nasional yakni:
1. Identitas Fundamental, yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa, Dasar Negara dan Ideologi Negara.
2. Identitas Instrumental, berisi UUD 1945, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara dan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.
3. Identitas alamiah, meliputi Negara Kepulauan dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya serta agama dan kepercayaan.

-Faktor Pembentukan Identitas Nasional
Faktor Objektif, yang meliputi faktor geografis ekologis dan demografis. Kondisi geografi-ekologis yang membentuk Indonesia sebagai wilayah kepulauan yang beriklim tropis dan terletak di persimpangan jalan komunikasi antarwilayah dunia Asia Tenggara, ikut Mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis, ekonomis, social dan kultural bangsa Indonesia dan faktor Subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan. Yang dimil bangsa Indonesia (Suryo, 2002). Faktor historis yang dimiliki indonesi mempengarui proses pembentukan masyarakat dan bangsa indonesia identitasnya, melalui interaksi berbagai faktor yang ada di dalamnya.

-Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional bangsa indonesia meliputi primodial ikatan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa daerah bahasa dan adat istiadat merupakan faktoe primodial yang dapat membentuk bank negara bangsa, Sakral, kesamaan agama yang dianut oleh suatu masyarakat atau ikatan ideologi yang kuat dalam masyarakat juga merupakan faktor yang dapat membentuk negara bangsa namun kadang terjadi kesamaan agama dan ideologi, tokoh, kepemimpinan dari seseorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas oleh masyarakat dapat menjadi faktor yang menyatukan suatu negara bangsa, sejarah, resep yang sama tentang soal asal usul atau tentang pengalaman masa lalu dan Bhineka tunggal ika, prinsip bersatu dalam perbedaaan merupakan satu faktor yang dapat membentuk bangsa negara.

-faktor munculnya identitas nasional Menurut Robert de Ventos
1. Faktor Primer: Faktor ini mencakup etnisitas, teritorial, bahasa, agama dan yang Sejenisnya.
2. Faktor Pendorong: Faktor in terdiri dari pembangunan komunikasi dan teknologi, lahirnya Angkatan bersenjata modern dan pembangunan lainnya dalam kehidupan negara.
3. Faktor Penarik: Faktor ini mencakup kodifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantaan sistem pendidikan nasional.
4. Faktor Reaktif: Faktor ini meliputi penindasan, dominasi, dan pencarian identitas alternatif melalui memori kolektif rakyat.

-Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional bangsa
1. Primordial ikatan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa daerah bahasa dan adat istiadat merupakan faktor primordial yang dapat membentuk Bank negara bangsa.primordialisme tidak hanya menimbulkan pola perilaku yang sama tetapi juga melahirkan persepsi yang sama tentang masyarakat negara yang dicita-citakan.
2. Sakral, kesamaan agama yang dianut oleh suatu masyarakat atau ikatan ideologi yang kuat dalam masyarakat juga merupakan faktor yang dapat membentuk negara bangsa namun kadang terjadi kesamaan agama dan ideologi suatu masyarakat juga menjadi faktor yang mempersulit proses pembentukan negara bangsa.
3. Tokoh, kepemimpinan dari seorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas oleh masyarakat dapat menjadi faktor yang menyatukan suatu negara
4. Sejarah, resep yang sama tentang soal asal usul atau tentang pengalaman Masa Lalu seperti penderitaan yang sama akibat dari penjajahan tidak hanya melahir melahirkan solidaritas tetapi juga tekad dan tujuan yang sama antar kelompok suku bangsa.
5. Bhineka tunggal ika, prinsip bersatu dalam perbedaan merupakan salh satu faktor yang dapat membentuk bangsa negara. Bersatu dalam perbedaan artinya kesediaan warga masyarakat untuk bersama dalam suatu lembaga yang disebut negara atau pemerintahan walaupun mereka memiliki suku bangsa adat istiadat atau agama yang berbeda.

tujuan dan fungsi Identitas Nasional.
-Sebagai alat pemersatu bangsa.
-Sebagai pembeda dengan bangsa lainnya.
-Merupakan landasan negara.I
-Identitas negara,
-Nilai potensi bangsa.
Nama : Masagus Rauzhan Athaya
NPM : 2256031004
Kelas : MAN B/Paralel

Analisis Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial
Oleh: Aulia Rosa Nasution
Judul Jurnal: Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madan

Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan untuk mengembangkan karakter bangsa Indonesia yang berupa, membentuk sikap bangsa negara yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, membuat bangsa Indonesia yang cerdas, aktif, kritis dan demokratis, namun tetap memiliki komitmen menjaga persatuan dan integritas bangsa dan membangun kultur demokrasi yang memiliki unsur kebebasan, persamaan, toleransi dan bertanggung jawab. demokrasi adalah sistem pemerintah yang diselenggaran dari rakyat, oleh rakyat dan untu rakyat. Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi pelajaran untuk mengisi perbedaan nilai dan prinsip dari luar, serta intelektual dan prinsip-prinsip keindonesiaan, yang bertujuan untuk menciptakan sintesa kreatif yang diperlukan bangsa Indonesia sebagai negara yang mendukung demokratis. demokrasi sendiri merupakan sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi dengan hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara.

Pendidikan Kewarganegaraan juga dapat menjadi tempat bertemunya nilai-nilai dan prinsip yang bersumber dari luar dan ranah pemikiran dan juga nilai-nilai Indonesia, yang dibuat untuk menciptakan sebuah sintesis kreatif yang diperlukan oleh bangsa Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi baru yang berpendoman pada Pancasila. Untuk menjadi negara yang berdemokrasi, demokrasi Indonesia harus sejalan dan searah dengan koridor penguatan wawasan kebangsaan yang bertujuan pada empat konsensus dasar nasional Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, Pancasila dan NKRI. Pendidikan Kewarganegaraan yang diharapkan mampu menjadi tempat berkembangnya bagi penyemaian prinsip demokrasi dengan terintegrasikan oleh prinsip dari nilai keindonesiaan yang berasal dari Pancasila sebagai dasar filosofi bangsa yang akan dapat menjadi unsur utama pembentukan bangsa Indonesia