Kiriman dibuat oleh Anes Regina Maharani

DDA 2023 -> FORUM TUGAS -> TUGAS -> Re: TUGAS

oleh Anes Regina Maharani -
Assalamualaikum bu, izin mengirimkan jawaban

Nama : Anes Regina Maharani
Npm : 2214161115


Pembuahan tunggal adalah proses pembuahan yang terjadi hanya sekali, yaitu satu sel seprmatozoid membuahi ovum. Pembuahan tunggal terjadi pada Gymnospermae. Sedangkan pembuahan ganda adalah proses pembuahan yang terjadi dua kali dan melibatkan dua inti sperma.
Pembuahan ini terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup Gymnospermae , dikatakan pembuahan tunggal karena hanya ada 1 sel sperma yang membuahi satu sel telur membentuk zigot. Alat reproduksi gymnospermae berupa strobilus jantan dan strobilus betina. Proses penyerbukan pada gymnospermae umumnya dibantu oleh angin. Pembuahan tunggal terjadi bila setiap pembuahan satu kali pembuahan menghasilkan embrio.

-Pembuahan ganda adalah proses pembuhan yang terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup dimana akan terjadi 2 proses pembuahan untuk menghasilkan embrio dan cadangan makanan. Angiospermae mengalami pembuahan ganda untuk membentuk embrio dan cadangan makanan (endosperma). Disebut pembuahan ganda karena memang terjadi dua kali proses pembuahan yaitu:

* Peleburan inti generatif 1 dengan ovum (sel telur) membentuk zigot yang akan berkembang menjadi embrio.
* Peleburan inti generatif 2 dengan inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma (cadangan makanan).

DDA 2023 -> FORUM TUGAS -> TUGAS -> Re: TUGAS

oleh Anes Regina Maharani -
Assalamualaikum bu
Nama : Anes Regina Maharani
NPM : 2214161115

1.Polikultur adalah pola pertanian dengan penanaman banyak jenis tanaman pada satu bidang lahan yang terusun dan terencana dengan menerapkan aspek lingkungan yang lebih baik.
Tanaman yang cocok menggunakan pola seperti ini adalah jagung, kedelai, dan ubi kayu.
2.Monokultur adalah penanaman satu jenis tanaman pada waktu dan tempat yang bersamaan. Misalnya sawah ditanami padi saja, jagung saja, atau kedelai saja.
3.Pergiliran tanam adalah salah satu sistem budidaya tanaman dengan cara menggilir atau menanam lebih dari satu jenis tanaman yang berbeda dalam waktu yang tidak bersamaan.
Tujuan rotasi tanaman yaitu, Rotasi tanaman mencegah terakumulasinya patogen dan hama yang sering menyerang satu spesies saja. Rotasi tanaman juga meningkatkan kualitas struktur tanah dan mempertahankan kesuburan dengan melakukan pergantian antara tanaman berakar dalam dengan tanaman berakar dangkal.
4.Pertanian variatif adalah sistem integrasi pertanian yang menggabungkan beberapa sektor, seperti pertanian, peternakan dan sektor lain (perkebunan, perikanan, dan kehutanan) sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas lahan dan konservasi lingkungan.
5. Tumpang Sari (Intercropping) adalah penanaman lebih dari satu tanaman pada waktu yang bersamaan atau selama periode tanaman pada satu tempat yang sama.
Salah satu contoh tumpangsari yang sering diterapkan oleh para petani adalah penerapan untuk tanaman semusim yang mempunyai umur tanaman yang tidak berbeda jauh dengan tanaman yang lebih panjang yang nantinya akan menjadi tanaman pokoknya seperti Jagung dan kedelai, jagung dan kacang tanah, padi dan ikan ataupun tumpangsari tanaman tahunan seperti tanaman vanili dan kopi.
6. Tanaman Pendamping (Companion Planting) adalah penanaman dalam satu bedeng ditanami lebih dari satu tanaman sebagai pendamping jenis tanaman lainnya. Tujuannya untuk saling melengkapi dalam kebutuhan fisik dan unsur hara, karena itu pemilihan tanaman perlu diperhatikan. Misalnya tanaman yang perakarannya dalam dapat mengurangi kepadatan tanah dan menambah kesuburan tanah dengan tambahnya bahan organik sehingga berguna bagi tanaman pendamping yang perakarannya dangkal.
7. Beneficial Plants atau tanaman menguntungkan adalah tanaman yang sengaja di tanam pada areal perkebunan karena memiliki manfaat seperti mampu mengundang musuh alami hama kelapa sawit.
8. Pertanaman lorong (Alley cropping) adalah suatu bentuk usahatani atau penggunaan tanah untuk menanam tanaman semusim atau tanaman pangan. Tanaman legum pohon/ semak ditanam rapat dalam baris/pagar searah kontur, dengan jarak antar baris 5-10 meter, sehingga membentuk lorong.
9. Sistem tanam ganda (Multiple Cropping) atau disebut juga polikultur adalah suatu sistem pertanaman atau usahatani yang mengusahakan 2 (dua) atau lebih tanaman budidaya pada suatu luasan lahan tertentu.

Ada beberapa jenis sistem tanam ganda yang biasa dilakukan, yaitu:
10.Sistem tumpang sari, yaitu suatu bentuk sistem pola tanam campuran yang melibatkan dua jenis tanaman atau lebih pada satu areal dalam waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan.
11.Sistem tumpang gilir, yaitu pola tanam campuran antara dua jenis tanaman yang dilakukan secara bergiliran atau bergantian, pada sistem ini jenis tanaman kedua ditanam beberapa saat menjelang tanaman pertama dipanen atau segera setelah tanaman pertama dipanen.
12.Sistem tanaman bersisipan, yaitu metode penanaman yang dilakukan dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok.
13.Sistem tanaman campuran, yaitu metode penanaman yang tersusun dari beberapa jenis tanaman yang tumbuh tanpa diatur jarak tanamnya (secara acak).
14. Diversifikasi pertanian adalah suatu usaha penganekaragaman jenis usaha atau tanaman pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu pertanian. Terbatasnya pemanfaatan lahan produktif untuk pertanian merupakan salah satu penyebab diberlakukannya diversifikasi pertanian.

PIP AGH 2022 -> TUGAS -> Tugas -> Re: Tugas

oleh Anes Regina Maharani -
Nama: Anes Regina Maharani
Npm : 2214161115

Agrowisata sebagai salah satu usaha bisnis di bidang pertanian dengan memanfaatkan kawasan pertanian (pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan hortikultur) yang di tata secara teratur menjadi sebuah kawasan wisata dengan menekankan pada penjualan jasa kepada konsumen.Bentuk jasa tersebut dapat berupa keindahan, ketentraman, dan pendidikan. Pengembangan usaha agrowisata membutuhkan manajemen yang prima di antara sub sistem, yaitu diantara ketersediaan sarana dan prasarana wisata, objek yang dijual, promosi dan pelayanannya.Upaya pengembangan agrowisata pedesaan yang memanfaatkan potensi pertanian, dan melibatkan masyarakat pedesaan, dapat berfungsi sebagai pemberdayaan masyarakat selaras dengan pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata (community based tourism). Pemberdayaan masyarakat dimaksud adalah agro wisata yang dapat mengikutsertakan peran dan aspirasi masyarakat pedesaan selaras dengan pendayagunaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimilikinya. Persoalannya adalah bagaimana masyarakat pedesaan dibina secara berkesinambungan, agar potensi-potensi yang dimiliki daerah digali secara optimal, sehingga dapat memberikan hasil maksimal bagi petani, masyarakat desa, pengusaha dan menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan.melalui agrowisata bukan semata merupakan usaha/bisnis dibidang jasa yang menjual jasa bagi pemenuhan konsumen akan pemandangan yang indah dan udara yang segar, namun juga dapat berperan sebagai media promosi produk pertanian, menjadi media pendidikan masyarakat, memberikan signal bagi peluang pengembangan diversifikasi produk agribisnis dan berarti pula dapat menjadi kawasan pertumbuhan baru wilayah. Dengan demikian maka Agrowisata dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru daerah, sektor pertanian dan ekonomi nasional.
Potensi Wisata Agro yang sangat tinggi ini belum sepenuhnya dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu, perlu dirumuskan langkah-langkah kebijakan yang konkrit dan operasional guna tercapainya kemantapan pengelolaan Obyek Wisata Agro di era globalisasi dan otonomi daerah. Sesuai dengan keunikan kekayaan spesifik lokasi yang dimiliki, setiap daerah dan setiap obyek Wisata Agro dibutuhkan kerjasama sinergis.
Ada pun strategi yang dilakukan pemerintah daerah dalam pengembangan agrowisata:
1. Sosialisasi/Pembinaan Masyarakat
2. Menyediakan Lahan atau Lokasi
3. Budi Daya Tanaman