གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Deva Aulia Lutfiah Abdul

NAMA : Deva Aulia Lutfiah Abdul
NPM : 2216031063
KELAS : Reguler A
PRODI : Ilmu Komunikasi

Dalam video Supremasi hukum bagian 1, yang telah disampaikan oleh bapak Didin Widyartono, M.Pd., demokrasi menjadi sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh lembaga-lembaga pemerintahan Indonesia. Demokrasi pada masa kini tidak dapat ditangani dengan cara lama atau pada masa lalu yang dilakukan dengan kekuasaan secara otoriter dan sentralistik. Dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini yang sangat pluralistik diperlukan adanya hukum dan peraturan yang ketat agar upaya pemerintah dalam memberikan kesejahteraan rakyat terlaksanakan, terutama dalam sektor perekonomian. Karena saat ini kita tidak berhadapan dengan kondisi penjajahan secara langsung, seperti peperangan, namun dari ancaman dalam negeri dan budaya-budaya baru yang muncul dari luar.

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> POST TEST

Deva Aulia Lutfiah Abdul གིས-
NAMA : Deva Aulia Lutfiah Abdul
NPM : 2216031063
KELAS : Reguler A


1. Bagaimanakah isi artikel di atas menurut pendapatmu secara lengkap, mempunyai dasar dan jelas ! Hal positif apa yang bisa anda ambil dari artikel tersebut?
Jawab:
Wayang merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Wayang mengandung aspek estetika, etika dan ajaran moral, sehingga pandangan hidup (filosofi) dan budaya masyarakat terpantul dalam Wayang. Pengembangan Filsafat Wayang sangat bermakna dalam membangun identitas bangsa yang kuat. Karena itu, Filsafat Wayang harus diterapkan pada lembaga-lembaga perguruan tinggi di Indonesia, untuk dipelajari oleh mahasiswa. Salah satu universitas yang telah menerapkan Filsafat Wayang dalam kurikulum adalah Universitas Gadjah Mada. Sejak tahun 2002, UGM bekerja sama dengan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi) dalam meneliti dan mengkaji perumusan Filsafat Wayang dan mencetuskan bahwa Filsafat Wayang merupakan filsafat non-eksplisit. Perumusan ini mengacu pada pembagian filsafat menurut Alan R. Drengson, yaitu filsafat non-eksplisit, filsafat sistematis, dan filsafat kritis (kreatif). Namun, dalam pengaplikasian Filsafat Wayang ini, UGM dan Sena Wangi dihadapkan dengan tantangan realitas masa kini, bahwa sebagian besar orang pada generasi sekarang hanya memahami Wayang sebatas hal-hal yang sudah ketinggalan zaman dan tidak sesuai dengan pemahaman kognitif mereka.
Hal positif yang dapat saya ambil dari artikel ini, salah satunya jika Filsafat Wayang ini berhasil diterapkan atau diaplikasikan lebih luas pada mata kuliah yang lain, bahkan bukan hanya diterapkan pada satu universitas saja, maka akan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki tradisi yang unik dan feasible. Selain itu, menjadi sumber ilmu pengetahuan yang memberikan inspirasi, sehingga Indonesia akan menjadi negara yang bermartabat dalam lingkup Internasional karena memiliki identitas yang kuat.

2. Dari artikel di atas, jelaskan apa yang menjadi hak dan kewajiban sebagai seorang warga negara?
Jawab:
Hak yang dimiliki oleh setiap warga negara adalah mendapatkan kebebasan dalam mengembangkan kebudayaan nasional. Seperti pada artikel ini, UGM bekerja sama dengan Sena Wangi dalam mengembangkan Filsafat Wayang untuk dapat diterapkan sebagai kurikulum dalam pembelajaran mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga memiliki hak untuk mempelajari budaya Wayang yang telah diwariskan oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Kewajiban setiap warga negara adalah menjaga, mempelajari dan melestarikan budaya nasional yang tidak hanya Wayang tetapi juga seluruh budaya Indonesia. Dalam artikel ini, UGM dan Sena Wangi memiliki kesadaran bahwa Filsafat Wayang harus dilestarikan pada generasi masa kini, yang nanti akan dilanjutkan pelestariannya oleh para mahasiswa sebagai generasi masa kini.

3. Bagaimana strategi yang Anda dapat tawarkan/usulkan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak-hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang sesuai dengan Pancasila?
Jawab:
Menurut saya, salah satu strategi yang efektif untuk memahami, menghayati dan mengamalkan hak-hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang sesuai dengan Pancasila adalah dengan menggunakan platform media massa, seperti media-media sosial dan menggunakan teknologi informasi yang ada. Selain itu, pemerintah juga bisa memanfaatkan tokoh-tokoh influencer di media sosial sebagai media dalam mengenalkan nilai-nilai hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang sesuai dengan Pancasila pada seluruh warga negara. Dalam proses pengenalan nilai-nilai tersebut juga dilakukan dengan metode yang bersifat tidak menggurui dan sesuai dengan selera generasi milenial.

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> PRETEST

Deva Aulia Lutfiah Abdul གིས-
NAMA : Deva Aulia Lutfiah Abdul
NPM : 2216031063
KELAS : Reguler A

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi dari berita tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil dari kejadian tersebut?
Jawab:
Mahasiswa dan kelompok buruh melakukan aksi unjuk rasa demi menolak Undang-undang Cipta Kerja. Sebenarnya mereka boleh saja memprotes adanya Undang-Undang tersebut, namun mereka juga harus mempertimbangkan kondisi dan situasi saat itu. Jika memang situasi lingkungan cenderung berbahaya dikarenakan suatu hal, maka lebih baik aksi unjuk rasa ini dilakukan dengan cara melakukan hal-hal lain, salah satunya membuat kajian akademis. Dalam kejadian dalam berita ini, aksi tersebut dilakukan saat pandemi covid-19, sehingga mahasiswa dan pihak-pihak terkait seharusnya menerapkan protokol kesehatan dan berjaga jarak demi mencegah potensi penularan virus covid-19. Hal positif yang didapat dari kejadian ini, saya jadi tahu bahwa aksi unjuk rasa tidak selalu harus dilakukan secara langsung, tetapi juga bisa dilakukan secara tidak langsung melalui media maupun melakukan kajian akademis.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai tata cara mengemukakan pendapat di tempat umum seperti demonstran yang merusak fasilitas umum saat menyampaikan orasinya tetapi merasa tidak bersalah meskipun telah jelas-jelas merusak dan bagaimanakah cara menyalurkan aspirasi yang lebih baik di tengah pandemi covid-19?
Jawab:
Menurut saya, solusi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dalam menyampaikan aspirasi/pendapat di depan umum yang terutama adalah kita harus memikirkan apa pendapat yang ingin kita sampaikan terlebih dahulu dengan akal sehat, tidak mengada-ngada dan sesuai dengan fakta yang ada. Selain itu, kita harus mengutamakan kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi. Serta, pendapat tersebut harus disampaikan dengan menggunakan kata-kata yang sopan dan tidak menyinggung SARA. Aspirasi dapat disalurkan melalui cara tidak langsung seperti lewat media-media sosial, media radio, televisi, dll. Sebagai mahasiswa juga dapat melakukan kajian akademis mengenai aspirasinya. Hal-hal tersebut harus disampaikan dengan cara yang baik seperti yang telah disebutkan sebelumnya demi mencegah penyebaran covid-19.

3. Bagaimanakah solusimu mengenai permasalahan benturan kepentingan antara pengusaha dan buruh dalam konteks tetap mengedepankan antara hak dan kewajiban yang seimbang?
Jawab:
Menurut saya, permasalahan benturan kepentingan antara pengusaha dan buruh dapat diselesaikan dengan cara meningkatkan hubungan kontrak kerja antara pemberi kerja dan pekerja. Suatu kontrak kerja dapat menjadi sah dan manusiawi bagi buruh apabila di dalamnya memuat ketentuan tentang upah, masa kerja, bentuk dan jenis pekerjaan, serta jumlah tenaga yang digunakan pekerja untuk bekerja. Rincian dari keempat hal tersebut, yang kemudian disepakati antara buruh dan pengusaha, menjadi penting karena berkaitan dengan hak dan kewajiban buruh dan pengusaha.

4. Jelaskan hal yang perlu diperbaiki dalam rangka menjunjung tinggi hak dan kewajiban antara negara dan warga negara sehingga mewujudkan kehidupan yang harmoni dalam konsep bermasyarakat, berbangsa dan bernegara?
Jawab:
Hal yang perlu diperbaiki dalam rangka menjunjung tinggi hak dan kewajiban antara negara dan warga adalah kesadaran dan konsistensi negara akan kewajibannya memenuhi hak-hak setiap warga negaranya. Misalnya, warga negara telah melaksanakan kewajibannya yaitu membayar pajak, maka negara memiliki kewajiban dalam melayani warga negaranya, serta memberikan rasa aman dan nyaman dalam kehidupan berbangsa, dan juga meningkatkan kemakmuran yang adil dan merata bagi seluruh bangsa Indonesia.