Kiriman dibuat oleh Zakiya Devi Indirawati

Nama : Zakiya Devi Indirawati
NPM : 226031154
Kelas : Reguler B
Prodi : Ilmu Komunikasi

Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan Negara kesatuan republic Indonesia (NKRI) berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945 dalam menjalankan kehidupan bangsa dan negar seutuhnya. Bahwa seluruh masyarakat berhak dan berkewajiban atas ikut serta dalam melakukan bela Negara dan dengan syarat tertentu tentang pembelaan bangsa dan Negara yang diatur oleh undang undang.

Bela Negara merupakan suatu hal yang sangatlah positif karena semua tindakan yang kita lakukan mendapatkan manfaat terhadap diri kita dan sekitar. Bela Negara tidak hanya bisa dilakukan dengan mengangkat senjata saja, namun kita bisa wujudkan dengan taat pada semua himbauan yang pemerintah lakukan serta tidak menyebarkan berita yang hoax. Seperti disaat pandemic covid-19 dimana seluruh warga Negara tetap wajib melakukan bela Negara . Salah satunya dengan cara mematuhi semua aturan yang dikeluarkan oleh pemeritah agar kita tidak terkena penyakit virus covid-19 ini serta tidak menyebarkan berita bohong atau belum tentu kebenarannya (hoax) karena dapat mengakibatkan hal yang kurang baik. Dan melindungi para tenaga mediss yang sedang melakukan dedikasinya terhadap Negara.
Nama : Zakiya Devi Indirawati
NPM : 2216031154
Kelas : Reguler B
Prodi : Ilmu Komunikasi

Ketahanan nasional dapat diartikan sebagai keuletan, keterampilan, ketangguhan dan kemampuan mengembangkan potensi nasional guna menghadapi ancaman yang akan datang. Ancaman yang muncul kepada ketahanan nasional ini nantinya ada yang bersifat langsung, tidak langsung, luar dan dalam. Ancaman-ancaman tersebut juga memiliki sasaran serangan, hal yang diserang disini adalah integritas, identitas, kelangsungan hidup, dan perjuangan mencapai tujuan nasional.
Adapun beberapa unsur ancaman trigatra yaitu lokasi dan posisi geografis, keadaan dan kekayaan alam, dan kemampuan penduduk. Selain itu terdapat juga anacaman unsur pancagatra yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam .

Dalam menghadapi ancaman tersebut terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut :
Perlawanan Perwujudan aspek alamiah (Tri Gatra)
• Lokasi posisi geografis: Peningkatan potensi laut dan darat posisi dengan Negara tetangga
• Sumber daya alam: Kesadaran nasional pemanfaatan kekayaan alam
• Kemampuan penduduk : Pendidikan
Perlawanan Perwujudan aspek social (Manca Gatra)
• Ideologi: Rangkaian nilai mampu menampung aspirasi
• Politik: Demokrasi, Keseimbangan input dan output
• Ekonomi: Sarana, modal, TK, Teknologi
• Sosial budaya: Tradisi, Pendidikan, Kepemimpinan.
• Hankam: Partisipasi dan Kesadaran masyarakat
Nama : Zakiya Devi Indirawati
NPM : 2216031154
Kelas : Reguler B
Prodi : Ilmu Komunikasi
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Berdasarkan artikel tersebut dijelaskan bahwa Penegakan HAM di Indonesia selama tahun 2019 masih tergolong buruk. Terdapat kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum dapat teratasi pada tahun 2019, hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti tidak adanya proses keadilan atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama yang sewenang-wenang, diskriminasi gender, dan kegagalan pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberikan keadilan bagi korban-korban pelanggaran Hak Asasi Manusia. Meskipun begitu terdapat hal positif yang dapat kita lihat, yaitu adanya upaya dari pemerintah untuk mengupayakan penegakan HAM, hal ini terlihat dari tindakan pemerintah dengan meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional dan berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia karena nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. Demokrasi Pancasila memberikan kebebasan kepada setiap individu namun dengan batasan yang bertanggung jawab. Dengan demikian kebebasan ini harus memperhatikan hak dan kewajiban dari orang lain dan diri sendiri sehingga dapat dipertanggungjawabkan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Di Indonesia sendiri sebagian besar pelaksanaan demokrasinya sudah sesuai dengan prinsip demokrasi dan juga sudah terlaksana berdasarkan hukum dan UUD 1945, namun sebagian kecilnya masih belum terlaksana. Hal tersebut terjadi karena kepentingan partai politik sekarang ini sudah dikuasai oleh kelompok elit dan oligarki. Mereka terkadang mengabaikan kepentingan anggota dan masyarakat luas demi kepentingan pribadi. Sesuai dengan kenyataannya di indonesia sendiri kurang efektif dalam menjalankan demokrasi, dalam artian kurang efektif karena bertolak belakang dengan prinsip dan sitem negara demokrasi. Seperti yang kita tahu sekarang penyimpangan Politik Uang yang masih banyak terjadi.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Menurut saya tindakan tersebut tidak sepatutnya dilakukan, karena perilaku tersebut merugikan banyak pihak dan melanggar HAM. Dengan demikian dalam menyikapi hal ini, pihak yang berwenang harus mengambil tindakan serius, diperlukan adanya penegakkan hukum yang seadil-adilnya untuk rakyat Indonesia terhadap anggota parlemen yang mencoba mengambil kesempatan untuk kepentingan tertentu baik pribadi maupun politik.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Menurut saya hal tersebut telah melanggar nilai HAM dan nilai demokrasi. Mereka adalah pihak-pihak yang memanipulasi rakyat dengan menggunakan isu-isu sensitif seperti agama. Mereka telah mengorbankan rakyat untuk tujuan yang tidak jelas dan tidak bertanggung jawab. Hal ini tentu sangat bertentangan dan bertolak belakang dengan konsep HAM pada era demokrasi saat ini. Seharusnya mereka mengutamakan perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar setiap individu tanpa diskriminasi, bukan malah merebut hak-hak tersebut dengan memanfaatkan kekuasaannya.