Kiriman dibuat oleh Ahmad Tsaqif Luthfy

NAMA : Amad Tsaqif Luthfy
NPM : 2216031115
KELAS : Reguler A

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Kearifan lokal merupakan pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Kearifan lokal menjadi faktor identitas nasional karena Identitas nasional adalah identitas atau rasa memiliki terhadap suatu negara atau bangsa. Selain itu kearifan budaya lokal dapat diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti seni dan budaya, adat istiadat, bahasa, serta sistem nilai dan kepercayaan. Pentingnya kearifan budaya lokal juga ditekankan dalam rangka menjaga keberagaman budaya di Indonesia, serta meningkatkan rasa saling menghargai dan toleransi antar masyarakat.

Untuk menguatakan ketahan modal budaya suatu kolektiva untuk tumbuh secara surplus atau defisit ada 7 indikator, yakni
1. ketahanan ideal
2. ketahanan structural
3. ketahanan pisikal
4. ketahanan fungsional
5. ketahanan sitemik
6. serta ketahanan prosesual

Keraifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan bisa menumbuhkembangkan indentitas Indonesia menjadi referensi untuk wawasan kebangsaan, kualitas, kemuliaan dalam bingkai diplosmasi kebudayaan.
Kearifan yg dimilki suatu daerah sangat luar biasa dan menunjukan keberagamaan jenisnya secara selektif banyak yang diangkat sebagai aset kekayaan budaya bangsa dan perekat modal dasar meperkokoh indentitas jati diri bangsa indoensia.

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Ahmad Tsaqif Luthfy -
NAMA : Ahmad Tsaqif Luthfy
NPM : 2216031115
KELAS : Reguler A

Identitas berasal dari bahasa Inggris yaitu identitity yang berarti ciri, tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Identitas nasional adalah manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri khas, dan dengan ciri tersebut, suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain. Unsur-unsur pembentukan Identitas Negara ada Suku bangsa, Agama, Kebudayaan, Bahasa. Unsur-unsur identitas nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian yaitu ada ;
1. Identitas fundemental yaitu falsafah bangsa dasar negara dan ideologi negara.
2. Identitas Intrumental adalah UUD 1945 dan Tata perundangannya, bahasa, lambang, bendera, lagu kebangsaan "Indonesia Raya"
3. Identitas Alamiah yakni Negara kepulauan dan suku, bahasa, budaya, serta agama dan kepercayaan. Selain itu ada juga Faktor pembentukan Indentitas yakni Faktor Objektif yag meliputi geografis, ekologis dan demografis. Dan Faktor Subjektif yakni faktor historis, sosial, politik dan kebudayaan yang dimiliki bangsa. Menurut Robert de Ventos ada 4 faktor penting yaitu faktor primer, pendorong, penarik, dan reaktif. Faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia meliputi Primodial (ikatan kekerabatan suku bangsa), Sakral, Tokoh, Sejarah, Bhineka Tunggal Ika.

tujuan dan fungsi Identitas Nasional.
Sebagai alat pemersatu bangsa. sebagai pembeda dengan bangsa lainnya, meruoakan landasan negara, identitas negara, dan nilai potensi bangsa.
Peran Identitas Nasional sebagai bahan atau objek dalam integrasi nasional, pengontrol sumber daya ekonomi, menjadi penanda ikatan solidaritas, menjadi definisi teritorial. bahwa identitas nasional ciri-ciri atau karakteristik yang mebedakan bangsa indonesia dengan bangsa yg lain.

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

oleh Ahmad Tsaqif Luthfy -
NAMA : Ahmad Tsaqif Luthfy
NPM : 2216031115
KELAS : Reguler A

Pendidikan kewarganegaraan merupakan upaya pemerintah untuk membentuk warga negara yang aktif, cerdas, kritis dan demokratis. Pendidikan kewarganegaraan sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Pendidikan kewarganegaraan selalu berubah dari waktu ke waktu, tetapi perubahan pendidikan kewarganegaraan ini tertinggal dari perubahan masyarakat yang lebih cepat.

Kewarganegaraan dapat diartikan sebagai manusia dalam perkumpulan (organisasi sosial, ekonomi, politik). individu dengan negara. Menurut Edmonson (1958), pengertian kewarganegaraan selalu diartikan sebagai ilmu administrasi dan kewarganegaraan dalam kaitannya dengan tugas, hak, dan hak istimewa warga negara. Pemahaman ini menunjukkan kewarganegaraan sebagai bagian dari ilmu politik (Ubaedillah, 2008:5)

Pelajaran Pendidikan kewarganegaraan juga mempelajari arti pemahaman demokrasi yang belum sepenuhnya berlangsung dengan baik di Indonesia. UUD 1945, NKRI, bhineka tunggal ika juga diperlukan, serta perlu pendidikan humanis partisipatoris yang diharapkan menjadi praktek nilai-nilai pancasila.