Nama : Farel Ananda
NPM : 2256031040
Kelas : Paralel (Man B)
Menganalisa jurnal yang berjudul “Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa”
Kearifan lokal yang dimiliki oleh daerah bangsa Indonesia sangat banyak dan beragam. Itu karena disetiap daerah memiliki kebudayaan masing-masing. Kearifan lokal sendiri adalah unsur budaya yang harus digali, serta dipelajari karena penting untuk memperkuat pondasi identitas bangsa indonesia yang memiliki kebudayaan dan ciri khas masing-masing.
Berkaitan dengan itu perlu sangat penting pemahaman rasa persatuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan Indonesia untuk memahaminya lewat pendekatan kebudayaan se-Indonesia. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, sehingga tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia berada dalam kehidupan dengan beraneka budaya di dalamnya, seperti: budaya dari bermacam-macam suku yang hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain. Dengan berpegang pada prinsip bahwa tidak ada masyarakat dan kebudayaan yang bersifat statis, maka dalam perspektif kultural, secara garis besar masyarakat dan kebudayaan lokal telah bergerak secara dinamis.
NPM : 2256031040
Kelas : Paralel (Man B)
Menganalisa jurnal yang berjudul “Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa”
Kearifan lokal yang dimiliki oleh daerah bangsa Indonesia sangat banyak dan beragam. Itu karena disetiap daerah memiliki kebudayaan masing-masing. Kearifan lokal sendiri adalah unsur budaya yang harus digali, serta dipelajari karena penting untuk memperkuat pondasi identitas bangsa indonesia yang memiliki kebudayaan dan ciri khas masing-masing.
Berkaitan dengan itu perlu sangat penting pemahaman rasa persatuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan Indonesia untuk memahaminya lewat pendekatan kebudayaan se-Indonesia. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, sehingga tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia berada dalam kehidupan dengan beraneka budaya di dalamnya, seperti: budaya dari bermacam-macam suku yang hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain. Dengan berpegang pada prinsip bahwa tidak ada masyarakat dan kebudayaan yang bersifat statis, maka dalam perspektif kultural, secara garis besar masyarakat dan kebudayaan lokal telah bergerak secara dinamis.