Kiriman dibuat oleh Ragil Saputri

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

oleh Ragil Saputri -
Nama : Ragil Saputri
NPM : 2215061022
Kelas : PSTI B


Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani

Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) atau Civics memiliki banyak pengertian dan istilah. Menurut Muhammad Numan Soemantri pengertian Civics dapat dirumuskan sebagai Ilmu Kewarganegaraan yang membicaraan hubungan manusia dengan;
(a) manusia dalam perkumpulan-perkumpulan terorganisasi (organisasi sosial, ekonomi, politik)
(b) individu-individu dengan negara.

Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk membangun karakter (Character Building) bangsa Indonesia yang antara lain:
a) membentuk kecakapan partisipatif warga negara yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
b) menjadikan warga negara Indonesia yang cerdas, aktif, kritis dan demokratis, namun tetap memiliki komitmen menjaga persatuan dan integritas bangsa
c) mengembangkan kultur demokrasi yang berkeadaban yaitu kebebasan, persamaan, toleransi dan tanggungjawab.

Pendidikan Kewarganegaraan juga menjadi sarana pertemuan beragam nilai dan prinsip yang bersumber dari luar dan khazanah pemikiran dan nilai-nilai Indonesia. Melalui pendidikan ini, diharapkan mampu melahirkan sebuah sintesis kreatif yang dibutuhkan oleh Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi baru yang bersendikan pada Pancasila.

Teknik Informatika B-2022 -> Forum Analisis Soal-2

oleh Ragil Saputri -
Nama : Ragil Saputri
NPM : 2215061022
Kelas : PSTI B
Tugas : Analisis Soal 2

1. Pancasila bisa dikatakan sebagai paradigma karena Pancasila dijadikan landasan, arian, metode, nilai dan tujuan Oleh karena itu, Pancasila di sini berperan untuk mengatur negatif dan positifnya perkembangan atau kemajuan Iptek.
Pada pengaruh pancasila di kehidupan global ini pancasila sangat diperlukan sebagai pembatas untuk memilih budaya yang dapat diterima dan bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia.
Sikap yang baik dalam menghadapi globalisasi dengan filtrasi atau penyaringan dimana kita bisa menemukan hal-hal buruk atau tidak sesuai dengan budaya dan adat kita maka bisa kita tinggalkan. Ditengah persaingan global ini atau tantangan banyaknya atau mudahnya ideologi baru yang bersifat merusak, konsumtif, yang bisa diadaptasi oleh warga negara Indonesia karena kemudahan informasi serta menurunkan sikap individualisme yang menurunkan sikap saling tolong menolong.

2. Bisa kita simpulkan pentingnya kepemimpinan Pancasila sebagai landasan pemimpin yaitu dengan adanya nilai dasar Pancasila berdasarkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan dengan memperhatikan tahankan otoritas negara dan penegakan hukum yang kuat untuk menjadi pelindung hak-hak dasar warga negara, seorang pemimpin juga harus menerapkan nilai-nilai sila pancasila harus berani, percaya pada kekuatan sendiri, demokratis, dan musyawarah untuk mufakat.

Teknik Informatika B-2022 -> Forum Analisis Jurnal

oleh Ragil Saputri -
Nama : Ragil Saputri
NPM : 2215061022
Kelas : PSTI B
Tugas : Analisis Jurnal

Inti konsep dasar Pancasila:
Pancasila terdiri atas 2 kata dalam Bahasa sanskerta yaitu panca (lima) dan sila (asas). Oleh karena itu Pancasila diartikan sebagai 5 asas yang bertujuan untuk mengatur tingkah laku atau pedoman bagi bangsa Indonesia dalam bersatu.

Inti Pancasila sebagai filsafat ilmu:
Telah disebutkan bahwa Pancasila ialah pedoman bangsa Indonesia dalam bertingkah laku yang lahir dari hasil pemikiran yang mendalam oleh anak bangsa yang dimana diharapkan bisa menjadi pemersatu bangsa. Oleh karena itu, Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Yang berarti sebuah pengetahuan harus memperhatikan 5 aspek Pancasila. Selain itu juga, Pancasila dapat membuka cakrawala ajang diskusi secara terbuka terhadap masalah2 secara kritis.

Inti implikasi sila-sila dlm perkembagan iptek:
Sila ke 1
Dalam perkembangan iptek manusia perlu memahami batas kemampuaannya dalam berfikir karena tidak semua yg ada didunia ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia. Sila ini menempatkan manusia dalam alam mini sebagai bagian-Nya bukan sebagai pusatnya.

Sila ke 2
Dalam pengembangan iptek haruslah secara beradab, untuk kesejahteraan umat manusia bukannya menjadikan manusia yang sombong dan angkuh.

Sila ke 3
Dalam perkembangan iptek memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme, persatuan, dan kesatuan bangsa didapatkan karena kemajuan iptek yng menguhubungkan rasa persaudaraan dalam jarak yang jauh sekalipun.

Sila ke 4
Dalam perkembangan iptek harus didasari secara demokratis yang artinya harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus mmemiliki sikap terbuka untuk dikritik/dikaji ulang/dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.

Sila ke 5
Dalam perkembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan terhadap dirinya sendiri, terhadap tuhannya, terhadap sesama, dan terhadap alam lingkungan nya.