Kiriman dibuat oleh Hotlianti Pangaribuan

Nama: Hotlianti Pangaribuan
NPM: 2217011115
Kelas: C

Jurnal yang membahas "Demokrasi sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum Daerah di Indonesia" memberikan wawasan yang mendalam mengenai hubungan antara prinsip-prinsip demokrasi dan Pancasila, khususnya sila keempat yang menekankan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan. Penulis, Galih Puji Mulyono dan Rizal Fatoni, mengemukakan bahwa pemilihan umum di Indonesia seharusnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila, namun dalam praktiknya, banyak yang masih jauh dari harapan tersebut. Mereka menyoroti bahwa meskipun Indonesia adalah negara hukum dan demokrasi, pelaksanaan pemilihan umum sering kali tidak mencerminkan ideologi yang disepakati oleh masyarakat, yang berpotensi mengakibatkan ketidakpuasan dan konflik sosial.

Hal ini juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. Mereka mencatat bahwa pemilihan umum seharusnya menjadi sarana bagi warga negara untuk berpartisipasi aktif dalam pemerintahan, namun kenyataannya, banyak faktor yang menghambat partisipasi tersebut. Misalnya, adanya syarat yang ketat bagi calon independen dan dominasi partai politik dalam pencalonan, yang sering kali mengabaikan aspirasi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kerangka hukum yang mendukung demokrasi, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi agar demokrasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik.

Lebih lanjut, jurnal ini juga menggarisbawahi perlunya reformasi dalam sistem pemilihan umum untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat terwujud dalam praktik. Penulis mengusulkan agar ada upaya untuk memperbaiki mekanisme pemilihan, termasuk memberikan ruang bagi calon independen dan meningkatkan transparansi dalam proses pemilihan. Dengan demikian, diharapkan pemilihan umum tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar mencerminkan kehendak rakyat dan memperkuat demokrasi di Indonesia. Kesimpulannya, jurnal ini memberikan gambaran yang jelas tentang tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan demokrasi yang sesuai dengan Pancasila, serta pentingnya upaya kolektif untuk memperbaiki sistem yang ada demi masa depan yang lebih baik bagi bangsa.
Nama: Hotlianti Pangaribuan
NPM: 2217011115
Kelas: C

Jurnal ini mendiskusikan tengtang isu-isu strategis yang berkaitan dengan politik di Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dalam edisi yang membahas pemilu serentak 2019, jurnal ini menyajikan berbagai artikel yang mengupas dinamika politik, termasuk tantangan konsolidasi demokrasi, mobilisasi suara perempuan, dan netralitas aparat keamanan. Salah satu fokus utama adalah bagaimana pemilu serentak ini menjadi ujian bagi sistem presidensial Indonesia, di mana terdapat tantangan dalam membangun kepercayaan publik dan mengatasi polarisasi politik yang semakin tajam. Penulis, R. Siti Zuhro, menyoroti bahwa meskipun pemilu diharapkan dapat memperkuat demokrasi, kenyataannya banyak masalah yang muncul, seperti kerusuhan sosial dan penolakan terhadap hasil pemilu oleh salah satu kandidat.

Selain itu, artikel-artikel dalam jurnal ini juga menyoroti isu-isu lain yang relevan, seperti politisasi identitas dan peran partai politik dalam pemilu. Penulis mengamati bahwa politisasi identitas, terutama dalam konteks agama, menjadi salah satu strategi yang digunakan untuk menarik dukungan pemilih. Namun, hal ini juga berpotensi menimbulkan konflik dan ketegangan sosial. Kegagalan partai politik dalam menjalankan fungsi kaderisasi dan representasi masyarakat juga menjadi sorotan, di mana banyak partai lebih memilih untuk mencalonkan selebritis sebagai calon legislatif daripada mengedepankan kader yang memiliki kompetensi. Dengan demikian, jurnal ini tidak hanya memberikan analisis mendalam tentang pemilu 2019, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan tantangan yang dihadapi dalam proses demokratisasi di Indonesia.