Kiriman dibuat oleh Evana Eka Wijaya

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Evana Eka Wijaya -
Nama : Evana Eka Wijaya
NPM : 2215061128
Kelas : PSTI-D

Hakikat dan Pentingnya Kewarganegaraan

Pendidikan kewarganegaraan adalah suatu usaha nyata mempersiapkan peserta didik memiliki sikap cinta, setia, berani, berkorban, membela bangsa dan negara. Selain itu tujuan dipelajarinya pendidikan kewarganegaraan adalah agar melatih peserta didik berpikir kritis, analitis, dan demokratis yang didasari oleh Pancasila.

Landasan ideal adalah Pancasila yang memiliki peran sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi negara. Selain itu ada pula landasan hukum pendidikan kewarganegaraan, yaitu pembukaan UUD 1945, batang tubuh UUD 1945 khususnya pada pasal 27 ayat 3 bela negaranegara, pasal 30 ayat 1 tentang pertahanan dan keamanan, dan pasal 31 ayat 1 tentang pendidikan. Kemudian UU Nomor 20 Tahun 1982 yang berisi tentang pendidikan bela negara, dan UU Nomor 20 Tahun 2003 yang berisi tentang mata kuliah pengembangan kepribadian. SK Dirjen DIKTI Nomor 43 Tahun 2006 berisi tentang pengembangan mata kuliah kepribadian.

Sumber historis substansi pendidikan kewarganegaraan sudah dimulai sebelum Indonesia merdeka. Berdasarkan sumber sososiologis, masyakat membutuhkan pendidikan kewarganegaraan untuk menjaga, memelihara, dan mempertahankan eksistensi bangsa. Kemudian, berdasarkan sumber politik pendidikan kewarganegaraan memuat dokumen kurikulum kewarganegaraan yang sudah ada sejak 1957 sampai 2013.

Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan mengakibatkan warganegara dituntut untuk bisa memanfaatkan pengaruh positif perkembangan iptek untuk membangun negara. Oleh karena itu, eksistensi konstitusi negara dan bangsa Indonesia sangat menentukan pendidikan kewarganegaraan di masa depan.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Soal-2

oleh Evana Eka Wijaya -
Nama : Evana Eka Wijaya
NPM : 2215061128

1. Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi displin ilmu adalah sebagai berikut
a. Ketuhanan yang maha Esa
Dalam Pengembangan ilmu pengetahuan manusia perlu memahami batas kemampuannya dalam berfikir, karena tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia, dari keterbatasan kemampuan tersebut manusia harus mengembalikan kepada sang Pencipta dan penguasa segala sesuatu yang ada di alam ini, Sehingga dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irrasional, antara rasa dan akal. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini menempatkan manusia dalam alam ini sebagai bagiannya dan bukan sebagai pusatnya, Tuhanlah sebagai pusatnya bukanlah manusia.
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan umat manusia. Iptek harus dapat diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan IPTEK.
c. Persatuan Indonesia
Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari IPTEK secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
e. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan 41 manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.

2. Harapan saya mengenai model pemimpin yang akan memimpin Indonesia adalah orang yang bijak dalam berbuat sesuatu dan mengambil keputusan yang adil. Orang tersebut haruslah netral tidak termasuk kedalam suatu kelompok atau golongan tertentu. Dan yang paling penting orang tersebut adalah orang yang dapat menjamin kesejahteraan setiap masyarakat Indonesia dengan setiap program kerjanya yang dapat selalu membantu keberlangsungan hidup warga Indoensia. Tidak timpang dan selalu adil dalam segala aspek kehidupan.

Harapan untuk warga negara adalah menjadi warga yang dapat membangun bangsa indoensia ini semakin maju bukan malah semakin terbelakang. Warganegara diharapkan mampu beradaptasi dengan baik pada era globalisasi saat ini dan masa yang akan datang. Warganegara harus tetap menjadikan Pancasila adalah pendoman, pandangan, dan dasar dari segala dasar dalam berbuat dan berprilaku untuk menciptakan kehidupan yang sesuai dan sejalan dengan dasar negara bangsa. Walaupun di depan nanti globalisasi sudah menunggu, Pancasila dalam aliran darah warganegara tidak akan pernah pernah luntur apalagi dilupakan.

Harapan untuk ilmuwan adalah ciptakan lah produk yang dapat membantu Indonesia menjadi negara yang maju dan bukan malah balik menyerang kemudian menghancurkan negara Indonesia. Ilmuwan adalah seorang yang menciptakan hal-hal baru haruslah orang yang memiliki pikiran yang sehat dan beridielogi Pancasila agar tidak tersesat dalam kepintarannya. Jadi seorang ilmuan juga harus menjadikan Pancasila sebagai pendoman, pandangan, dan dasar dari segala dasar dalam berbuat dan berprilaku agar temuan yang dibuatnya dapat membantu Indonesia lebih maju dan dapat bersaing dengan negara lain tetapi tetap dengan tidak melunturkan dasar negara bangsa yaitu Pancasila.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Soal-1

oleh Evana Eka Wijaya -
Nama : Evana Eka Wijaya
NPM : 2215061128

1. Berita tersebut menginfokan tentang berita hoax yang dapat disebarkan oleh siapa saja baik yang terpelajar maupun yang tidak. Berita hoax adalah tantang besar bagi bangsa Indonesia karena dalam pemberitaannya terkadang menyebabkan adu domba antar masyarakat. Apalagi saat ini ada media sosial yang mempercepat tersebarnya sebuah berita, baik itu yang valid maupun yang hoax. Oleh karena itu, masyarakat harus bisa memilah mana berita yang hoax atau berita yang valid dengan membaca setiap berita dengan teliti dan cerdas agar tidak mudah termakan dan percaya dengan berita hoax. Masyarakat juga harus sadar penyebaran hoax sangat berbahaya untuk bangsa bahkan bisa menghancurkan bangsa Indonesia jika permasalahan ini terus terjadi. Oleh sebab itu, setiap individu harus lebih meningkatkan lagi rasa nasionalismenya dan tidak memikirkan kepentingan pribadi.
2.Penggunaan media sosial yang salah sasaran karena digunakan untuk menyebarkan berita hoax dapat di antisipasi dengan upaya masyarakat yang cerdas dan teliti saat membaca berita dan tidak mudah percaya dengan berita yang mengandung unsur SARA. Penggunaan media sosial tidak dapat dihentikan karena itu antisipasinya adalah menyadarkan penggunanya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Berita yang baik adalah berita yang tidak menimbulkan sara dan kebencian terhadap satu sama lain dan tetap sejalan dengan dasar bangsa yaitu Pancasila.
3. Indonesia adalah pasar untuk produk teknologi dari negara yang lebih maju. Indonesia lebih banyak membeli sebuah produk daripada membuatnya sendiri sehingga disebut dengan negara yang memiliki sikap konsumerisme. Sebenarnya beberapa anak bangsa telah menciptakan beberapa produk teknologi, tetapi memang tidak laku keras seperti produk milik negara maju lainnya. Hal tersebut terjadi karena masyarakat lebih menyukai produk dari negara maju daripada produk yang dibuat oleh anak negeri sendiri. Masalah ini menggambarkan kurangnya rasa cintai tanah air yang seharusnya dimiliki setiap masyarakat Indonesia. Cinta tanah air ini dapat ditumbuhkan dengan mengurangi ego dan percaya bahwa produk buat Indonesia pun tidak kalah dengan produk negara maju lainnya. Untuk pemerintah juga dapat lebih memfasilitasi generasi muda yang ingin berkarya membuat inovasi teknologi dan dapat bersaing dengan negara lainnya.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Video-2

oleh Evana Eka Wijaya -
Nama : Evana Eka Wijaya
NPM : 2215061128

Berita tersebut menginformasikan tentang sejarah Indonesia dalam memproklamasikan kemerdekaan. Dimulai dari tanggal 15 Agustus 1945 saat Jepang menyerah kepada sekutu sehingga membuka peluang kepada Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya 2 hari setelahnya. Perseketuan antar sekutu dengan Jepang ini dimulai dari Jepang yang menyerang Amerika pada tanggal 7 Desember 1941. Kemudian puncaknya adalah saat Sekutu menjatuhkan bom atom ke hirosima Jepang pada 6 Agustus 1945 dan memakan korban jiwa nyaris setengah dari penduduk hirosima saat itu. Setelahnya Sekutu menjatuhkan kembali bom atom kedua di Nagasaki Jepang pada 9 Agustus 1945 sehingga pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu dan menandai berakhirnya perang dunia II. Bagi Indonesia yang saat itu masih dijajah oleh Jepang menjadikan kekosongan kekuasaan atas Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekannya dan sudah bebas dari penjajahan Jepang. Peristiwa yang panjang untuk Indonesia memproklamasikan kemerdekannya sudah seharusnya menjadikan kita generasi muda tetap menghargai hasil perjuangan pendahulu kita dan melanjutkan perjuangannya dengan mempertahankan apapun yang telah dibangun oleh pendahulu kita seperti Pancasila yang merupakan dasar negara. Generasi muda harus tetap menjadikan pancasila sebagai pedoman dan pandangan dalam segala aspek kehidupannya agar saat mengambil keputusan dan langkah tidak akan salah yang menyebabkan lunturnya nilai dasar bangsa.