Kiriman dibuat oleh Risa Dwi Maretha

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> forum video pembelajaran

oleh Risa Dwi Maretha -
Nama = Risa Dwi Maretha
NPM = 227011178
Kelas = D

Video yang disampaikan menyoroti peran Etika Pancasila dalam membentuk perilaku Masyarakat Indonesia melalui nilai-nilai moral dari setiap sila Pancasila. Poin yang bisa diambil dalam pembahasan video tersebut yaitu sebagai berikut.

Etika sebagai dasar perilaku

Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai yang bertujuan untuk membangun karakter manusia Indonesia yang lebih baik. Etika Pancasila menempatkan nilai-nilai ini sebagai landasan moral dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, nilai spiritualitas dalam sila pertama mendorong masyarakat untuk mendekatkan diri pada Tuhan, sedangkan sila kedua menegaskan pentingnya sikap humanis dalam berinteraksi dengan orang lain.

Konsep Etika Keutamaan dalam Pancasila

Etika Pancasila menekankan empat kebajikan utama: kebijaksanaan, kesederhanaan, keteguhan, dan keadilan. Ini selaras dengan etika keutamaan yang berorientasi pada pengembangan karakter yang baik dalam setiap tindakan. Kebijaksanaan dalam konteks Pancasila berarti bertindak untuk kebaikan, kesederhanaan menekankan pembatasan diri terhadap kenikmatan, keteguhan dalam menghadapi tantangan, dan keadilan untuk bersikap adil terhadap diri sendiri dan orang lain.

Urgensi Pancasila sebagai sistem etika

Kasus-kasus yang dijelaskan dalam video seperti korupsi, terorisme, pelanggaran HAM, dan ketidakadilan hukum, menunjukkan krisis moral yang masih terjadi di Indonesia. Situasi ini menggarisbawahi kebutuhan akan Pancasila sebagai pedoman etika yang mendesak. Nilai-nilai Pancasila dapat menjadi panduan untuk mengatasi tantangan ini dengan cara mendorong perilaku yang selaras dengan kepentingan bersama.


Kesimpulan yang dapat diambil yaitu, Pancasila sebagai sistem etika memberikan arah bagi masyarakat Indonesia untuk bertindak secara moral dan bertanggung jawab. Nilai-nilai Pancasila dapat membantu menciptakan masyarakat yang adil dan beradab dengan menanamkan prinsip-prinsip moral yang kuat. Tindakan nyata dalam masyarakat, khususnya dalam pemerintahan dan sistem hukum, perlu lebih mencerminkan nilai-nilai Pancasila agar keadilan dan kesetaraan dapat tercapai untuk seluruh warga negara.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

oleh Risa Dwi Maretha -
Nama = Risa Dwi Maretha
NPM = 2217011178
Kelas = D

Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia
(Membaca Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Sumber Etik)

Jurnal penelitian ini menganalisis sebuah jurnal yang berfokus pada hubungan antara hukum dan etika dalam konteks politik hukum di Indonesia. Secara historis dan sosiologis, Indonesia adalah bangsa yang beragam dengan berbagai etnis, budaya, dan agama, yang menghadirkan tantangan unik dalam membangun integritas nasional. Artikel ini mengkaji apakah ada hubungan antara hukum dan etika serta perannya dalam politik hukum Indonesia.
Analisis dalam penelitian ini mencakup evolusi etika, dari teologi hingga etika fungsional, serta definisi politik hukum sebagai kerangka yang memandu pengembangan hukum. Hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum Indonesia dipelajari dalam tiga dimensi: substansi dan tempat, ruang lingkup, dan alasan untuk taat atau tidak taat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa politik hukum adalah sikap masyarakat yang disesuaikan dengan UUD 1945 dan diubah menjadi produk hukum. Hubungan antara etika dan hukum terlihat jelas dalam ketiga dimensi tersebut. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum Indonesia serta perkembangannya sejak kemerdekaan. Para penulis menekankan perlunya menghormati hubungan ini dalam membentuk dan melaksanakan kebijakan hukum untuk memastikan kepedulian, penghormatan, kebenaran, dan sikap positif.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Diskusi Artikel 1

oleh Risa Dwi Maretha -

Nama : Risa Dwi Maretha

NPM : 2217011178


Artikel I “Dinamika dan Tantangan dalam Pendidikan Pancasila di Era Globalisasi” menjelaskan bagaimana pendidikan Pancasila, sebagai dasar ideologi Indonesia, menghadapi berbagai tantangan dalam konteks modern. Pendidikan Pancasila dianggap penting dalam membentuk karakter bangsa dan kesadaran kebangsaan, namun dihadapkan pada tantangan besar seperti perubahan sosial yang cepat, kemajuan teknologi, serta keberagaman budaya yang luar biasa di Indonesia. Agar nilai-nilai Pancasila tetap relevan, kurikulum pendidikan harus terus beradaptasi, terutama dengan adanya arus globalisasi yang mempengaruhi cara orang belajar dan mengakses informasi.


Salah satu tantangan utama adalah bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan masyarakat yang beragam, baik dari segi budaya, agama, maupun suku. Pendidikan Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol persatuan, tetapi harus mampu mengajarkan toleransi dan dihargai terhadap perbedaan. Selain itu, tantangan teknologi juga signifikan, terutama dengan mudahnya penyebaran informasi di era digital, yang dapat mempengaruhi pemahaman masyarakat terhadap Pancasila. Oleh karena itu, penting bagi pendidikan Pancasila untuk memanfaatkan teknologi dengan cerdas, sehingga pesan yang disampaikan tetap efektif dan mendalam.


Di sisi lain, implementasi pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah masih menemui kendala. Meskipun mata pelajaran ini diwajibkan, penerapannya sering kali tidak seragam dan kurikulumnya belum mencakup semua aspek penting dalam pengembangan karakter siswa. Para pendidik juga menghadapi tantangan dalam menyampaikan materi ini secara menarik dan relevan bagi siswa, terutama di tengah percepatan globalisasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat untuk memastikan bahwa pendidikan Pancasila mampu menjadi sarana yang efektif dalam membentuk generasi muda yang berkomitmen terhadap nilai-nilai persatuan, keadilan, dan kemanusiaan.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

oleh Risa Dwi Maretha -
Nama : Risa Dwi Maretha
NPM : 2217011178

1. Menurut saya, penolakan pemakaman korban Covid-19, khususnya seorang perawat yang berjuang melawan pandemi, jelas bertentangan dengan Pancasila, terutama sila kedua tentang kemanusiaan. Tindakan ini menunjukkan kurangnya empati dan penghormatan terhadap hak individu, serta tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan. Selain itu, hal ini juga melanggar ajaran Pancasila untuk menghargai semua orang, terlepas dari kondisi mereka, terutama setelah meninggal.

2. Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, karakter pendidikan perlu diperkuat sejak dini, terutama tentang nilai kemanusiaan dan toleransi. Sekolah harus mengajarkan Pancasila dengan cara yang praktis dan relevan, seperti berdiskusi tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat menghadapi situasi sulit seperti pandemi. Selain itu, keluarga juga berperan penting dalam mengajarkan nilai moral dengan memberikan contoh menghormati sesama dalam segala kondisi.

3. Menurut saya sangat melanggar sila tersebut. Penolakan pemakaman korban Covid-19 melanggar sila kedua Pancasila, yang mengajarkan kita untuk menghormati kemanusiaan tanpa memperhatikan kondisi, Walaupun sudah tidak bernyawa, manusia memiliki hak untuk dimakamkan. Meskipun mempunyai ketakutan akan penularan virus, hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak memenuhi kewajiban sebagaimana sila ke 2. Karna pastinya korban covid yang meninggal dan akan di kuburkan pastinya sudah mendapatkan tindakan dari rumah sakit itu sendiri dan yang mengguburkan pastinya sudah memenuhi protokol Kesehatan. Jadi tidak ada alasan apapun untuk menolaknya karena itu adalah betuk ketidakperdulian sebagaimana nilai nilai Pancasila yang di jujung di negara ini, yaitu Indonesia

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Analisis Video Pembelajaran

oleh Risa Dwi Maretha -
Nama = Risa Dwi Maretha

NPM = 2217011178 


Pancasila sebagai sebuah sistem filsafat yang mencerminkan kerangka pemikiran yang komprehensif dan mendalam dalam memahami nilai-nilai dasar negara Indonesia. Sebagai refleksi kritis, Pancasila tidak hanya dipandang sebagai kumpulan sila atau nilai, tetapi sebagai satu kesatuan yang saling terhubung. Dalam konteks filsafat Pancasila, setiap sila memiliki peran yang saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama, yakni kesejahteraan dan keharmonisan bangsa. Dengan pendekatan ontologi, epistemologi, dan aksiologi, Pancasila dieksplorasi dari berbagai sudut pandang: keberadaan dan eksistensi nilai-nilainya, asal-usul pengetahuan yang terkandung di dalamnya, serta manfaat yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari.


Sebagai suatu sistem, Pancasila dirancang untuk menyeimbangkan berbagai elemen dalam kehidupan bernegara dan berbudaya. Melalui pendekatan filsafat, bahwa setiap tindakan atau kebijakan harus didasarkan pada keseimbangan antara nilai-nilai moral, rasionalitas, dan keadilan. Dengan Mempelajari filsafat Pancasila, setiap orang memiliki kemampuan untuk berpikir logis, rasional, dan bijaksana, serta membantu menjaga keharmonisan dalam masyarakat.