Posts made by Risna Ambarita

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Risna Ambarita -

Nama : Risna Ambarita 

NPM : 2257011009 

Kelas : D 

Analisis Jurnal 


Pendahuluan : 

Masyarakat dalam berbangsa mempunyai tujuan yang sama untuk membentuk suatu negara. Di mana tujuan negara Indonesia tertuang pada pembukaan UUD1945 alinea ke-4 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, kedamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan bersama tersebut harus perlu tahap rancangan perumusan dan kesepakatan bersama seluruh elemen bangsa yang ada dalam kebiasaan akademik yang disebut sebagai politik hukum. Pada artikel ini membahas tentang etika terapan yang merupakan cabang filsafat terhadap perilaku manusia dalam bernegara. Salah satu karakter berfikir secara filsafat yakni kritis karena ini terkait dengan etika terapan maka yang dituntut untuk berpikir atau bersikap kritis terhadap pola-pola umum yang berlaku dalam masyarakat. Pola umum yang berlaku dalam Indonesia saat ini adalah politik hukum yang merupakan tulisan ilmiah. Tulisan ini menjelaskan hubungan antara hukum dengan etika dalam politik hukum di Indonesia. 

 Rumusan masalah :

  • Apakah terdapat hubungan hukum dengan etik 
  • Bagaimana kedudukan hubungan hukum dan etik dalam politik hukum di Indonesia 

 Pembahasan : 

Moral merupakan suatu ajaran atau wejangan, patokan, kumpulan peraturan yang baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia bertindak menjadi manusia yang baik. Sedangkan etika merupakan dasar-dasar filosofis dalam hubungan terhadap tingkah laku manusia yang menjadi pandangan hidup seperti filsafat. Sehingga moral menunjukkan perbuatan yang sedang dinilai sedangkan etik dipakai untuk pengkajian sistem nilai-nilai atau kode. Sistem etika berkembang melalui 5 tahapan yang berdasarkan historis dan perkembangan ilmu pengetahuan yaitu tahap pertama, etika teologi yang merupakan asal mula etika yang berasal dari doktrin agama. Kedua, etika ontologis merupakan tahap perkembangan dari etika agama. Ketiga, positivasi etik berupa kode etik dan pedoman perilaku yakni pedoman perilaku yang lebih konkret. Keempat, etika fungsional tertutup yaitu proses peradilan etik dilakukan di internal komunitas atau organisasi secara tertutup. Kelima, etika fungsional terbuka yaitu dalam bentuk peradilan etika yang bersifat terbuka. Banyak dari para ahli yang mengemukakan pengertian dari politik hukum sendiri. Namun tujuan dari politik hukum itu sendiri satu yaitu untuk membangun sistem nasional hukum yang menunjukkan perilaku masyarakat dan mewujudkan cita-cita bangsa. Berdasarkan pendapat para ahli maka dirangkum terdapat tiga ciri yang sama dalam politik hukum yakni kebijakan dasar yang memuat arah ke mana hukum akan dibawa, dibuat oleh penguasa atau pihak yang berwenang, pembuatan hukum dilakukan dengan cara memilih nilai-nilai yang berkembang di masyarakat yang disepakati bersama dan kemudian dituangkan dalam norma untuk mengkadahi perilaku bersama dan bersifat konstituendum yang memuat hukum ideal atau cita hukum yang akan diberlakukan. Hubungan antara etika dengan hukum terdapat dalam tiga dimensi yaitu dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasan cakupannya serta dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Diskusi Artikel 1

by Risna Ambarita -

Nama : Risna Ambarita 

NPM : 2257011009 

Kelas : D 

Analisis Artikel 

Artikel tersebut membahas pemahaman mendalam tentang dinamika dan tantangan pendidikan Pancasila terutama dalam upaya menyebarkan nilai-nilai Pancasila di Indonesia.  Pendidikan Pancasila berperan penting untuk mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda dan warga negara agar mereka memiliki pemahaman yang baik terhadap ideologi tersebut. Tantangan dalam upaya penyebaran meliputi kurikulum, metode pembelajaran, dan pemahaman oleh pendidik yang sering kali harus berurusan dengan perbedaan pandangan dan interpretasi terhadap Pancasila. 

Adapun tantangan yang mendapat perhatian yang sangat mendalam diantaranya : 

1.Tantangan utama adalah menjaga relevansi Pancasila dalam menghadapi dinamika globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. 

2. Tantangan yang tak kalah penting adalah menjaga keberagaman dan mengatasi potensi konflik yang muncul dari perbedaan pandangan. Pancasila sebagai dasar negara yang mengakui Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu) memerlukan pendekatan yang inklusif untuk merangkul keberagaman budaya, agama, dan suku di Indonesia. 

3. Kualitas pendidikan Pancasila juga sangat penting dalam hal implementasi yang efektif. Bagaimana menyampaikan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi muda dengan cara yang menginspirasi dan relevan adalah hal yang tidak mudah. 

4. Tantangan lainnya terhadap pengaruh teknologi digital. Siswa sangat mudah untuk mengakses internet dan media sosial, yang kadang-kadang membawa informasi yang kurang tepat dan mempengaruhi persepsi mereka terhadap nilainilai sosial. 

5. Tantangan lainnya  mengatasi apatisme atau ketidakpedulian terhadap Pancasila di kalangan generasi muda sekarang. Bagaimana membuat Pancasila menjadi inspirasi dan semangat bagi pemuda Indonesia. 

Salah satu solusi inovativ dalam peningkatan pendidikan Pancasila adalah mengintegrasikan pendidikan Pancasila dengan berbagai mata pelajaran, seperti sejarah, sosiologi, bahasa, dan seni. Ini dapat membantu peserta didik memahami nilai-nilai Pancasila dalam konteks yang lebih luas dan relevan dengan kehidupan mereka. Meskipun Pancasila secara resmi sudah menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia, dalam praktiknya, ada perbedaan implementasi yang signifikan antara satu sekolah dengan yang lain. Perlu upaya serius untuk memastikan bahwa kurikulum pendidikan Pancasila mencakup aspek-aspek penting dan mampu membentuk karakter yang kokoh pada setiap lulusan. Untuk mengatasi tantangan-tantangan yang telah diidentifikasi, perlu dilakukan refleksi dan peningkatan dalam pendidikan Pancasila di Indonesia. Langkah yang dapat di ambil adalah mengajarkan bukan hanya pengetahuan dan pengenalan ideologi, tetapi juga pembentukan karakter yang berlandaskan Pancasila. Dengan menjalankan pendidikan Pancasila yang tepat, kita akan mewariskan kepada generasi mendatang bukan hanya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga komitmen dan semangat untuk menjaga keutuhan dan kemajuan Indonesia sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

by Risna Ambarita -

Nama : Risna Ambarita 

NPM : 2257011009 

Kelas : D 

1. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai kasus penolakan jenazah korban covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah tersebut dan bagaimakah korelasinya dengan implementasi nilai Pancasila?

 2. Berikanlah saran dan solusi mu sebagai mahasiswa mengenai kejadian tersebut supaya tidak terulang lagi di kemudian hari! 

3. Apakah penolakan jenazah korban covid-19 termasuk pelanggaran sila Pancasila terutama sila ke-2? Bukankah jenazah tersebut sudah tidak bernyawa? Jelaskan dengan argumentasimu secara jelas! 

 Jawaban :

 1. Pendapat saya mengenai kasus penolakan jenazah korban covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah tersebut yaitu sangat menyedihkan dan memilukan. Jenazah perawat tersebut tidak pantas dan tidak layak diperlakukan demikian. Terlebih lagi perawat tersebut menjadi garda terdepan dalam penangan masyarakat yang terdampak virus Covid-19. Beliau sepatutnya sangat diterima baik oleh masyarakat sekitar karena sudah mempertaruhkan nyawanya sendiri dalam mengabdi dan menangani masyarakat yang terinfeksi virus Covid-19. Kejadian tersebut tentu tidak sesuai dengan sila pancasila ke 2 yakni kemanusiaan yang adil dan beradab. Perawat tersebut tidak mendapatkan sikap keadilan dan tidak diperlakukan secara manusiawi dengan semestinya yang tentu saja tidak sesuai dengan ajaran nilai pancasila. 

2. Sebagai mahasiswa saya mengharapkan untuk saling menghargai dan menghormati sesama manusia apalagi perawat tersebut sudah berperan penting dalam menyelamatkan banyak nyawa. Dikarenakan kita sesame manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa ada perbedaan. Solusinya yaitu perlu adanya sosialisasi tentang pentingnya penerapan nilai pancasila dalam bermasyarakat untuk menghindari hal yang sama terjadi kembali. 

 3. Ya, termasuk kedalam pelanggaran pancasila nilai ke 2, karena tidak adanya sikap kemanusiaan yang diperlakukan kepada perawat tersebut. Walaupun jenazah sudah tidak bernyawa tetapi jenazah tersebut masih sangat pantas untuk dilakukan dengan manusiawi dan adil terlebih lagi jenazah tersebut sudah sangat berperan penting dalam bermasyarakat melalui pengabdiaannya. Karena manusia yang telah meninggalpun masih berhak untuk mendapatkan hak yang dia pantas dapatkan

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Analisis Video Pembelajaran

by Risna Ambarita -
Nama : Risna Ambarita
NPM : 2257011009
Kelas : D

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Pengertian filsafat mempunyai banyak variasi namun tujuan dan maksudnya tetap satu. Dalam bahasa Indonesia filsafat berasal dari kata Yunani yaitu “Philosophia” di mana terdiri dari kata Phile yang mempunyai arti cinta dan Sophia yang artinya kebijaksanaan. Jika dikaji lebih dalam lagi dari arti kedua kata tersebut yakni kata “cinta” yang berarti hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar dan atau bisa juga diartikan yang sungguh-sungguh. Dan kata “kebijaksanaan” memiliki arti kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Dikarenakan adanya perbedaan cara pandang hidup manusia muncul aliran-aliran filsafat. Aliran-aliran filsafat yang ada terdiri atas : 
  • Berfilsafat rasionalisme mengagungkan akal 
  •  Berfilsafat materialisme mengagungkan materi
  • Berfilsafat individualisme mengagungkan individualitas
  • Berfilsafat hedonisme mengagungkan kesenangan

Ketika kita mempelajari bagaimana filsafat itu ada dalam kehidupan kita memperoleh manfaat dalam mempelajari filsafat yakni memperoleh kebenaran yang hakiki atau yang berarti sesuatu yang sebenarnya atau sesungguhnya, melatih kemampuan berpikir logis, melatih berfikir dan bertindak bijaksana, melatih berpikir rasional dan komprehensif sehingga dapat menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan untuk memperoleh keselarasan hidup yang menghasilkan tindakan yang bijaksana. Filsafat sebagai Pancasila dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Pancasila sebagai sistem filsafat tentunya mempunyai ciri ciri untuk menjelaskan bagaimana sistem yang ada dapat menunjukkan bahwa sistem filsafat itu sendiri berada dalam pancasila sebagai dasar Negara. Adapun ciri-cirinya yaitu suatu kesatuan/bagian-bagian / unsur / elemen / komponen di mana bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri saling berhubungan dan saling ketergantungan. Dengan maksud keseluruhan itu untuk mencapai tujuan tertentu atau tujuan sistem yang terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks. Adapun wawasan filsafat meliputi aspek yakni:
  •  Ontologis menurut Aristoteles adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.
  • Epistemologis adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal syarat susunan, metode dan validitas ilmu pengetahuan.
  •  Aksiologis adalah istilah yang berasal dari kata Yunani “Axios” yang artinya nilai, manfaat dan “Logos” yang artinya pikiran ilmu atau teori