Posts made by Raca Asyifa Hasanah

Pkn Mipa kimia 2025 -> PRETEST

by Raca Asyifa Hasanah -
1. Artikel tersebut memberikan wawasan tentang kebijakan PSBB dalam menghadapi pandemi COVID-19. Salah satu nilai positifnya adalah peran negara dalam melindungi rakyatnya, yang merupakan tanggung jawab pemerintah sesuai konstitusi. Artikel tersebut juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kebijakan dan HAM, mengingat PSBB bisa berpotensi melanggar hak warga jika diterapkan secara represif. Selain itu, pendekatan edukatif dalam penegakan aturan dianggap lebih efektif dibandingkan sanksi keras. Dari artikel tersebut juga dapat menumbuhkan optimisme bahwa keberhasilan melawan COVID-19 bergantung pada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Namun, pelaksanaan PSBB juga berisiko melanggar beberapa pasal dalam konstitusi jika tidak diterapkan dengan baik, terutama terkait HAM yang dijamin dalam UUD 1945 dan UU tentang Hak Asasi Manusia.

2. Konstitusi adalah dasar utama dalam suatu negara. Tanpa konstitusi, negara bisa mengalami ketidakjelasan sistem pemerintahan, pelanggaran hak warga negara, serta potensi pemerintahan yang otoriter. Selain itu, ketidakpastian hukum dan instabilitas politik juga bisa terjadi. Konstitusi akan efektif jika dihormati oleh pemerintah dan masyarakat, diperbarui sesuai perkembangan zaman, serta memiliki mekanisme penegakan yang kuat. Di Indonesia, konstitusi sudah cukup efektif, tetapi masih ada tantangan dalam implementasinya, terutama dalam penegakan hukum dan keadilan sosial.

3. Beberapa contoh tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah penyebaran hoaks, kesenjangan sosial-ekonomi, keamanan siber, dan konflik sosial. Hoaks dapat mengganggu stabilitas negara, sehingga perlu regulasi untuk mengatasinya. Kesenjangan ekonomi semakin terasa akibat pandemi, meskipun UUD 1945 sudah mengatur perekonomian berbasis keadilan sosial. Di sisi lain, perlindungan data pribadi masih lemah karena belum ada regulasi yang spesifik. Konflik sosial dan intoleransi juga menjadi ancaman serius, meskipun kebebasan beragama dan berpendapat telah dijamin dalam konstitusi. Oleh karena itu, upaya bersama diperlukan untuk menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.

4. Menurut saya, Indonesia menekankan persatuan dan kesatuan dalam bernegara, yang tercermin dalam Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Namun, masih ada tantangan yang perlu diperbaiki, seperti perlunya pendidikan karakter agar masyarakat lebih memahami pentingnya persatuan, penegakan hukum yang lebih adil agar tidak ada diskriminasi, serta pencegahan politisasi identitas yang bisa memecah belah masyarakat. Dengan perbaikan ini, diharapkan persatuan bangsa tetap terjaga dan kehidupan bernegara berjalan lebih harmonis.

Pkn Mipa kimia 2025 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Raca Asyifa Hasanah -
Nama : Raca Asyifa Hasanah

NPM : 2217011028

Jurnal ini membahas tentang pentingnya integrasi nasional dalam menghadapi tantangan etnosentrisme di Indonesia. Sejak proklamasi kemerdekaan, bangsa ini telah mengalami berbagai perubahan politik yang membawa dampak signifikan terhadap stabilitas nasional, mulai dari Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi. Salah satu poin utama dalam jurnal ini adalah bagaimana kebijakan sentralistik yang diterapkan di era Orde Baru justru menekan identitas lokal dan menimbulkan ketidakpuasan di daerah. Sebaliknya, ketika era Reformasi membuka peluang desentralisasi dan otonomi daerah, justru muncul tantangan baru berupa meningkatnya sikap etnosentrisme dan konflik berbasis identitas. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi nasional bukanlah sesuatu yang dapat dianggap selesai, tetapi harus terus diperjuangkan melalui strategi kebudayaan yang tepat agar tidak hanya menjadi slogan semata, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain membahas dinamika politik, jurnal ini juga menyoroti bagaimana identitas nasional terbentuk dan berkembang dalam konteks sosial yang lebih luas. Identitas tidak bersifat statis, tetapi selalu mengalami negosiasi dan penyesuaian terhadap perubahan zaman. Salah satu faktor yang berperan besar dalam pembentukan identitas nasional adalah media massa, terutama televisi. Media memiliki kekuatan untuk menyatukan atau justru memperkuat perbedaan di tengah masyarakat. Jika tidak dikelola dengan baik, media dapat menjadi alat yang memperdalam segregasi sosial berdasarkan etnis, agama, maupun kepentingan politik. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif bahwa identitas nasional harus dibangun di atas kepentingan bersama, bukan sekadar berdasarkan kesamaan kelompok atau latar belakang tertentu. Integrasi nasional tidak berarti menghilangkan keberagaman, tetapi bagaimana keberagaman tersebut dapat dijadikan modal sosial untuk memperkuat persatuan bangsa. Dalam hal ini, peran pendidikan, kebijakan publik, serta kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara identitas lokal dan identitas nasional, sehingga bangsa Indonesia tetap kokoh di tengah tantangan globalisasi dan dinamika sosial yang terus berkembang.

Pkn Mipa kimia 2025 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Raca Asyifa Hasanah -
Nama : Raca Asyifa Hasanah

NPM : 2217011028

Jurnal ini membahas tentang pentingnya kearifan budaya lokal dalam menjaga identitas bangsa di tengah tantangan globalisasi. Dalam era modern ini, banyak perubahan sosial dan budaya yang terjadi akibat pengaruh globalisasi, yang sering kali menyebabkan melemahnya nilai-nilai tradisional. Penulis menyoroti bahwa budaya lokal bukan hanya sekadar warisan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat jati diri bangsa. Konsep seperti gotong royong, toleransi, dan harmoni sosial yang berasal dari budaya lokal menjadi modal utama dalam menjaga keutuhan bangsa yang multikultural seperti Indonesia. Namun, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana nilai-nilai tersebut tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan tidak terkikis oleh budaya asing yang semakin mendominasi.

Jurnal ini juga mengangkat isu konflik sosial yang sering muncul akibat perbedaan budaya, agama, dan etnis di Indonesia. Penulis menegaskan bahwa salah satu penyebab konflik adalah kurangnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya identitas nasional yang bersumber dari nilai-nilai budaya lokal. Oleh karena itu, diperlukan upaya revitalisasi budaya agar masyarakat lebih memahami dan menghargai kearifan lokal sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam hal ini, pendidikan dan kebijakan yang mendukung pelestarian budaya lokal sangat diperlukan agar generasi muda tetap memiliki rasa cinta terhadap identitas bangsanya sendiri. Kesimpulannya, jurnal ini mengajak kita untuk lebih menghargai dan menjaga budaya lokal sebagai pondasi yang kuat dalam menghadapi arus globalisasi yang semakin kuat.