གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Adelia Citra Bella

MKU PKN KIMIA A GENAP 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Adelia Citra Bella གིས-
Nama: Adelia Citra Bella
NPM: 2217011038
Kelas: A
Prodi: Kimia

Video tersebut mengulas konsep geopolitik Indonesia, diawali dengan pemaparan definisi geopolitik sebagai ilmu penyelenggaraan negara yang mengaitkan kebijakan dengan aspek geografis. Fokus utama pembahasan adalah pada landasan geopolitik Indonesia, yakni Pancasila sebagai ideologi nasional dalam penentuan politik bangsa, sebuah gagasan yang historisnya diperkenalkan oleh Ir. Soekarno. Ditekankan pula bahwa prinsip geopolitik Indonesia lebih mengutamakan pembangunan kesatuan bangsa dalam satu wilayah negara, bukan berorientasi pada ekspansi teritorial.

Konsep sentral dalam geopolitik Indonesia adalah Wawasan Nusantara, yang merupakan cara pandang bangsa berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Esensi Wawasan Nusantara adalah perwujudan kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah, memandang kepulauan Nusantara sebagai satu entitas integral dalam aspek politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Pandangan ini selaras dengan konsepsi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana termaktub dalam konstitusi, yang menegaskan Indonesia sebagai negara kesatuan berbentuk republik dengan cakupan kesatuan politik, hukum, sosial-budaya, dan pertahanan keamanan yang utuh.

Sebagai kesimpulan, video tersebut menegaskan identitas Indonesia sebagai negara kesatuan berbentuk republik, dengan wilayah berupa gugusan ribuan pulau yang memiliki posisi strategis di antara dua samudera dan dua benua. Lebih lanjut, disoroti pula berbagai keunggulan yang dimiliki bangsa Indonesia, meliputi potensi demografis yang besar, kekayaan dan keragaman sosial budaya, serta keunggulan letak geografis yang strategis.

MKU PKN KIMIA A GENAP 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Adelia Citra Bella གིས-
Nama : Adelia Citra Bella
NPM : 2217011038
Kelas : A

Jurnal "Demokrasi sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum Daerah di Indonesia" karya Galih Puji Mulyono dan Rizal Faton membahas bagaimana nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam sila keempat Pancasila tercermin dalam praktik pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa meskipun Pilkada secara langsung dianggap sebagai bentuk demokratisasi, dalam praktiknya belum sepenuhnya mencerminkan prinsip "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan". Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Pilkada masih diwarnai oleh konflik, kecurangan, dominasi partai politik, serta hambatan bagi calon independen. Hal ini mencerminkan belum terwujudnya demokrasi yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila secara substansial. Jurnal ini menyampaikan kritik terhadap lemahnya pengawasan terhadap partai politik yang tidak menjalankan prinsip demokrasi internal, serta kurangnya aturan yang berpihak kepada calon dari luar partai.

Jurnal ini memiliki kekuatan dalam mengaitkan antara ideologi Pancasila dan pelaksanaan demokrasi di level lokal, serta menyuarakan pentingnya demokrasi substansial, bukan sekadar formalitas prosedural. Namun, jurnal ini masih memiliki kelemahan dalam penyajian data empiris dan contoh konkret yang bisa memperkuat argumen penulis. Selain itu, solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan yang diangkat terkesan masih umum dan normatif, belum menggambarkan langkah-langkah implementatif yang dapat dijalankan oleh pemerintah atau masyarakat sipil. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam wacana penguatan nilai-nilai Pancasila dalam sistem demokrasi Indonesia, namun masih membutuhkan penguatan pada sisi teknis dan praktiknya.

MKU PKN KIMIA A GENAP 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Adelia Citra Bella གིས-
Nama : Adelia Citra Bella
NPM : 2217011038
Kelas : A

Video "Perkembangan Demokrasi Di Indonesia" menguraikan perjalanan demokrasi di Indonesia melalui beberapa fase penting. Dimulai dari masa revolusi kemerdekaan yang ditandai dengan keterbatasan demokrasi, video ini kemudian membahas era Demokrasi Parlementer (1945-1959) yang dianggap sebagai masa keemasan demokrasi dengan hadirnya berbagai elemen demokratis, namun sayangnya gagal akibat polarisasi politik, lemahnya basis sosial ekonomi, dan konflik kepentingan. Selanjutnya, periode Demokrasi Terpimpin (1959-1965) diwarnai oleh persaingan sengit antara ABRI, Soekarno, dan PKI. Pada masa Orde Baru, meskipun di awal kekuasaan tampak adanya distribusi kekuasaan, dalam perkembangannya peran ABRI menjadi dominan, diikuti oleh sentralisasi pengambilan keputusan, pembatasan partai politik, intervensi pemerintah, dan monolitisasi ideologi. Era Reformasi (1998-sekarang) membawa angin perubahan dengan diterapkannya kembali Demokrasi Pancasila yang lebih demokratis melalui pemilu yang lebih terbuka, rotasi kekuasaan, dan jaminan hak-hak dasar, meskipun demikian, demokrasi di era reformasi ini masih dalam tahap pencarian jati diri.