Nama : Adinda Salsabila
NPM : 2215061035
Kelas : PSTI C
Prodi : Teknik Informatika
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban : Dalam konteks penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), artikel tersebut mengungkapkan bahwa sejumlah lembaga mencatat kinerja Indonesia terkait HAM selama tahun 2019 masih buruk. Komnas HAM mencatat adanya banyak pelanggaran HAM yang serius di masa lalu. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini antara lain absennya proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, meningkatnya pembatasan terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang dilakukan secara sewenang-wenang melalui aturan dan praktik kebijakan, serta adanya diskriminasi berbasis gender.
Selain itu, pemerintah juga dianggap gagal dalam menyediakan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM di masa lalu. Selain itu, situasi pelanggaran HAM juga terjadi dengan jumlah yang signifikan di Provinsi Papua.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Jawaban : Budaya dan adat istiadat asli masyarakat Indonesia memiliki warisan nilai-nilai yang beragam dan kaya, yang berperan penting dalam perkembangan demokrasi di negara ini. Beberapa nilai budaya yang relevan dalam konteks ini meliputi musyawarah, gotong royong, keadilan dan kesetaraan, serta Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut pendapat saya, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan akar budaya dan spiritual masyarakat Indonesia. Dalam budaya Indonesia yang mayoritas beragama, prinsip ini mengakui pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan dan nilai-nilai agama dalam konteks demokrasi.
Demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa harus diartikan sebagai pengakuan terhadap keberagaman keyakinan agama serta pentingnya nilai-nilai moral dan etika dalam tindakan politik dan kehidupan berbangsa. Prinsip ini harus diimplementasikan secara inklusif, menghormati kebebasan beragama, menjaga kesetaraan, dan melindungi hak asasi manusia bagi semua warga negara Indonesia tanpa membedakan agama, suku, atau kelompok lainnya.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban : Saat ini, demokrasi Indonesia berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 telah mengalami perkembangan dan tantangan yang beragam. Meskipun ada kemajuan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban : Kondisi di mana anggota parlemen menggunakan posisi mereka untuk mewakili agenda politik pribadi atau kelompok tertentu, yang bertentangan dengan kepentingan nyata masyarakat, merupakan sebuah pelanggaran etika politik dan dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi. Dalam sistem demokrasi yang sehat, anggota parlemen seharusnya bertindak sebagai perwakilan rakyat dan memprioritaskan kepentingan masyarakat yang mereka wakili.
Praktik seperti itu dapat mengaburkan tujuan demokrasi yang seharusnya melibatkan partisipasi rakyat, pengambilan keputusan kolektif, dan keadilan. Hal ini juga dapat memperburuk kesenjangan antara elit politik dan masyarakat, serta melemahkan legitimasi demokrasi itu sendiri.
E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban : Menurut saya, hal tersebut dapat menjadi masalah serius dalam konteks demokrasi saat ini. Ketika pihak-pihak berkuasa menggunakan kekuasaan kharismatik mereka untuk menggerakan loyalitas dan emosi rakyat, bahkan jika tujuan mereka tidak jelas atau bertentangan dengan hak asasi manusia, hal itu dapat mengancam prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan individu. Praktik semacam itu dapat membatasi kebebasan berpendapat dan mempersempit ruang demokrasi yang seharusnya memungkinkan dialog terbuka, pluralisme, dan perwakilan yang adil.
NPM : 2215061035
Kelas : PSTI C
Prodi : Teknik Informatika
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban : Dalam konteks penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), artikel tersebut mengungkapkan bahwa sejumlah lembaga mencatat kinerja Indonesia terkait HAM selama tahun 2019 masih buruk. Komnas HAM mencatat adanya banyak pelanggaran HAM yang serius di masa lalu. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini antara lain absennya proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, meningkatnya pembatasan terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang dilakukan secara sewenang-wenang melalui aturan dan praktik kebijakan, serta adanya diskriminasi berbasis gender.
Selain itu, pemerintah juga dianggap gagal dalam menyediakan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM di masa lalu. Selain itu, situasi pelanggaran HAM juga terjadi dengan jumlah yang signifikan di Provinsi Papua.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Jawaban : Budaya dan adat istiadat asli masyarakat Indonesia memiliki warisan nilai-nilai yang beragam dan kaya, yang berperan penting dalam perkembangan demokrasi di negara ini. Beberapa nilai budaya yang relevan dalam konteks ini meliputi musyawarah, gotong royong, keadilan dan kesetaraan, serta Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut pendapat saya, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan akar budaya dan spiritual masyarakat Indonesia. Dalam budaya Indonesia yang mayoritas beragama, prinsip ini mengakui pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan dan nilai-nilai agama dalam konteks demokrasi.
Demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa harus diartikan sebagai pengakuan terhadap keberagaman keyakinan agama serta pentingnya nilai-nilai moral dan etika dalam tindakan politik dan kehidupan berbangsa. Prinsip ini harus diimplementasikan secara inklusif, menghormati kebebasan beragama, menjaga kesetaraan, dan melindungi hak asasi manusia bagi semua warga negara Indonesia tanpa membedakan agama, suku, atau kelompok lainnya.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban : Saat ini, demokrasi Indonesia berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 telah mengalami perkembangan dan tantangan yang beragam. Meskipun ada kemajuan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban : Kondisi di mana anggota parlemen menggunakan posisi mereka untuk mewakili agenda politik pribadi atau kelompok tertentu, yang bertentangan dengan kepentingan nyata masyarakat, merupakan sebuah pelanggaran etika politik dan dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi. Dalam sistem demokrasi yang sehat, anggota parlemen seharusnya bertindak sebagai perwakilan rakyat dan memprioritaskan kepentingan masyarakat yang mereka wakili.
Praktik seperti itu dapat mengaburkan tujuan demokrasi yang seharusnya melibatkan partisipasi rakyat, pengambilan keputusan kolektif, dan keadilan. Hal ini juga dapat memperburuk kesenjangan antara elit politik dan masyarakat, serta melemahkan legitimasi demokrasi itu sendiri.
E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban : Menurut saya, hal tersebut dapat menjadi masalah serius dalam konteks demokrasi saat ini. Ketika pihak-pihak berkuasa menggunakan kekuasaan kharismatik mereka untuk menggerakan loyalitas dan emosi rakyat, bahkan jika tujuan mereka tidak jelas atau bertentangan dengan hak asasi manusia, hal itu dapat mengancam prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan individu. Praktik semacam itu dapat membatasi kebebasan berpendapat dan mempersempit ruang demokrasi yang seharusnya memungkinkan dialog terbuka, pluralisme, dan perwakilan yang adil.