Tirani Ajeng Utami
2217011065
Kimia B
Jurnal ini membahas pentingnya pelaksanaan demokrasi sebagai cerminan dari sila keempat Pancasila, yaitu "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan." Pemilihan umum daerah di Indonesia menjadi ujian penting dalam mewujudkan nilai-nilai demokrasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sejauh mana pemilu daerah mencerminkan prinsip demokrasi yang berakar pada nilai-nilai Pancasila, serta mengidentifikasi tantangan dan penyimpangan yang terjadi dalam praktik demokrasi lokal. Pancasila dianggap sebagai dasar ideologis dan filosofis bangsa Indonesia, dengan sila keempat sebagai wujud nyata dari sistem demokrasi. Demokrasi Pancasila mengedepankan musyawarah untuk mufakat dan kepentingan bersama. Pemilihan umum merupakan sarana utama untuk menyalurkan aspirasi rakyat secara damai dan legal. Namun, implementasinya di Indonesia masih belum sepenuhnya selaras dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sila keempat tersebut. alam pelaksanaannya, pemilihan kepala daerah langsung menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya partisipasi pemilih, politik uang, kampanye yang penuh ujaran kebencian di media sosial, dan pencalonan independen yang terhambat oleh syarat administratif yang berat. Di samping itu, partai politik sebagai instrumen demokrasi justru kerap mencerminkan praktik yang tidak demokratis, seperti penunjukan calon berdasarkan intruksi elit partai, bukan hasil musyawarah. Penulis menyoroti bahwa banyak pelaksanaan Pilkada tidak mencerminkan semangat demokrasi yang diamanatkan sila keempat. Kampanye yang tidak etis, praktik curang dalam pemilu, dan dominasi partai politik yang tidak demokratis secara internal mengakibatkan krisis kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Undang-undang pemilu pun dinilai multitafsir dan belum secara jelas mengatur nilai-nilai Pancasila dalam pemilu, yang seharusnya menjadi landasan dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan.
Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa meskipun pemilihan kepala daerah langsung merupakan implementasi demokrasi, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai sila keempat Pancasila. Diperlukan penguatan moralitas dan regulasi yang tegas terhadap partai politik dan penyelenggaraan pemilu agar demokrasi tidak hanya formalitas. Penulis juga merekomendasikan perlunya reformasi sistem politik untuk menekankan kembali pentingnya musyawarah, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap hak dan aspirasi seluruh rakyat sebagai inti dari demokrasi Pancasila.