NAMA: MUHAMMAD ARYUDHA PRATAMA
NPM: 2215061055
KELAS: PSTI C
PRODI: TEKNIK INFORMATIKA
ANALISIS SOAL
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban:
Berdasarkan pasal tersebut, beberapa lembaga mengindikasikan bahwa kinerja HAM Indonesia tahun 2019 masih lemah. Hal ini ditunjukkan dalam beberapa hal, yaitu:
• Tidak ada keadilan dan tidak ada pertanggungjawaban atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh aparat keamanan
• Memperkuat pembatasan sewenang-wenang atas kebebasan berekspresi dan beragama
• Diskriminasi jender yang mendalam dan pelanggaran hak-hak perempuan
• Kegagalan pemerintah untuk membenarkan dirinya sendiri
• Pelanggaran HAM terus berlanjut bahkan meningkat tajam di Papua
• Penjatuhan dan penerapan hukuman yang kejam secara terus menerus.
Hal positif yang saya lihat adalah bahwa implementasi HAM tidak hanya melalui peran setiap individu warga negara, tetapi juga melalui peran pemerintah dalam membela hak asasi warga negaranya.
2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Jawaban:
Demokrasi yang berketuhanan Yang Maha Esa mengandung arti bahwa sistem pemerintahan negara harus taat, serasi, dan selaras dengan nilai-nilai dan asas-asas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dengan cara ini seseorang harus mencapai cara berpikir dan bertindak dalam masyarakat yang sama sekali tidak tercela. Meminimalkan penyebab konflik horizontal dan pelanggaran HAM vertikal.
3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban:
Praktik demokrasi Indonesia tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Hal ini dibuktikan dengan berbagai tindakan hukum yang tidak membela hukum. Terkait dengan hak asasi manusia khususnya, ada juga kesan bahwa hal ini tidak sesuai dengan hukum. Ada banyak hukum yang tidak diikuti. Selain itu, banyak kasus suap untuk mendapatkan suara dalam pemilu, korupsi dan penyelewengan pemerintah. Sebagai anggota parlemen, mereka juga kurang tanggap terhadap suara rakyat, dan sebagian keputusannya bertentangan dengan kepentingan rakyat.
4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban:
Saya kecewa dengan tindakan anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tapi menjalankan agenda politiknya sendiri. Ia juga menceritakan tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah. Kepentingan masyarakat juga biasanya tidak didengar atau dibicarakan. Banyak kalangan, terutama mahasiswa, menolak paksaan politik. Tindakan yang tidak menguntungkan ini merupakan pembebasan dari tanggung jawab. Oleh karena itu, harus dicarikan solusi secepatnya untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera dengan mengutamakan kepentingan rakyat.
5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban:
Kekuatan karismatik adalah daya tarik yang cukup menarik minat orang untuk menjadikan mereka seorang pemimpin. Namun, hal ini menjadi masalah yang cukup besar dan merugikan karena kewenangannya tidak jelas dan menyimpang dari kewajiban hak asasi manusia, terutama di era demokrasi yang semakin modern. Yang paling ditakuti adalah semakin nyatanya batasan yang dimiliki orang dalam menerima hak asasinya. Entah itu terjadi atau tidak, pemerintah harus segera mengintervensi aksi kekuasaan ini untuk mencegah munculnya kekuasaan.
menyimpang terutama dari prinsip-prinsip demokrasi.
NPM: 2215061055
KELAS: PSTI C
PRODI: TEKNIK INFORMATIKA
ANALISIS SOAL
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban:
Berdasarkan pasal tersebut, beberapa lembaga mengindikasikan bahwa kinerja HAM Indonesia tahun 2019 masih lemah. Hal ini ditunjukkan dalam beberapa hal, yaitu:
• Tidak ada keadilan dan tidak ada pertanggungjawaban atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh aparat keamanan
• Memperkuat pembatasan sewenang-wenang atas kebebasan berekspresi dan beragama
• Diskriminasi jender yang mendalam dan pelanggaran hak-hak perempuan
• Kegagalan pemerintah untuk membenarkan dirinya sendiri
• Pelanggaran HAM terus berlanjut bahkan meningkat tajam di Papua
• Penjatuhan dan penerapan hukuman yang kejam secara terus menerus.
Hal positif yang saya lihat adalah bahwa implementasi HAM tidak hanya melalui peran setiap individu warga negara, tetapi juga melalui peran pemerintah dalam membela hak asasi warga negaranya.
2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Jawaban:
Demokrasi yang berketuhanan Yang Maha Esa mengandung arti bahwa sistem pemerintahan negara harus taat, serasi, dan selaras dengan nilai-nilai dan asas-asas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dengan cara ini seseorang harus mencapai cara berpikir dan bertindak dalam masyarakat yang sama sekali tidak tercela. Meminimalkan penyebab konflik horizontal dan pelanggaran HAM vertikal.
3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban:
Praktik demokrasi Indonesia tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Hal ini dibuktikan dengan berbagai tindakan hukum yang tidak membela hukum. Terkait dengan hak asasi manusia khususnya, ada juga kesan bahwa hal ini tidak sesuai dengan hukum. Ada banyak hukum yang tidak diikuti. Selain itu, banyak kasus suap untuk mendapatkan suara dalam pemilu, korupsi dan penyelewengan pemerintah. Sebagai anggota parlemen, mereka juga kurang tanggap terhadap suara rakyat, dan sebagian keputusannya bertentangan dengan kepentingan rakyat.
4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban:
Saya kecewa dengan tindakan anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tapi menjalankan agenda politiknya sendiri. Ia juga menceritakan tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah. Kepentingan masyarakat juga biasanya tidak didengar atau dibicarakan. Banyak kalangan, terutama mahasiswa, menolak paksaan politik. Tindakan yang tidak menguntungkan ini merupakan pembebasan dari tanggung jawab. Oleh karena itu, harus dicarikan solusi secepatnya untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera dengan mengutamakan kepentingan rakyat.
5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban:
Kekuatan karismatik adalah daya tarik yang cukup menarik minat orang untuk menjadikan mereka seorang pemimpin. Namun, hal ini menjadi masalah yang cukup besar dan merugikan karena kewenangannya tidak jelas dan menyimpang dari kewajiban hak asasi manusia, terutama di era demokrasi yang semakin modern. Yang paling ditakuti adalah semakin nyatanya batasan yang dimiliki orang dalam menerima hak asasinya. Entah itu terjadi atau tidak, pemerintah harus segera mengintervensi aksi kekuasaan ini untuk mencegah munculnya kekuasaan.
menyimpang terutama dari prinsip-prinsip demokrasi.