Kiriman dibuat oleh Aulia Chusnul Khotimah

Nama : Aulia Chusnul Khotimah
NPM : 2216031105
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Komunikasi

ANALISIS SOAL
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Pada artikel ini membahas Komisi Nasional (Komnas) HAM yang mencatat masih banyak yang perlu dilakukan pemerintah, terutama soal pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam (SDA). Tahun 2019 dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam; banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Contohnya yaitu persoalan di Papua yang bukan sekadar sekelompok orang ingin merdeka, tapi anggota suatu bangsa diperlakukan berbeda karena gaya hidup, tradisi, serta warna kulit yang dianggap memiliki identitas sosial yang berbeda. Hal positif dari penegakan HAM setelah membaca artikel tersebut adalah meskipun masih banyak terdapat banyak catatan atas kemunduran HAM yang terjadi di Indonesia, namun masih terdapat Harapan yang terlihat dari kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial atas jalannya kekuasaan negara. Di Bali, gerakan masyarakat masih kuat menolak reklamasi Teluk Benoa. Di Kendeng, Jawa Tengah, komunitas masyarakat pegunungan masih mampu mempertahankan tuntutannya di tengah tekanan dari segala penjuru - termasuk ancaman kriminalisasi dan kekerasan.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia terhadap demokasi, yaitu: pertama, gotong royong, pada nilai ini nilai gotong royong dapat mendorong masyarakat untuk ikut berpastisipasi dalam pengambilan keputusan yang bersifat kolektif. Kedua, musyawarah mufakat, pada nilai musyawarah mufakat ini masyarakat dapat menghargai pentingnya mendengarkan semua pihak untuk mencapai persetujuan bersama malalui dialog dan diskusi, serta menghindari keputusan yang didasarkan pada dominasi atau otoritas tunggal. Ketiga, keadilan, pada nilai keadilan ini masyarakat dapat bersikap adil terhadap upaya-upaya untuk terjalannya demokrasi. Menurut pendapat saya mengenati prinsip demokrasi Indonesia berke-Tuhanan yang Maha Esa, yaitu prinsip ini merupakan prinsip yang sangat penting mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam kebudayaan di dalamnya, salah satunya yaitu keberagaman agama. Dengan adanya prinsip ini maka diharapkan masyarakat dapat menghormati keberagaman agama dan keyakinan masyarakat, serta mendorong toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Menurut pendapat saya, dalam pelaksanaan HAM di Indonesia saat ini telah sesuai dengan nila-nilai yang terkandung dalam pancasila dan UUD NRI 1945 dalam menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Namun, pada praktiknya masih terdapat kesalahan tantangan dalam mewujudkan demokrasi yang sepenuhnya dengan nilai-nilai tersebut. Contohnya, yaitu penyalahgunaan kekuasaan untuk melakukan korupsi. Untuk itu, penting untuk terus memperkuat dan memperbaiki praktik demokrassi di Indonesia agar sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan UUD NRI 1945 dalam menjunjung tinggi nilai HAM.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Ketika anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri yang bertentangan dengan kepentingan nyata masyarakat, itu dapat menimbulkan ketidakpercayaan dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Ini dapat menyebabkan distorsi dalam representasi politik dan mempengaruhi kualitas demokrasi. Jika terjadi situasi di mana anggota parlemen menjalankan agenda politik mereka sendiri tanpa memperhatikan kepentingan nyata masyarakat, itu merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip demokrasi yang sehat. Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses politik, termasuk memberikan masukan, memantau kinerja anggota parlemen, dan menggunakan hak suara mereka dengan bijak saat pemilihan umum.

E. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab:
Pada dasarnya, kepemimpinan kharismatik yang memanfaatkan tradisi atau agama untuk menggerakan loyalitas dan emosi rakyat dapat memiliki dampak yang merugikan pada hak asasi manusia dalam konteks demokrasi. Pemimpin kharismatik dapat menggunakan pengaruh mereka untuk memanipulasi opini dan menggerakkan loyalitas rakyat dalam rangka mencapai tujuan pribadi atau kelompok tertentu. Pada era demokrasi sekarang ini, penting untuk menegakkan dan melindungi HAM sebagai bagian dari hal yang harus diperhatikan oleh negara. Apa bila HAM tidak ditegakkan, maka akan terancam karena ada potensi pelanggaran terhadap kebebasan berpendapat, kebebasan berserikat, atau hak-hak individu lainnya. Salah satu cara untuk melindungi berdirinya HAM, yaitu masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam pemantauan terhadap pihak-pihak yang memiliki kekuasaan.
Nama : Aulia Chusnul Khotimah
NPM : 2216031105
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Komunikasi

ANALISIS KASUS

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Menurut saya mengenai artikel tersebut, konflik komunial yang terjadi antara negara Indonesia dengan Timor Leste merupakan konflik yang serius terhadap kedua negara tersebut terlebih dalam konflik perebutan wilayah daratan tersebut menggunakan kekerasan antarwarga, oleh karena itu konflik ini perlu adanya perhatian dan usaha penangan yang serius. Dalam artikel tersebut menjelaskan kronologi konflik komunal tersebut, faktor-faktor penyebab, usaha penyelesaian,, dan Langkah yang bisa dilakukan ke depan. Hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut adalah saya jadi memahami bahwa pentingnya wawasan nusantara dalam menjalakan kehidupan bernegara agar negara terhindar dari konflik-konflik seperti konflik komunal antara negara Indonesia dan Timor Leste yang terdapat pada artikel tersebut, agar warga negara dapat menganalisis konflik-konflik yang terjadi pada suatu negara, serta agar warna negara dapat memahami bagaimana usaha penyelesaian terhadap konflik tersebut.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawab :
Wawasan nusantara merupakan salah satu hal yang penting bagi suatu negara. wawasan nusantara pada suatu negara berfungsi sebagai pedoman suatu negara. Jika suatu bangsa warga negaranya tidak memiliki wawasan nusantara, maka negara tersebut bisa saja dijajah oleh bangsa negara lain, dapat memungkinkan wilayah-wilayah yang terdapat pada negara itu diambil alih oleh bangsa lain, atau bahkan berakhir menjadi bangsa yang hancur. Hal ini disebabkan tidak ada lagi rasa bela negara atau kebersamaan antar warga negara.

3.Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
Jawab:
Dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel tersebut harus ditinjau dari kedua belah pihak, baik pihak pemerintah maupun pihak warga negara. Pada pihak pemerintah Indonesia, Pemerintah Indonesia ataupun Timor Leste harusnya bekerja sama menciptakan perdamaian di perbatasan, jangan sampai ketika konflik tersebut mengalami eskalasi baru dua negara mulai bertindak. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi, seharusnya pemerintah cepat tanggap saat terjadi masalah ini agar masalah ini tidak menjadi masalah yang besar seperti yang sudah terjadi akhirnya Timor Leste memisahkan diri dari wilayah Indonesia. Sedangkan, pada pihak warga negaranya perlu ditanamkan wawasan nusantara yang berfungsi sebagai sumber dalam melakukan kebijakan dan keputusan. Pembelajaran tentang wawasan nusantara dapat dilihat oleh warga negaranya dari sejarah Indonesia bisa menjadi pengalaman untuk belajar bagaimana mengambil kebijakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat.
Nama : Aulia Chusnul Khotimah
NPM : 2216031105
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Komunikasi

ANALISIS VIDEO

Judul video : Geopolitik Indonesia
Negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republic yang wilayahnya merupakan kesatuan dari ribuan pulau yang terletak di antara samudera Hindia dan samudera Pasifik, serta benua Asia dan benua Australia. Geopolitik adalah ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa. Macam-macam teori geopolitik, yaitu teori geopolitik frederich ratzel, teori geopolitik Rudolf kjellen, teori geopolitik karl Haushofer, teori geopolitik Alfred Thayer mahan, teori geopolitik giulio douhet, William Mitchel, saversky, dan JCF Fuller. Teori geopolitik bangsa Indonesia menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional dipergunakan sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan kepada kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia. Teori geopolitik diperkenalkan pertama kali oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945. Prinsip geopolitik di Indonesia tidak mementingkan dalam wilayah, tetapi lebih kepada membangun kesatuan bangsa dalam satu wilayah. Wawasan nusantara adalah wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia. Hakikat dari wawasan nusantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. Konsep NKRI dicantumkan dalam pasal 1 ayat 1 UUD Negara RI 1945 yang menyebutkan : “Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk republik”.