Posts made by Aulia Chusnul Khotimah

Nama : Aulia Chusnul Khotimah
NPM : 2216031105
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Komunikasi

ANALISIS JURNAL

Judul jurnal : Semangat Bela Negara Di Tengah Pandemi Covid-19 (The National Spirit Of Defense In The Middle Of The Covid-19 Pandemic)
Bela negara dan pendidikan kewarganegaraan merupakan dua hal sangat penting bagi warga negara karena keduanya merupakan unsur yang dapat menunjukkan cinta dan kesetiaan warga negara kepada negara. Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangakat perundangan dan petinggi suatu Negara tentang patriotisme seseorang, kelompok atau seluruh komponen dari suatu Negara dalam kepentingan pertahanan eksitensi suatu Negara tersebut. Kesadaran bela Negara itu hakikatnya kesediaan untuk berbakti terhadap Negara dan sediaan berkorban membela Negara. Spectrum bela Negara ini sangatlah luas kaitannya dari yang paling harus hingga yang kasar. Mulai Hubungan baik antar warga Negara hingga dengan menangkal ancaman nyata menggunakan senjata.

Pada pelaksanaannya, bela Negara bukan hanya saja kita angkat senjata melainkan banyak cara lain yang kita bisa lakukan dengan nudah mulai dari lingkungan terkecil saja, contoh yang kita bisa lakukan saat pandemic begini yaitu dengan cara mematuhi semua aturan yang dikeluarkan oleh pemeritah agar kita tidak terkena penyakit virus covid-19 ini serta tidak menyebarkan berita bohong atau belum tentu kebenarannya (hoax) karena dapat mengakibatkan hal yang kurang baik, melindungi para tenaga mediss yang sedang melakukan dedikasinya terhadap Negara, serta kita bisa melakukan isolasi mandiri dengan lingkunga sekitar seperti di daerah komplek sekitar kita bisa melakukan isolasi mandiri dengan itu kita sudah melakukan bela Negara secara mandiri dan membantu para orang yang rentan terkena virus covid-19 karena orang yang sudah tua lebih mudah terkena virus covid-19.
Nama : Aulia Chusnul Khotimah
NPM : 2216031105
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Komunikasi

ANALISIS VIDEO

Judul Video : Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional merupakan keuletan, keterampilan, ketangguhan suatu bangsa dan kemampuan mengembangkan potensi untuk menghadapi ancaman yang datang. Warga negara Indonesia memiliki peranan untuk ikut serta mempertahankan negara Indonesia, salah satu bentuk peranan tersebut yaitu mengcegah datangnya sebuah ancaman negara. Ancaman memiliki beberapa sumber biasanya bersifat langsung, keluar atau tidak langsung. Contoh perlawanan ancaman secara langsung, yaitu negara Belanda, negara Belanda menyerang Indonesia menggunakan pasukan dan bertujuan untuk mendapatkan sumber daya alam di Indonesia. Selain itu, negara sendiri pun dapat memungkinkan terjadinya datangnya sebuah ancaman. Sedangkan, contoh dari perlawanan ancaman secara tidak langsung, yaitu perlawanan yang menyerang bidang ekonomi negara, seperti pembelian lahan satu persatu kemudian penduduk aslinya disingkirkan. Hal yang harus diperhatikan dalam mempertahankan Negara Indonesia yaitu integritas bangsa, identitas negara, kelangsungan hidup, dan perjuangan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, dalam mempertahankan negara diperlukan adanya kemampuan untuk mengembangkan pertahanan nasional.

Ancaman negara terbagi atas dua aspek, yaitu ancaman nasional trigatra dan ancaman nasional pancagatra. Pada ancaman trigatra terdapat 3 unsur yang harus diperhatikan, yaitu lokasi dan posisi, keadaan dan kekayaan alam, serta kemampuan penduduk. Sedangkan pada ancaman pancagatra terdapat 5 unsur yang harus diperhatikan, yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta hankam. Dalam penangannya, ancaman2an tersebut memiliki perwujudan yang harus dilakukan warga negara untuk melindungi negara. Pada aspek trigatra, ancaman lokasi harus adanya peningkatan potensi laut dan darat posisi dengan negara tetangga, ancaman sumber daya alam harus memperhatikan keadaan nasional dalam pemanfaatan kekayaan alam, ancaman Penduduk yaitu penduduk harus memiliki kemampuan dalam hal pendidikan. Sedangkan pada aspek perwujudan aspek sosial atau pancagatra, ancaman idiologi yang harus ditingkatkan yaitu rangkaian nilai yang mampu menampung aspirasi, ancaman politik yaitu keseimbangan input dan output, ancaman ekonomi yaitu sarana modal dan teknologi, ancaman sosial dan budaya yaitu tradisi, Pendidikan dan kepemimpinan, serta ancaman hankam yaitu partisipasi dan kesadaran masyarakat.