NAMA: M. Fathir Hayyan Azka A
NPM: 2215011089
Analisis Jurnal
“Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Diri Pancasila Terhadap Respons Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”.
Pada dasarnya, tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui dampak mata kuliah pengembangan kepribadian pancasila terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dewasa ini perkembangan teknologi begitu pesat sehingga setiap informasi dalam berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh penjuru dunia. Globalisasi mendorong munculnya berbagai peluang terkait dengan perubahan yang terjadi di dunia. Perkembangan teknologi ini telah menyebabkan perubahan yang begitu besar dalam kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya, terutama yang berkaitan dengan pendidikan. Hal ini membuat segala informasi yang bernilai positif maupun negatif dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Indonesia menganut Pancasila. Maka inti permasalahannya adalah apakah perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi nilai-nilai Pancasila yang menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia.
Matakuliah Pendidikan Pancasila merupakan mata pelajaran yang membimbing setiap orang untuk mengkaji, menganalisis dan memecahkan masalah pembangunan bangsa dan negara dari perspektif nilai-nilai inti Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. berdasarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi memiliki dasar-dasar dalam pelaksanaannya yaitu (Kemendikbud, 2013):
Landasan filosofis, landasan sosiologis, dan landasan hukum
Tujuan penyelenggaraan pendidikan tinggi pancasila adalah untuk memantapkan pancasila sebagai landasan falsafah dan ideologi negara bangsa, dengan menghidupkan kembali nilai-nilai inti pancasila sebagai pedoman hidup yang mendasar dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta menanamkan pemahaman dan penghayatan terhadap jiwa dan nilai-nilai inti Pancasila kepada siswa sebagai warga negara Republik Indonesia dan membimbing mereka untuk menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Serta membentuk sikap spiritual peserta didik yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, cinta tanah air, dan persatuan bangsa, serta memantapkan masyarakat madani yang demokratis, adil dan bermartabat berdasarkan Pancasila dan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, cinta tanah air, dan cinta tanah air. Persatuan Nasional. berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat Indonesia.
Sikap terdiri dari komponen kognitif (pemikiran yang biasanya diasosiasikan dengan bahasa dan dipelajari), komponen perilaku (yang biasanya mempengaruhi respon yang sesuai dan tidak sesuai), dan komponen emosional (yang membangkitkan respon yang konsisten).
Menurut buku Wawan dan Embun (2010) Notoadmodjo (2003), sikap terdiri dari beberapa tingkatan yaitu menerima, menanggapi, menghargai dan bertanggung jawab.
Menurut Katz (1964) dalam buku Wawan dan Dew (2010, hlm. 23), sikap memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi instrumental atau fungsi adaptif atau fungsi utilitas, fungsi pertahanan diri, fungsi ekspresi nilai dan fungsi pengetahuan. . Sains dan Teknologi (Sains dan Teknologi)
Sains dan pengetahuan merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, namun tidak selalu diketahui bahwa pengetahuan adalah sains, melainkan pengetahuan yang diperoleh dengan cara tertentu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Sains sebagai pengetahuan (knowledge) merupakan tujuan sains secara umum. Ilmu dikatakan sebagai perbuatan (aktivitas), sekumpulan perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Ilmu pengetahuan adalah sekumpulan kegiatan manusia yang rasional dan kognitif yang dilakukan dengan berbagai cara berupa metode untuk menghasilkan pengetahuan yang sistematis tentang fenomena alam, sosial, atau manusia untuk memperoleh, memahami, menjelaskan, atau mengenali kebenaran. Singkatnya, sains adalah seperangkat kegiatan berpikir yang sistematis, objektif, dan metodis agar juga menghasilkan pengetahuan yang objektif. Teknologi adalah penerapan kreativitas manusia pada alat dan bahan, dan memanifestasikan dirinya sebagai bahan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.