གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Aura Septanu Pinasti

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Soal-1

Aura Septanu Pinasti གིས-
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
=> Menurut saya, kita sebagai masyarakat harus pintar memilih dan memilah berita, karna tidak semua yang disampaikan di media sosial adalah fakta, bisa saja yang disampaikan adalah berita palsu atau dengan kata lain hoaks. Hoaks akan semakin sulit dibedakan jika telah menyusup kehidupan seseorang. Biasanya orang yang sudah termakan berita hoaks yang dikemas dan disebar secara masif justru lebih dipercaya dibandingkan berita yang valid.

Dan untuk mengantisipasi atau mencegah dampak negatif penyebaran hoaks bisa dengan cara sebagai berikut:
- Hindari judul yang provokatif
- Periksa sumber berita
- Periksa kebenaran foto
- Berpikir logis dan kritis
- Membaca keseluruhan berita


B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan  solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
=> Perkembangan iptek yang tidak sesuai tentu nya akan berdampak negatif, yaitu masyakarat menjadi tidak bermoral dan bertindak semaunya. Yang harus kita lakukan sebagai masyarakat adalah harus bijak dan menanamkan sikap selektif terhadap pengaruh perkembangan iptek. Contoh sikap selektif terhadap iptek antara lain:
* Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
* Berpegang pada nilai budaya dan norma yang berlaku di masyarakat
* Menanamkan nilai etika dan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari
* Menegakkan hak asasi manusia (HAM) dan menjauhi penyimpangannya
* Menolak IPTEK yang memberikan pengaruh buruk pada HAM dan menyalahi dasar negara
* Membiasakan berperilaku baik dan tolong-menolong pada sesama
* Belajar dengan giat agar tidak tertinggal dengan perkembangan IPTEK
* Bersikap kritis terhadap perubahan IPTEK yang terjadi



C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
=> Konsumerisme adalah gaya hidup dimana seseorang memakai atau membeli sesuatu secara berlebihan karena keinginan bukan kebutuhan. Gaya hidup yang semakin tinggi membuat perilaku konsumtif seseorang berubah. Apalagi, kehadiran teknologi telah memudahkan berbagai aktivitas, terutama berbelanja. Tanpa disadari, perilaku hidup konsumtif memiliki dampak buruk terhadap kondisi keuangan. Jika tidak bisa mengatasi atau menghilangkannya, maka akan mengalami masalah keuangan yang serius, seperti terjerat hutang. Konsumerisme memiliki dampak positif dan negatif, dampak positif nya yaitu membuka lapangan pekerjaan dan menghilangkan stress. Sedangkan dampak negatif nya yaitu boros dan merusak lingkungan.

Solusi dari permasalahan tsb:
- Menabung dan berinvestasi
- Kurangi berpergian
- Beli yang dibutuhkan saja
- Catat setiap pengeluaran
- Tetapkan anggaran keuangan
- Menghemat

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Jurnal

Aura Septanu Pinasti གིས-
Nama: Aura Septanu Pinasti
NPM: 2215061100
Kelas: PSTI D

Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) selalu menjadi bagian terpenting dalam mendorong perkembangan sebuah negara. Laju perkembangan iptek tersebut semakin hari semakin pesat perkembangannya disebabkan adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang. Secara etimologi, istilah “ilmu” adalah sebagai arti dari kata science (bahasa Inggris), yang berarti pengetahuan. Kata ini berasal dari bahasa latin, scientia yang diturunkan dari kata scire yang berarti mengetahui (to know) dan belajar (to learn). Secara terminologi, pengertian ilmu sekurang-kurangnya mencakup tiga hal, yaitu pengetahuan, aktivitas, dan metode untuk mendapatkan pemahaman terhadap pengertian ilmu. Sementara itu, pengetahuan, menurut Jujun Surya Sumantri digolongkan menjadi tiga macam, yaitu etika (pengetahuan tentang baik dan buruk), estetika (pengetahuan tentang indah dan jelek), dan logika (pengetahuan tentang benar dan salah).
Ilmu dan pengetahuan merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan, namun tidak selamanya bahwa pengetahuan itu sebagai ilmu, melainkan pengetahuan yang diperoleh dengan cara-cara tertentu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Ilmu sebagai pengetahuan (knowledge) adalah pengertian ilmu pada umumnya. Ilmu dikatakan sebagai aktivitas (activity) adalah serangkaian aktivitas atau kegiatan yang dilaksanakan manusia sebagaimana dikatakan oleh Charles Singer, ilmu adalah proses yang membuat pengetahuan. Istilah ilmu juga merupakan suatu metode untuk memperoleh pengetahuan yang objektif dan dapat diperiksa kebenarannya.
Tiga aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang menunjukkan satu pemahaman bahwa ilmu terbentuk oleh aktivitas (activity) manusia yang dilakukan dengan cara atau metode tertentu sehingga pada akhirnya menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis. Untuk mendapatkan pengetahuan yang sistematis, maka harus dilakukan oleh manusia yang mempunyai kemampuan rasional, melakukan aktivitas kognitif (berkaitan dengan pengetahuan) dan mempunyai tujuan keilmuan. Ilmu adalah serangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif, dilakukan dengan beberapa metode berupa prosedur sehingga menghasilkan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala alam, masyarakat, atau manusia dengan tujuan untuk mendapatkan kebenaran, pemahaman, memberikan penjelasan atau melakukan penerapan. Singkatnya, ilmu merupakan rangkaian aktivitas berpikir yang bersifat sistematis, objektif, bermetode agar menghasilkan pengetahuan yang objektif pula.
Secara etimologis, kata teknologi berasal dari kata techne dan logos. Techne berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu, sedangkan logosmengacu kepada kata logi yang mengacu kepada makna tata pikir. Secara terminologi, teknologi mempunyai arti kemampuan manusia (masyarakat) untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan alam guna kepentingan hidupnya. Dalam memanfaatkan kekuatan alam tersebut dilakukan dengan menciptakan alat-alat. Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa teknologi merupakan aplikasi dari kreativitas manusia berkaitan dengan alat dan bahan, serta diwujudkan dalam bentuk materi yang digunakan untuk membantu tercapainya kebutuhan manusia.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Video

Aura Septanu Pinasti གིས-
Nama: Aura Septanu Pinasti
NPM: 2215061100
Kelas: PSTI D

Pada dasarnya sila-sila pada Pancasila merupakan sumber nilai, kerangka pikir, dan dasar moralitas bagi pengembangan IPTEK. Sehingga, silasila dalam Pancasila menunjukkan sistem etika dalam pengembangan IPTEK. Berikut adalah penjabaran silasila Pancasila yang dijadikan sebagai pedoman dalam pengembangan IPTEK.
Pada sila pertama, Ketuhanan yang maha esa
Kita sebagai masyarakat Indonesia bebas beribadah tanpa ada paksaan dan deskriminasi dari pemerintah, ataupun agama manapun. pada sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga dipertimbangkan tujuannya dan akibatnya

Pada sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab masyarakat Indonesia diajarkan untuk memiliki nilai yang beradab dan adil. yang kita rasakan adalah ketika kita memiliki adab maka kehidupan akan terjalin aman dan tentram sila ini memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia.

Pada sila ketiga, persatuan Indonesia
kita diajarkan untuk bersatu dalam perkembangan iptek dan pemerintah pun selalu menghimbau agar masyarakat Indonesia bersatu untuk kebaikan bersama dimana iptek dapat meningkatkan rasa nasionalisme.

Pada sila keempat, Kerakyakan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
Rakyat Indonesia telah dipimpin oleh pemerintah yang dipilih oleh rakyat dan Indonesia dipimpin oleh wakil wakil yang menyampaikan suara dari rakyat Indonesia serta pemutusan hasil yang akan dicetuskan berasal dari permusyawarahan terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai yang mufakat. IPTEK disini harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sifat yang terbuka untuk dikritik

Pada sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Jurnal 1 & 2

Aura Septanu Pinasti གིས-
Pancasila sebagai dasar negara dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pancasila timbul dari nilai-nilai masyarakat asli Indonesia yang melekat padanya, selain itu demokrasi Pancasila merupakan jalan tengah yang harus disikapi dengan bijak karena merupakan alternatif pemersatu bangsa. Pancasila muncul pada saat kesadaran bersama pada saat masa- masa krisis, kesadaran ini muncul dari keberanian untuk berkorban demi kepentingan yang besar dalam membentuk bangsa yang besar.

Pancasila menjadi peran penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia. Nilai-nilai Pancasila pada hakikatnya merupakan nilai yang terbentuk dari nilai luhur dan kebudayaan bangsa Indonesia yang bersumber dari nilai-nilai kebudayaan secara keseluruhan.
Pancasila sebagai ideologi negara secara filosofis memiliki akar yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia sebelum berdirinya bangsa dan negara Indonesia, secara epistemologi Pancasila terbukti memiliki nilai kebenaran yang testable, falsifiable, refutable sehingga bisa menyatukan keberagaman masyarakat bangsa Indonesia. Ideologi Pancasila dikenal sebagai ideologi terbuka yang mampu mengikuti arus perkembangan zaman, dinamis dan pemikiran terbuka sehingga penerapan Pancasila sebagai ideologi bangsa dapat terus berjalan.

Pancasila merupakan imperatif bukan alternatif, Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan.
Indonesia sebagai negara yang menganut paham Bineka Tunggal Ika faktanya belum mampu untuk menunjukkan kekuatannya dalam menangkal pemahaman radikal dan ekstrem dari sebagian pemeluk agama, dangkalnya pemahaman tentang agama dan fanatik menimbulkan rasa superioritas terhadap agama lain.

Pancasila juga merupakan sumber hukum dan tatanan kehidupan bangsa yang selalu ditanamkan kepada seluruh masyarakat agar dapat dijalankan dan sesuai dengan yang dicita-citakan pendiri bangsa. Pancasila yang menggandeng konsep ideologi terbuka serta memiliki nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praktis yang harus mampu mengikuti perkembangan zaman. •> Nilai dasar yang dimaksudkan yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam pembukaan Undang- Undang Dasar Tahun 1945;
•> Nilai instrumental yaitu arahan dan kebijakan lembaga pelaksana yang merupakan hasil penjabaran dari nilai- nilai dasar dalam rangka penyesuaian untuk melaksanakan nilai-nilai dasar ideologi Pancasila;
•> Nilai Praktis yaitu penjabaran dari nilai-nilai instrumental yang bersifat konkret dalam kehidupan.