NPM : 2215061038
KELAS : PSTI B
Kasus penistaan agama oleh Ahok memperlihatkan betapa rapuhnya
sistem hukum kita dalam memberikan perlindungan bagi warga negara. Sebagai
seorang pejabat publik yang seharusnya memiliki kewajiban untuk memperjuangkan
kepentingan masyarakat, Ahok seharusnya menghormati semua agama yang dianut
oleh warga negara, tidak hanya agama mayoritas. Namun, kasus Ahok menunjukkan
bahwa perlindungan hukum di Indonesia masih tergantung pada kekuasaan dan
kepentingan politik. Hal ini mengakibatkan diskriminasi hukum yang membedakan
antara orang yang kuat dan lemah. Meskipun kasus tersebut mendapat sorotan publik yang sangat
besar, hukuman yang dijatuhkan terhadap Ahok dinilai tidak sebanding dengan
kesalahannya. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan hukum di Indonesia masih
terkotak-kotak oleh kepentingan politik dan kekuasaan yang lebih besar.
Keadilan sosial dalam sistem hukum juga belum tercapai sepenuhnya, karena
banyak faktor seperti kemampuan finansial dan status sosial masih menjadi
faktor penentu dalam mendapatkan keadilan.
Dari jurnal dapat disimpulkan bahwa kasus penistaan agama oleh
Ahok menunjukkan bahwa sistem hukum di Indonesia masih sangat rentan terhadap
intervensi kepentingan politik. Hal ini mengakibatkan perlindungan hukum yang
tidak adil dan diskriminatif, serta penerapan hukum yang tidak proporsional dan
tidak mengedepankan keadilan sosial. Untuk itu, diperlukan upaya serius dalam
memperbaiki sistem hukum kita agar dapat memberikan perlindungan yang adil bagi
seluruh warga negara, tanpa memandang suku, agama, ras, dan status sosial.
NAMA : NAZMA HEVANO
NPM : 2215061038
KELAS : PSTI B
Peranan hukum sangat penting dalam usaha untuk mensejahterakan rakyat, mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan permasalahan lainnya. Oleh karena itu, hukum perlu ditempatkan sebagai tulang punggung perekonomian, bukan malah menjadi penghambat. Investor akan membutuhkan kematangan infrastruktur hukum sebelum mempertimbangkan faktor-faktor lain saat akan menginvestasikan dananya. Hal ini menunjukkan bahwa hukum yang baik dapat menjadi faktor penentu dalam menjaga dan mengamankan investasi mereka.
Dapat disimpulkan bahwa hukum sangat penting dalam menciptakan keadilan sosial dan mensejahterakan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, perlu diupayakan untuk memperkuat infrastruktur hukum dan memastikan bahwa hukum tetap menjadi kekuasaan tertinggi yang harus ditaati oleh semua orang, tanpa terkecuali. Hal ini akan membantu membangun Indonesia yang demokratis dan menjaga Bhineka Tunggal Ika, dengan memperhatikan kepentingan seluruh rakyat.