Posts made by Muhammad Raihan Aufa Shabbah

Nama : Muhammad Raihan Aufa Shabbah
NPM : 2216031007
Kelas : Reguler A
Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan

Jawaban Post test pertemuan 4

Dalam video yang berjudul Perkembangan Konstitusi yang Berlaku di Indonesia, disampaikan oleh bapak Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H.
Membahas tentang 4 Republik yang ada di Indonesia.
Republik pertama, yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 dengan konstitusi yang disahkan pada 18 Agustus.
Republik kedua, Republik Indonesia Serikat (RIS), dengan konstitusinya RIS.
Republik ketiga, negara kesatuan, dengan konstitusinya UUDS 1950.
Republik keempat, dinyatakan tidak berlakunya UUDS dan konstituante dibubarkan, lalu diberlakukan lagi UUD 1945 namun dengan amandemen.

Dibahas juga perbedaan UUD 1945, dengan UUD 5 Juli 1959. Setelah reformasi sekarang ini, yang menjadi pegangan yaitu naskah UUD 1945 versi 5 Juli 1959 ditambah empat lampiran yaitu perubahan satu, dua, tiga, dan empat. Sesuai dengan kesepakatan tahun 1999, bahwa setuju kita mengadakan perubahan UUD dengan catatan satu diantaranya kita menggunakan metode adendum.

Banyak orang menafsirkan bahwa UUD tidak ada perubahan, padahal disepakati metode perubahannya bukan seperti metode seperti perubahan konstitusi ala Prancis, tetapi dengan metode seperti Amerika yaitu dengan adendum atau lampiran. Meskipun materi penjelasan sudah dimasukkan kedalam pasal-pasal, tapi makna fisiknya masih ada dan bisa kita baca dalam rangka memahami pengertian historis walaupun bukan lagi sebagai pasal atau dokumen yang berdiri sendiri. Namun kalau dokumen resmi, itu ada 5 dokumen yaitu naskah 5 Juli ditambah lampiran satu, dua, tiga, dan empat.
Nama : Muhammad Raihan Aufa Shabbah
NPM : 2216031007
Kelas : Reguler A
Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan

Jawaban Post test pertemuan 3

Dalam PPT yaitu membahas tentang integrasi nasional, yang merupakan suatu usaha/proses untuk menyatukan perbedaan dalam suatu negara supaya tercipta keserasian dan keselarasan secara Nasional. Di Indonesia integrasi Nasional perlu diterapkan karena Negara Indonesia merupakan negara yang masih berkembang. Memiliki banyak perbedaan di dalamnya, maka integrasi berfungsi untuk menyatukan perbedaan tersebut. Berhasil dan tidaknya Integrasi Nasional, didukung oleh dua faktor yaitu faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung diantaranya penggunaan bahasa Indonesia. Adanya kepribadian, jiwa dan rasa semangat dalam hidup berkebangsaan dan gotong royong. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya menghargai antar sesama golongan. Adanya sikap tidak puas terhadap pembangunan yang tidak merata di Indonesia.

Terdapat juga tantangan dan upaya penerapan integrasi Nasional Tantangannya yaitu seperti perbedaan agama, suku, ras, dan budaya, faktor pendidikan juga menjadi pengaruh dalam tegaknya integrasi Nasional. Lalu berikutnya aspirasi masyarakat yang tidak tersalur, sehingga membuat kesan bahwa suatu kaum tersebut merasa terdiskriminasi, terdapat kesenjangan sosial, adanya praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

Lalu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan penerapan integrasi nasional yaitu dengan memberlakukan hak dan kewajiban yang sama antar sesama manusia, berlaku adil terhadap semua WN baik vertikal maupun horizontal, lalu tidak adanya diskriminasi terhadap ras/suku lain saat turut serta dalam proses penyelenggaraan negara.