Posts made by Fadhil Abdul Fattah

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

by Fadhil Abdul Fattah -
NAMA : Fadhil Abdul Fattah
NPM : 2215061019
Kelas : PSTI C

Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani

Pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi saat ini telah diwujudkan dalam bentuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi No. 267/Dikti/Kep/200 tentang Penyempurnaan Kurikulum Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi (Ubaedillah, 2008: 1). Tujuan pendidikan kewarganegaraan pada dasarnya adalah menjadikan warga negara yang cerdas dan baik serta mampu mendukung keberlangsungan bangsa dan negara. Upaya mewarganegarakan individu atau orang orang yang hidup dalam suatu negara menjadi tugas dan tanggung jawab pokok yang diemban oleh Negara. Hal ini sejalan dengan konsep warganegara yang baik (smart and good citizenship) untuk dapat diterapkan dalam berbagai negara.

Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) atau Civics memiliki banyak pengertian dan istilah. Menurut Muhammad Numan Soemantri pengertian Civics dapat dirumuskan sebagai Ilmu Kewarganegaraan yang membicaraan hubungan manusia dengan;
(a) manusia dalam perkumpulan-perkumpulan terorganisasi (organisasi sosial, ekonomi, politik);
b) individu-individu dengan negara. Menurut Edmonson (1958), makna Civics selalu didefinisikan sebagai sebuah studi tentang pemerintahan dan kewarganegaraan yang terkait dengan kewajiban, hak dan hak hak istimewa warganegara. Pengertian ini menunjukkan Civics sebagai cabang dari ilmu politik

Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk membangun karakter (Character Building) bangsa Indonesia yang antara lain:
a) membentuk kecakapan partisipatif warga negara yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;
b) menjadikan warga negara Indonesia yang cerdas, aktif, kritis dan demokratis, namun tetap memiliki komitmen menjaga persatuan dan integritas bangsa;
c) mengembangkan kultur demokrasi yang berkeadaban yaitu kebebasan, persamaan, toleransi dan tanggungjawab. Dengan demikian, setelah mahasiswa mengikuti Pendidikan Kewarganegaraan dengan baik dan benar diharapkan mereka akan menjadi warga negara Indonesia yang memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan di tengah masyarakat melakukan transfer of learning (proses pembelajaran), transfer of values (proses pengejawantahan nilai-nilai) dan transfer of principles (proses pengalihan prinsip-prinsip) demokrasi, HAM dan masyarakat madani dalam kehidupan nyata

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

by Fadhil Abdul Fattah -
Nama : Fadhil Abdul Fattah
NPM : 2215061019
Kelas : PSTI C

HAKIKAT DAN PENTINGNYA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Kata kewarganegaraan berarti warga negara yang dapat diartikan sebagai anggota dari suatu negara, pendidikan kewarganegaraan sangat berkaitan dengan warga negara. Kewarganegaraan adalah usaha yang bersifat sadar yang mentiapkan peserta didik untuk cinta, setia, dan berani berkorban membela negara dan bangsa. Di pendidikan kewarganegaraan ini juga dapat melatuh untuk berfikir kritis, analisis, demokratis berdasarkan pancasila.

Landasan Idiil terbagi menjadi beberapa bagian :
- Pancasila sebagai dasar negara
- Pembukaan UUD 1945
- Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27 ayat 3 tentang bela negara)
- UU Nomor 20 Tahun 1982
- UU Nomor 20 Tahun 2003
- SK Dirjen DIKTI Nomor 43 Tahun 2006

Sumber Historis, sosiologis dan politik pendidikan kewarganegaraan.
Yang dimana substansinya dimulai sebelum Indonesia merdeka, secara sosiologis diperlukan oleh masyarakat untuk menjaga, memelihara, dan mempertahankan eksistensi negara-bangsa. Yang dimuat dalam dokumen Kurikulum Kewarganegaraan (1957), Civics (1962), Kewarganegaraan Negara (1968), dan seterusnya.

Dinamika, Esensi, dan Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan kewarganegaraan perlu mendorong warga negara agar mampu memanfaatkan pengaruh positif perkembangan iptek untuk membangun negara-bangsa. Sehingga masa depan pendidikan kewarganegaraan ini sangat ditentukan oleh ekesistensi konstitusi negara dan bangsa Indonesia.

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Soal-2

by Fadhil Abdul Fattah -
Nama : Fadhil Abdul Fattah
NPM : 2215061019
Kelas : PSTI C

Analisis Soal-2 :

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Pancasila sebagai paradigma ilmu, apabila para akademisi dan praktisi, warga negara maupun penyelenggara negara, telah meyakini kebenaran nilai-nilai Pancasila dan menjadikannya sebagai acuan dalam berolah ilmu maupun beramal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sila pertama :
Pada sila pertama ini, kita sebagai manusia yang modern akan tetap selalu kembali kepada tuhan, hal ini juga melandaskan bahwa sebanyak apapun ilmu yang didapat, toleransi yang didapat dari ilmu agama juga dapat dijadikan pedoman agar dapat terjalinnya hidup yang damai.

Sila kedua :
Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus dengan cara-cara yang berperikemanusiaan dan tidak merugikan manusia individual maupun umat manusia yang sekarang maupun yang akan datang agar bisa menyejahterakan manusia.

Sila Ketiga :
Sila ini mengingatkan agar pengembangan IPTEK ditujukan untuk seluruh tanah air dan bangsa secara merata. Selain itu, sila ini juga memberikan kesadaran bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia dapat meningkat dengan adanya kemajuan IPTEK.

Sila Keempat :
Sila ini menekankan agar membuka kesempatan yang sama bagi semua warga untuk dapat mengembangkan IPTEK dan merasakan hasilnya sesuai kemampuan dan keperluan masing-masing sehingga tidak terjadi monopoli IPTEK.

Sila Kelima :
Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan pada keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Harapan dari saya untuk memajukan sumber daya manusia yang maju di Indonesia dengan adanya pemimpin yang tegas, adil dan berpengatahuan karena dengan adanya pengetahuan akan menjadi kebal dari hasutan dari oknum oknum yang juga pintar dalam meliciki sesuatu.

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Soal-1

by Fadhil Abdul Fattah -
Nama : Fadhil Abdul Fattah
NPM : 2215061019
Kelas : PSTI C

Analisis Soal-1 :

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?

Tanggapan saya mengenai berita tersebut adalah korban dari kegiatan hoaks ini tidak memandang status seseorang, dapat dilihar bahwa orang terpelajarpun tidak bisa membedakan mana yang hoaks mana yang tidak, hal ini membuat dampak negatif dari hoaks ini sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan yang ada di Indonesia. Karena dengan hoaks, dapat mengakibatkan masyarakat menjadi salah paham sehingga dapat menyebabkan kerusuhan yang tidak Diinginkan.
Solusi untuk mengantisipasi dampak negatif dari penyebaran hoaks dapat kita mulai dengan melakukan pemilahan sumber berita yang diberikan, misalnya berita tersebut berasal dari sumber yang diakui dengan data dan fakta yang ada, maka dapat kita ambil dan kita olah berita tersebut menjadi sebuat informasi yang benar benar nyata dengan mealukan riset yang lebih lanjut apakah berita tersebut benar benar terjadi atau hoaks.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?

Pengaruh Iptek yang dapat kita rasakan adalah tidak ramahnya masyarakat indonesia ketika berada di Internet. Dapat dilihat hal ini dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pancasila yang tidak sesuai karena kerusuhan yang ada di Internet.
Solusi yang dapat kita lakukan adalah menjaga tata krama dan etika ketika berada di Internet, memilah berita dengan benar sehingga tidak terkena dengan yang namanya hoaks.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?

Solusi yang dapat kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas produk dalam negeri khususnya dalam aspek teknologi, kurangnya sumber daya yang mumpuni juga menjadi penyebab masyarakat Indonesia memiliki sikap konsumerisme, maka pihak pemerintah dapat melakukan pencerdasan anak bangsa sehingga menghasilkan inovasi baru dalam bidang teknologi agar produk indonesia dapat bersaing di Kancah Internasional.