Kiriman dibuat oleh Nabila Apdika Khairunnisyah

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Jurnal

oleh Nabila Apdika Khairunnisyah -
Nama: Nabila Apdika Khairunnisyah
NPM: 2255061009
Kelas: PSTI D

Di era globalisasi saat ini dalam menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi kita perlu tahu bahwa sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten).

Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto (1998) dalam buku Notoatmodjo (2003, p.34) adalah: Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya, Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu. Menurut Notoadmodjo (2003) dalam buku Wawan dan Dewi (2010), sikap terdiri dari berbagai tingkatan yaitu: (1) Menerima (receiving) Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek), (2) Merespon (responding) Memberikan jawaban apabila memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi sikap
karena dengan suatu usaha untuk
menjawab pertanyaan atau mengerjakan
tugas yang diberikan.
maka dapat disimpulkan bahwa Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi selalu memiliki hubungan tertentu dengan suatu objek. Orang melihat sejauh mana objek sikap dapat dijadikan sarana atau alat dalam rangka mencapai tujuan.

Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan mata pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap manusia untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah pembangunan bangsa dan negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangsa Indonesia yang majemuk secara sosiologis membutuhkan ideologi pemersatu Pancasila. Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut perlu dilestarikan dari generasi ke generasi. Perkembangan globalisasi selain berdampak posititf, tidak memungkiri untuk menimbulkan dampak negatif pula, terkhusus untuk generasi muda sebagai pengguna dengan skala terbesar. Dengan itu pendidikan adalah salah satu kunci untuk menghindari atau menekan dampak dampak negatif yang di timbulkan oleh perkembangan globalisasi dan teknologi informasi.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Video

oleh Nabila Apdika Khairunnisyah -
Nama: Nabila Apdika Khairunnisyah
NPM: 2255061009
Kelas: PSTI D

Berdasarkan video yang telah saya simak dapat disimpulkan bahwa:

Pada sila pertama, Ketuhanan yang maha esa
Kita sebagai masyarakat Indonesia bebas beribadah tanpa ada paksaan dan deskriminasi dari pemerintah, ataupun agama manapun. pada sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga dipertimbangkan tujuannya dan akibatnya

Pada sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab masyarakat Indonesia diajarkan untuk memiliki nilai yang beradab dan adil. yang kita rasakan adalah ketika kita memiliki adab maka kehidupan akan terjalin aman dan tentram sila ini memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia.

Pada sila ketiga, persatuan Indonesia
kita diajarkan untuk bersatu dalam perkembangan iptek dan pemerintah pun selalu menghimbau agar masyarakat Indonesia bersatu untuk kebaikan bersama dimana iptek dapat meningkatkan rasa nasionalisme.

Pada sila keempat, Kerakyakan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
Rakyat Indonesia telah dipimpin oleh pemerintah yang dipilih oleh rakyat dan Indonesia dipimpin oleh wakil wakil yang menyampaikan suara dari rakyat Indonesia serta pemutusan hasil yang akan dicetuskan berasal dari permusyawarahan terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai yang mufakat. IPTEK disini harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sifat yang terbuka untuk dikritik

Pada sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Pancasila adalah dasar negara, dasar hukum, dasar falsafah dan ideologi nasional yang kita jadikan pedoman. pancasila juga dapat kita artikan sebagai ideologi dari negara indonesia atau rumusan kehidupan berbangsa dan bernegara.
indonesia merupakan negara pancasila, negara yang didirikan dan dipertahankan serta dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak hak semua warga negara.

sebagai pedoman hidup pancasila merupakan sebuah landasan fundamental sebagai suatu petunjuk, petunjuk dalam melaksanakan berbagai aktifitas dengan mencakup nilai nilai moral, religius dan kebudayaan. berikut adalah petunjuk dan fungsi setiap sila

sila pertama:
negara menjamin setiap warganya untuk memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya masing masing, serta memberikan toleransi dari setiap umat beragama.

sila kedua:
pengakuan oleh negara terhadap hak bagi setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri serta jaminan kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan serta berkewajiban untuk menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan yang ada bagi setiap warga negaranya.

sila ketiga:
perlindungan negara terhadap segenap bangsa indonesia dan suluruh tumpah darah indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

sila keempat:
penerapan asas musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan segala keputusan dalam negara indonesia, dan baru bisa menggunakan pungutan suara terbanyak. merupakan bentuk jaminan bahwa seluruh rakyat indonesia bisa memperoleh keadilan yang sama.

sila kelima:
negara menghendaki agar perekonomian indonesia berdasarkan atas asas kekeluargaan, penguasaan cabang cabang produksi yang penting bagi negara. negara menghendaki kekayaan alam yang ada diindonesia bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat indonesia.
Pancasila adalah sumber dari segala hukum, sebuah pegangan hidup dan dasar negara. Pancasila perlu mendapatkan perhatian, terutama fungsinya yang tidak hanya berhenti menjadi komitmen bersama, melainkan harus dipahami sebagai visi bangsa yang senantiasa diupayakan untuk diwujudkan. Pancasila merupakan cita-cita dan rambu-rambu dalam menyelenggarakan negara. Disini pancasila berperan sebagai dasar negara yang kedudukannya menempati posisi tertinggi sebagai petunjuk hidup berbangsa dan bernegara yang menjadi pedoman bagi setiap arah dan kegiatan bangsa Indonesia di segala bidang.

Pancasila merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang tercermin dalam sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang senantiasa selaras, serasi dan seimbang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Peran pancasila
* Sebagai dasar negara
* Sebagai pandangan hidup
* sebagai karakter atau kepribadian bangsa

Nilai-Nilai Keseimbangan Hukum Dalam Perspektif Pancasila

Dari kacamata teori barat, tujuan hukum dimulai pada teori etis yang mengatakan tujuan hukum semata-mata untuk mewujudkan keadilan (justice). namun di indonesia Pembangunan hukum harus berangkat dari nilai-nilai Pancasila, saat ini indonesia mempunyai sistem hukum yang harus di taati oleh setiap individu tanpa terkecuali oleh karena itu setiap orang terjamin atas segala hak yang melekat pada dirinya, baik dalam bentuk hukum tertulis maupun tidak tertulis. Dapat kita pahami bahwa pembentukan produk hukum kita selalu berpedoman dan bersumber dari Pancasila. Pancasila mengandung dimensi normalitas. Pancasila mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya dalam berupa norma atau aturan yang harus dipatuhi dan ditaati yang sifatnya positif.

Penempatan Pancasila sebagai sumber hukum dari segala sumber hukum adalah filosofis bangsa Indonesia. Pancasila merupakan pencapaian Negara hukum atau sebuah prestasi. Tanpa adanya Pancasila, permasalahan hukum akan bermunculan. Pancasila menjadi konstruksi yang mendasar dalam pembentukannya walaupun berbagai kalangan menilai bahwa Pancasila tidak dapat mengikuti perkembagan zaman.

Kesimpulan :
Dengan demikian, setiap warga Negara harus melaksanakan setiap kegiatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegaranya dengan bersandar dan tidak melenceng dari nilai-nilai Pancasila.