གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Safitri Mutiara Putri

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Soal

Safitri Mutiara Putri གིས-
Nama: Safitri Mutiara Putri
NPM: 2215061028
Analisis soal 2

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Sistem etika perilaku politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai pancasila karena meskipun pergantian rezim orde baru menuju reformasi tampak melahirkan tata kelola pemerintahan yang baru, namun pemerintahan secara tidak langsung tetap saja mempertahankan budaya birokrasi pemerintahan yang lama. Paradigma pemerintahan yang keliru seperti itulah yang tetap dipertahankan sehingga menjadi salah satu ciri kelemahan kinerja jajaran pemerintahan sampai detik ini. Persimpangan antar etika dan paradigma pemerintahan semakin mencuat dan menghadapkan diri pada problematika etik. Paradigma pemerintahan yang seharusnya dibangun, tetapi berbalik menjadi kelemahan jajaran pemerintah yang dihadapkan dengan polemik etik, antara lain: independensi, Impartialy, Integrity, Transparency, Efficiency, Profesionalism, dan Service mindedness. Dikarenakan kinerja pelayanan pemerintahan dan jajaran birokrasi masih tidak memuaskan karena tidak adil, kredibel, dan berintegritas dapat disimpulkan sistem etika perilaku politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Sebagian besar etika generasi muda yang ada disekitar tempat tinggal saya sudah cukup baik tetapi masih ada beberapa yang belum mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia dikarenakan faktor globalisasi salah satu contohnya adalah jarang bersosialisasi dan memiliki perilaku yang kurang baik serta tidak sopan . Solusi yang dapat saya berikan mengenai adanya dekandesi moral yang saat ini terjadi yaitu melakukan sosoialisasi pentingnya menerapkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan pendidikan karakter serta meningkatkan pendidikan moral dan agama.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Jurnal

Safitri Mutiara Putri གིས-
Nama: Safitri Mutiara Putri
NPM: 2215061028
Analisis jurnal berudul: Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial oleh Media Massa untuk Menekan Kejahatan di Indonesia.

Tujuan: Menekan kejahatan di Indonesia melalui kontrol sosial dengan penanaman nilai-nilai pancasila pada media massa.

Latar belakang: Penulis mengemukakan media massa sebagai alat untuk kontrol sosial didasarkan pada pemikiran pribadi bahwa alat komunikasi seperti televisi, radio, dan surat kabar sudah menjadi konsumsi sehari-hari penduduk di Indonesia apalagi dengan masuk dan dikenalnya telepon genggam, perangkat seperti laptop, maupun perangkat lain yang dapat memuat informasi didalamnya, maka seperti yang diutarakan Hoefnagels dalam buku Barda Nawawi Arief16 bahwa, media massa dapat mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap hukum. Media massa mempunyai peran yang strategis dalam kontrol sosial. Melalui pemberitaan, media massa dapat melakukan kontrol atau pengawasan terhadap hukum. Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Barda Nawawi Arief mendukung pencegahan melalui media massa karena kebijakan penal memiliki keterbatasan. Meski demikian, peran tersebut harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing manusia Indonesia.

Ringkasan materi: Media massa memiliki keterkaitan yang erat dengan masyarakat. Bahkan dalam sistem sosial, media massa menjadi salah satu institusi sosial yang memiliki potensi dan efek yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat, sebagai sumber kekuatan perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial politik. Sebaliknya media massa memiliki ketergantungan terhadap kehidupan politik. Kajian mengenai media massa senantiasa berkaitan dengan sistem politik, ekonomi, sosial dan budaya yang berkembang. Pasca era reformasi, muncul revolusi informasi sebagai akibat euforia jurnalisme seiring lahirnya regulasi di bidang kebebasan pers sebagaimana adanya Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Namun di sisi lain, akibat perkembangan masyarakat dan kian pesatnya kemajuan teknologi telah menimbulkan persoalan hukum karena sebagian regulasi media belum ada pengaturannya, padahal hukum mengatur untuk menyelesaikan persoalan yang mengemuka. Fungsi kontrol sosial dari pers tersebut selanjutnya dijelaskan dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang antara lain dinyatakan, pers yang mana juga melaksanakan kontrol sosial sangat penting pula untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan baik korupsi, kolusi, nepotisme, maupun akan penyelewengan dan penyimpangan lainnya. Salah satu bentuk lain untuk memperkuat posisi media massa dalam kontrol sosial adalah dengan merekonstruksi kembali sebuah pelanggaran hukum dan para penegak hukumnya, rekonstruksi harus memperhatikan kepentingan korban, pelaku, keluarga korban.

Kesimpulan materi: Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.

Teknik Informatika D -> Forum tanggapan artikel pertemuan 7

Safitri Mutiara Putri གིས-

Nama: Safitri Mutiara Putri

NPM: 2215061028

Judul: Implementasi Pancasila sebagai Dasar Negara

Ringkasan:

Kedudukan pancasila sebagai dasar Negara berarti pancasila sebagai dasar dari suatu penyelenggaraan kehidupan bernegara bagi negara indonesia. Kedudukan pancasila sebagai dasar negara sesuai dengan yang tersusun dalam UUD 1945 alinea ke 4. Berikut ini fungsi dari masing masing sila dalam proses pelaksanaan kehidupan bernegara:

1. Ketentuan yang menunjukan fungsi dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yaitu: Negara menjamin setiap warganya untuk memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya masing-masing, serta memberikan toleransi dari setiap umat beragama dan negara juga memberikan kebabasan untuk setiap agama yang dianut oleh warga negaranya.

2. Selanjutnya, ketentuan yang menunjukkan fungsi dari sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yaitu : Jaminan kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan serta berkewajiban untuk menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan yang ada bagi setiap warga negaranya.

3. Ketentuan yang menunjukkan fungsi dari persatuan Indonesia, yaitu: negara mengatasi segala paham golongan dan segala paham perseorangan, serta pengakuan negara terhadap kebhineka tunggal ika-an dari Bangsa Indonesia.

4. Ketentuan yang menunjukkan fungsi dari Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, yaitu: penerapan kedaulatan dalam bernegara yang berada di tangan rakyat dan dilakukan oleh MPR, penerapan asas musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan segala keputusan dalam Negara indonesia. 

5. Terakhir, ada ketentuan yang menunjukkan fungsi dari Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yaitu : Negara Indonesia mengkehendaki agar warga negaranya memperoleh pendidikan dan pengajaran secara maksimal dan menyeluruh.

Kaelan mengartikan pancasila kedalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa merupakan upaya merevitalisasi pancasila kedalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter Bangsa Indonesia. Secara kultural dasar pemikiran tentang pancasila dan nilai nilai pancasila muncul pada nilai kebudayaan dan nilai religius yang dimiliki Indonesia sendiri. Pancasila adalah dasar falsafah Negara Indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup Bangsa Indonesia sebagai pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara.

Tanggapan: Berdasarkan isi artikel tersebut kita sebagai warga negara indonesia harus mempelajari dan memahami kembali implementasi bahwa pancasila sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, serta merupakan dasar negara bagi kita semua.