གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Safitri Mutiara Putri

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

Safitri Mutiara Putri གིས-
Nama: Safitri Mutiara Putri
NPM: 2215061028
Kelas: PSTI D
Prodi: Teknik Informatika

Analisi Jurnal berjudul Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi Covid-19 (The National Spirit Of Defense In The Middle Of The Covid-19 Pandemic)

Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945 dalam menjalankan kehidupan bangsa dan negara seutuhnya. Seluruh masyarakat berhak dan berkewajiban untuk ikut serta dalam melakukan bela Negara dengan syarat tertentu tentang pembelaan bangsa dan Negara yang diatur oleh undang undang.

Bela Negara bukan hanya dilakukan dengan mengangkat senjata melainkan banyak cara lain yang kita bisa lakukan dengan mudah mulai dari lingkungan terkecil saja, contoh yang kita bisa lakukan saat pandemic begini yaitu dengan cara mematuhi semua aturan yang dikeluarkan oleh pemeritah agar kita tidak terkena penyakit virus covid-19 ini dan tidak menyebarkan berita bohong atau belum tentu kebenarannya (hoax) karena dapat mengakibatkan hal yang kurang baik, serta melindungi para tenaga medis yang sedang melakukan dedikasinya terhadap Negara. Dengan melakukan bela Negara maka disitu sudah mencerminkan bahwa kita ikut serta dalam melakukan bela Negara dan terbinanya suatu hubungan baik antara warga Negara.

Semakin tinggi kesadaran suatu warga Negara tentang bela Negara maka akan semakin kokoh juga Negara tersebut sehingga konflik yang terjadi di Negara tersebut akan rendah karena kesadaran warganya terhadap bela Negara sangatlah tinggi hingga Negara tersebut bisa maju dan sukses dalam pengembangan negaranya. Oleh karena itu kita harus selalu sadar akan bela Negara agar Negara kita ini bisa maju dan tidak mudah untuk di provokasi oleh Negara lain serta konflik di Negara kita ini bisa rendah serta mengurangi permasalahan yang berkaitan dengan runtuhnya suatu Negara karena kekurangan generasi muda yang sadar akan bela Negara tersebut.

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

Safitri Mutiara Putri གིས-
Nama: Safitri Mutiara Putri
NPM: 2216061028
Kelas: PSTI D
Prodi: Teknik Informatika

Analisis Video Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional merupakan keuletan, keterampilan, ketangguhan dan kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang akan datang baik secara langsung, tidak langsung, dari luar, maupun dari dalam yang menyerang integritas, identitas, kelangsungan hidup, serta perjuangan mencapai tujuan nasional.

Ancaman Unsur Trigatra
Mengancam lokasi dan posisi geografis Indonesia, keadaan dan kekayaan alam serta kemampuan penduduk.

Ancaman Unsur Panca Gatra
Mengancam ideologi, politik ekonomi, sosial dan budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Perwujudan aspek alamiah (Trigatra)
- Lokasi dan posisi geografis: Peningkatan potensi laut dan darat, posisi dengan negara tetangga.
- Sumber daya alam: kesadaran asional akan pemanfaat kekayaan alam.
- Keadaan dan kemampuan penduduk: Meningkatkan pendidikan.

Perwujudan aspek sosial (Panca Gatra)
- Ideologi: Rangkaian nilai mampu menampung aspirasi.
- politik: demokrasi yang seimbang antara input dan outputnya.
- ekonomi: sarana, modal, dan teknologi
- Sosial dan budaya: tradisi, pendidikan dan kepemimpinan
- Pertahanan dan keamanan: partisipasi dan kesadaran masyarakat

Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta memiliki peran yang penting dalam memastikan tercapainya ketahanan negara yang berkelanjutan dan memberikan perlindungan serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

Safitri Mutiara Putri གིས-
Nama: Safitri Mutiara Putri
NPM: 2215061028
Kelas: PSTI D
Prodi: Teknik Informatika

Analisis Soal!
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Menurut saya, isi artikel tersebut sangatlah bagus untuk semakin meningkatkan kualitas kinerja dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) karena terdapat beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan pemerintah, terutama soal pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam (SDA). Pada artikel tersebut juga disebutkan hal-hal yang menyebabkan tahun 2019 dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam karena banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Dengan adanya hal tersebut pada artikel, pemerintah bisa segera mengambil tindakan agar terdapat perkembangan baik dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia.
Hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut adalah kita akan semakin membuka mata akan masalah terkait HAM karena pada artikel tersebut terdapat beberapa hal yang menggambarkan masih buruknya HAM di Indonesia, khususnya pada tahun 2019. Pada artikel tersebut disebutkan beberapa hal positif yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat yang mana dapat membuat kita juga dapat turut membantu untuk membuat penerapan HAM di Indonesia jadi lebih baik lagi kedepannya.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Indonesia sudah melakukan hal yang bagus karena menggunakan demokrasi yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat indonesia karena demokrasi didasarkan pada kesepakatan mayoritas sehingga dengan adanya nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia dapat menghasilkan demokrasi yang baik karena masyarakat jadi lebih mudah mengimplementasikan demokrasi yang telah diambil dari nilai adat istiadat/budaya setempat.
Dengan diterapkannya demokrasi yang berketuhanan yang Maha Esa di Indonesia, berarti adanya pemahaman yang toleran dan inklusif terhadap keberagaman agama dan budaya yang mana tetap harus dijunjung tinggi dalam demokrasi yang berke-Tuhanan yang Maha Esa. Secara keseluruhan, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan upaya untuk menyelaraskan nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia dengan prinsip-prinsip demokrasi. Prinsip ini menekankan persatuan dalam keragaman, menghormati keberagaman agama, dan mengaitkan moralitas dengan politik.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Pada praktiknya, demokrasi Indonesia pada saat ini masih belum sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 serta belum menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia tetapi demokrasi di Indonesia telah mengalami peningkatan dari yang sebelum-sebelumnya sehingga ini patut diapresiasi dan menjadi sebuah harapan agar praktik demokrasi di Indonesia bisa segera sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 serta menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sikap yang harus dilakukan adalah menegurnya salah satunya bisa dilakukan dengan demo atau menyampaikan lewat media sosial. Hal ini dikarenakan mereka adalah wakil rakyat yang sudah dipilih oleh rakyat dan harus menyuarakan suara rakyat. Jika mereka tidak melaksanakan agenda politik yang sesuai dengan kepentingan nyata masyarakat maka harus diberi teguran walau tidak secara langsung karena di negara ini jika viral biasanya akan cepat ditindak. Sudah seperti rahasia umum bahwa mayoritas anggota parlemen melaksanakan agenda politik mereka sendiri yang berbeda dengan kepentingan masyarakat sehingga kita harus memutus rantainya karena wakil rakyat harus mencerminkan suara rakyat agar demokrasi di Indonesia bisa lebih baik lagi dari yang sebelum-sebelumnya.

E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Pendapat saya mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang mampu memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas adalah bahwa praktik semacam itu sangat tidak sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi dewasa saat ini dan melanggar prinsip hak asasi manusia. Dalam demokrasi dewasa, kekuasaan dan otoritas pemerintah seharusnya bersumber dari kehendak rakyat yang bebas dan terinformasi. Pemimpin yang bertindak dengan kekuasaan kharismatik yang memanipulasi emosi dan loyalitas rakyat dapat mengancam prinsip-prinsip demokrasi yang melindungi hak-hak individu dan kebebasan berpendapat.
Hal ini dapat menciptakan lingkungan yang tidak sehat, di mana suara dan opini yang berbeda dihambat, oposisi dikekang, dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan politik menjadi terbatas. Pada akhirnya, praktik semacam ini dapat mengarah pada penindasan, pelanggaran hak asasi manusia, dan penyalahgunaan kekuasaan. Karena itu, dalam era demokrasi dewasa saat ini, penting untuk mengawasi dan memeriksa kekuasaan kharismatik yang mungkin berusaha memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat. Perlindungan terhadap hak asasi manusia dan partisipasi masyarakat yang bebas dan adil harus diutamakan untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas demokrasi.