Nama : Septa Maulana
NPM : 2215031104
Kelas : PSTE-D
1. Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut dan hal apa yang harus dibenahi dalam konsep berbangsa dan bernegara sesuai dengan artikel tersebut!
Setelah membaca artikel tersebut, hal positif yang dapat ditemukan adalah kesadaran masyarakat untuk terus memperhatikan dan mengawasi setiap tindakan dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah, terutama dalam hal legislasi. Selain itu, masyarakat juga semakin peka terhadap pentingnya demokrasi konstitusional, transparansi, dan partisipasi publik dalam setiap proses pembentukan peraturan perundang-undangan.
Namun, hal yang perlu dibenahi dalam konsep berbangsa dan bernegara sesuai dengan artikel tersebut adalah perlunya peningkatan kualitas dan profesionalisme DPR dalam mengeluarkan undang-undang. Selain itu, perlu juga adanya perhatian yang lebih besar terhadap aspek transparansi dan partisipasi publik dalam setiap proses pembentukan undang-undang. Lebih lanjut, revisi UU MK yang dibuat secara terburu-buru dan tanpa mempertimbangkan urgensi di masa pandemi harus dihentikan dan dipertimbangkan kembali dengan lebih seksama dan hati-hati
2. Apa sebenarnya hakikat dari konstitusi itu dan apa pentingnya konstitusi bagi suatu negara, seperti halnya Indonesia dengan adanya UUD NRI 1945?
Konstitusi merupakan undang-undang dasar yang mengatur struktur, kekuasaan, dan kewenangan negara serta hak dan kewajiban warga negara. Konstitusi penting bagi suatu negara karena berfungsi sebagai dasar hukum tertinggi dan menjamin kestabilan dan keamanan negara, menjaga keseimbangan kekuasaan, serta memberikan panduan dalam pembuatan undang-undang dan kebijakan.
Di Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) merupakan konstitusi yang berlaku saat ini. Revisi UU Mahkamah Konstitusi dapat mengancam demokrasi konstitusional di Indonesia karena berpotensi menghilangkan prinsip-prinsip demokrasi dan negara hukum dalam konstitusi serta mengubah keseimbangan kekuasaan yang ada.
Isu UU Cipta Kerja yang hangat dibincangkan merupakan contoh pentingnya partisipasi publik dan transparansi dalam pembuatan undang-undang. Kekhawatiran masyarakat dan pemangku kepentingan terkait dengan substansi dan proses pembuatan UU Cipta Kerja harus ditanggapi dengan serius dan transparan agar tidak merusak demokrasi konstitusional yang ada. Jika terdapat ketidakpuasan masyarakat terhadap undang-undang yang telah disahkan, mereka dapat mengajukan permohonan pengujian ke Mahkamah Konstitusi sebagai salah satu mekanisme penegakan hukum yang sah dan terkait dengan prinsip negara hukum.
3. Sebutkan contoh perilaku pejabat negara yang tidak konstitusional! Layakkah mendapat hukuman yang maksimal atau di beri kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya
Contoh perilaku pejabat negara yang tidak konstitusional adalah korupsi, penyalahgunaan wewenang, diskriminasi, pengabaian hak asasi manusia, dan pelanggaran hak-hak konstitusional warga negara. Hukuman maksimal atau kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan dan putusan pengadilan.
Revisi UU di MK dapat mengancam konstitusi di Indonesia karena dapat mengubah hakim konstitusi secara sepihak dan mengurangi independensi Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga pengawal konstitusi. Selain itu, revisi UU MK juga dapat mengurangi transparansi dan partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan, yang merupakan unsur penting dalam demokrasi konstitusional.
Undang-Undang Cipta Kerja menjadi permasalahan yang hangat karena dianggap memiliki beberapa ketentuan yang merugikan hak-hak pekerja dan buruh, seperti penghapusan upah minimum, penghapusan jaminan sosial, dan fleksibilitas perusahaan dalam melakukan PHK. Beberapa kalangan masyarakat turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka yang dirasa tidak tersampaikan kepada wakil rakyat mereka. Masyarakat dapat mengajukan permohonan pengujian ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas ketentuan-ketentuan dalam UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan hak-hak pekerja dan buruh. Namun, terdistraksi dari masalah lain seperti revisi UU MK dapat mengancam demokrasi konstitusional di Indonesia.